Lawang Sewu Semarang - Sejarah Kelam dibalik Seribu Pintu

Loading...
Lawang Sewu Semarang. Jalan-jalan ke Semarang pasti tidak lepas dari gedung Lawang Sewu. Gedung yang terkenal angker dengan seribu pintu ini selalu menjadi tujuan wisatawan ketika mengunjungi kota Semarang. Letaknya di simpang lima membuat siapapun yang lewat akan tertarik menguak misteri di balik keindahan Lawang Sewu .
gedung lawang sewu
Gedung Lawang Sewu
Lawang Sewu yang dalam bahasa Indonesia “Seribu Pintu” adalah sebuah gedung bersejarah yang ada di kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Gedung Lawang Sewu Semarang terletak di Jalan Pemuda, di bundaran Tugu Muda, menghadap ke Taman Wilhelmina. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Lawang sewu sebenarnya adalah kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS milik Belanda.

Baca : Sam Poo Kong -Klenteng Bekas Persinggahan Laksamana Cheng Ho
Disebut Lawang Sewu karena bangunan dua lantai ini memiliki pintu yang sangat banyak meski ada yang bilang pintunya tidak ada seribu atau bahkan lebih dari seribu. Sebagian pintu dengan 2 daun pintu dan sebagian 4 daun pintu yang terdiai dari 2 pintu dengan engsel ditambah 2 pintu jenis pintu geser. Bagian depan bangungan dihiasi menara kembar dan terbagi menjadi dua memanjang ke belakang. Di depan Lawang Sewu dulu melintas rel trem kota Semarang dan jalurnya sekarang masih ada di sekitar gedung.
gedung lawang sewu
Bangunan Dari Luar
Gedung tua peninggalan Belanda ini masih menyisakan bekas kejayaan. Bangunannya yang kokoh, artistik dan bergaya Eropa mengundang pengunjung dari dalam dan luar negeri untuk melihat keunikan dan kemistikan gedung kosong yang sudah menjadi tempat wisata bersejarah. Gedung ini selesai dipugar pada akhir Juni 2011 dan kembali dibuka untuk umum. Wisata sejarah Lawang Sewu Semarang dibuka pada jam 07.00 dan ditutup pada pukul 21.00 dan untuk mengunjungi gedung ini diwajibkan menyewa jasa guide. Tiket masuk Lawang Sewu Rp.10.000 dan jasa guide Rp.30.000. 
koridor lawang sewu
Koridor Lt.1 yang dibuat seperti koridor Kereta Api
Guide yang ramah akan mengantar berkeliling sambil menjelaskan sejarah mengenai Lawang Sewu. Guide hanya akan mengantar di area gedung, kecuali di ruang bawah tanah yang terkenal angker. Untuk masuk ke ruang bawah  tanah, diwajibkan menyewa jasa guide lagi Rp.10.000 dan juga menyewa sepatu boot dan senter karena ruang bawah tanah tergenang dengan penerangan minim.
koridor lawang sewu
Lorong di Lt.2
gedung lawang sewu
Keunikan Pintu-Pintu Gedung Lt.2
gedung lawang sewu
Kawasan Dalam Gedung
kereta api lawang sewu
Lokasi Rel dan Kereta Jaman Dahulu
Ruang Bawah Tanah Lawang Sewu.

Lawang sewu mempunyai ruang bawah tanah yang pada jaman Belanda digunakan sebagai saluran pembuangan air. Setelah Jepang mengambil alih pemerintahan di Indonesia pada tahun 1942, ruang bawah tanah Lawang Sewu Semarang ini diubah menjadi penjara bawah tanah sekaligus pembuangan air dan digunakan untuk tempat pembantaian penduduk pribumi, pemuda Indonesia dan tentara Belanda sehingga Lawang Sewu menjadi saksi bisu kekejaman tentara Jepang membantai pemuda-pemuda yang melawan mereka.
ruang bawah tanah lawang sewu
Start Lorong Bawah Tanah
Ada banyak tempat penyiksaan di lorong bawah tanah Gedung Lawang Sewu yang pengap, yang paling berkesan diantaranya :
  1. Penjara Jongkok : Sebuah ruangan berpetak-petak dengan ukuran kurang lebih selebat 1,5 meter dan tinggi 1 meter. Tahanan berjumlah 7-8 orang harus jongkok di tempat yang tergenang air lalu ruangan ditutup dengan jeruji besi. Tahanan akan dikurung sampai meninggal. 
  2. Penjara berdiri : Ruangan kecil selebar 1 x 1 meter yang berjejer. Tahanan sejumlah 6-7 orang dirantai dan dimasukkan berdesakan dan dibiarkan sampai meninggal.
  3. Tempat pemasungan kepala  : Tahanan akan dipasung dengan pedang di dalam sebuah bak dan setelah dipasung, badan dan kepala akan ditenggelamkan ke sungai dengan jalan bawah tanah.
Dengan banyaknya korban penyiksaan, lorong bawah tanah menjadi tempat paling angker di Lawang Sewu dan pernah menjadi tempat uji nyali di salah satu stasiun televisi swasta. Kadang guide lorong bawah tanah yang rata-rata adalah paranormal, mengundang salah satu arwah untuk menampakkan diri di ujung lorong setelah semua penerangan di lorong dimatikan dalam waktu beberapa menit. Selain itu Guide juga menawarkan kita berbicara langsung dengan arwah yang dimasukkan ke salah satu pengunjung.
Baca : Pagoda Avalokitesvara - Kemegahan Pagoda Tertinggi di Indonesia
Di sekitar gedung Lawang Sewu ada beberapa souvenir yang dijual di tempat pembelian tiket seperti stiker dan gantungan kunci yang dijual dengan harga terjangkau, namun masih belum ada kaos khas Lawang sewu yang dijual disana.

Loading...

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Lawang Sewu Semarang - Sejarah Kelam dibalik Seribu Pintu"

Post a Comment