Taman Nasional Baluran Situbondo - Mengeksplore Africa van Java

Loading...
Taman Nasional Baluran Situbondo. Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional yang ada di Indonesia. Namanya diambil dari nama gunung yang ada di tempat itu yaitu Gunung Baluran. Taman Nasional Baluran merupakan tempat traveling yang sangat menarik untuk dikunjungi karena disini wisatawan bisa merasakan berbagai sensasi traveling. Gunung, savana, hutan, pantai, bawah laut serta penghuni alam'nya bisa ditemukan di Taman Nasional seluas 25.000 Ha ini. Tipe vegetasi sabana mendominasi sekitar 40 persen dari total luas Taman Nasional Baluran. Oleh karena itu Taman Nasional ini mempunyai sebutan Africa van Java.
taman nasional baluran
Taman Nasional Baluran
Terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, akses menuju ke Taman Nasional ini tidak begitu sulit karena lokasinya yang ada di jalan utama Situbondo - Banyuwangi dan tepat berada di sisi jalan utama. Lokasinya hanya terpaut 3 jam dari Kawah Ijen, tak jarang banyak pengunjung yang mengunjungi tempat ini sebelum atau sesudah ke Kawah Ijen.

Setelah masuk ke kawasan Taman Nasional Baluran Situbondo, pengunjung diwajibkan membeli tiket masuk wisata dengan total sekitar Rp.15.000, sudah mencangkup tiket, tiket parkir dan biaya pengelolaan. Setelah itu perjalanan dimulai dengan perjalanan melintasi hutan menuju ke lokasi wisata yang ada di dalam Taman Nasional Baluran. Jalan yang dilewati berupa bebatuan bercampur aspal yang tidak lagi mulus sehingga membutuhkan waktu lama untuk mencapai Savana Bekol yaitu sekitar 45 menit. 

Ada beberapa lokasi menarik yang bisa dinikmati di Taman Nasional Baluran Situbondo : 

1. Savana Bekol

Savana Bekol inilah yang disebut sebagai Africa Van Java. Padang savana yang luas dengan rumput kuning mengering ditambah kerumunan rusa yang berlarian di tengah savana di bawah terik matahari yang mengering menjadikan lokasi ini bersensasi Afrika. Pohon- pohon widoro Bukel dengan bentuk seperti payung banyak memenuhi sabana. Gunung Baluran yang megah menjadi latar belakang sabana bekol.
savana bekol
Savana Bekol
Di ujung tikungan ada menara pandang di atas sebuah bukit kecil. Dari menara pandang bisa melihat keseluruhan sabana dan selat Bali. Waktu yang tepat mengunjungi sabana adalah saat pagi dan sore hari karena pada saat itu hewan-hewan liar keluar dari hutan seperti rusa, kerbau, banteng, biawak, monyet abu-abu dan sebagainya.
savana bekol
Savana Bekol background Gunung Baluran

2. Pantai Bama & Hutan Mangrove

Berlanjut dari Savana Bekol  bisa melanjutkan menuju arah Pantai Bama. Dua lokasi ini adalah lokasi yang paling mudah diakses di Taman Nasional Baluran. Pantai Bama merupakan ujung dari jalan akses yang membelah Baluran. Ketika sampai di lokasi, puluhan monyet abu-abu ekor panjang yang bergelantungan akan menyambut.
Baca Juga : 
Laut Bama tenang dan nyaris tidak berombak. Di sebelahnya dibatasi hutan mangrove. Karena pantai ini tidak terlalu dalam sampai di jarak 1 km, pantai ini aman untuk aktivitas air bagi yang tak pandai berenang. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan seperti berenang, snorkelling, jetski, naik perahu dan kano. Berjalan-jalan menelusuri Pantai Bama ke bagian kiri dengan pemandangan lain yang juga tak kalah indahnya.
pantai bama
Pantai Bama
Hutan mangrove ada di sebelah Pantai Bama. Untuk menyusuri hutan mangrove di Taman Nasional Baluran Situbondo sudah ada jembatan yang akan mengantar hingga ke ujung. Selain itu di tengah hutan ini ada Mangrove terbesar se-Asia dan untuk melihatnya, harus menelusuri hutan sekitar 10 menit untuk menemukan lokasinya.
hutan mangrove
Hutan Mangrove

3. Gunung Baluran

Gunung setinggi 1.247 mdpl ini berdiri dengan megah di tengah Taman Nasional Baluran. menuju gunung ini lebih baik ditemani oleh petugas karena akses yang tidak mudah. Gunung di Taman Nasional Baluran ini bisa didaki meski tidak sampai puncak karena jalur yang belum layak didaki dan untuk mendakinya bisa didampingi petugas dari Taman Nasional.

4. Pantai Bilik dan Sijile

Jalan satu-satunya menuju ke pantai ini adalah dengan jalur laut melalui Pantai Bama dengan menyewa perahu nelayan yang bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam.

5. Hutan Musim dan Evergreen

Hutan musim akan hijau di musim hujan dan terlihat kering di musim kemarau sedangkan hutan evergreen selalu hijau. Kedua jenis hutan ini akan silih berganti ketika mulai menelusuri hutan menuju ke Savana Bekol. Sepanjang perjalanan kadang bisa ditemukan ayam hutan atau karnivora yang lain. Jalan disekitar ini memang rusak parah dan pengendara sebaiknya tidak mengebut agar tidak menabrak hewan-hewan yang kemungkinan melintas.

Ada sebuah lokasi sumur tua di dalam hutan ini yang tidak terlalu jauh dari jalan utama. Sumur ini pun hanya sebuah lubang kotak sedalam sekitar 3 meter menyerupai tempat air yang sudah mengering.
savana bekol
"Team 68" di Savana Bekol

Tips mengunjungi Taman Nasional Baluran Situbondo:
  1. Bagi pecinta photography sebaiknya datang saat musim kemarau antara Juni - Agustus karena air di hutan kering dan rumput menguning. Selain itu saat musim kemarau, satwa keluar menuju savana untuk menuju kubangan air yang sudah disediakan pihak Taman Nasional Baluran.
  2. Waspadalah berada di jalur ketika sore menjelang karena puluhan kera abu-abu kadang muncul dan melintas di jalur.
  3. Disarankan mengunjungi Taman Nasional Baluran pada pagi hari karena sunrise di Pantai Bama sangat indah. Di dalam kawasan taman nasional ini juga sudah ada fasilitas penginapan untuk wisatawan.
  4. Sebaiknya menghargai, tidak mengganggu, merusak, mengambil atau berburu flora, fauna dan ekosistemnya. 

Loading...

Share :

Facebook Twitter Google+

2 Responses to "Taman Nasional Baluran Situbondo - Mengeksplore Africa van Java"

  1. KEREN banget, jadi di Taman Nasional Baluran bukan cuma ada padang savan yaa tapi deket juga sama pantai .. duh betapa indahnya negara kita ini yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Baluran jadi lokasi wisata yg lengkap gak membosankan. :)

      Delete