Ranu Gumbolo - Sensasi Pegunungan di Pinggiran Kota Tulungagung

Ranu Gumbolo Tulungagung. Siapa yang tidak tertarik melihat pemandangan menawan pegunungan seperti matahari terbit di pucuk Ranu Kumbolo?. Bagi banyak orang, Ranu Kumbolo atau pernah disebut Ranu Gumbolo, adalah surga di Gunung Semeru dan mayoritas pendaki gunung'lah yang bisa menikmati keindahannya. But now, pesona pemandangan ala Ranu Kumbolo buka hanya bisa disaksikan di film saja. Jika ada suatu tempat yang pesonanya nyaris sama dengan Ranu Kumbolo, kenapa tidak mencoba?. Tanpa alat pendakian, menikmati hawa alam yang segar bisa dicoba di Ranu Gumbolo Tulungagung.
ranu gumbolo
Ranu Gumbolo Tulungagung
Ranu Gumbolo berada di kompleks Waduk Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Rute jalan sangat mudah diakses dari Surabaya maupun Kediri, dengan penunjuk arah yang jelas dan kondisi jalan yang baik untuk dilewati roda dua maupun roda 4.

Waduk Wonorejo sangat besar dan indah, dengan air melimpah yang dikelilingi perbukitan. Besarnya kapasitas air yang mencapai 3,85 juta meter persegi, ditambah pemandangan sekelilingnya yang hijau segar, membuat tempat ini tampak sangat memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Tak salah jika tempat wisata di Tulungagung ini sangat diminati wisatawan dari dalam maupun luar kota.
ranu gumbolo
Welcome to Ranu Gumbolo
Keindahan waduk semakin lengkap dengan adanya tempat wisata Ranu Gumbolo yang fenomenal. Ranu Gumbolo merupakan sebuah area tak jauh dari Waduk Wonorejo, dimana ada view cantik yang pasti sangat tidak asing bagi para penggiat alam maupun pendaki gunung. Yah... sekilas tempat wisata di Tulungagung ini sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang ada di area Gunung Semeru.  
ranu gumbolo
Sungai di Ranu Gumbolo
Berbeda dari namanya 'ranu', tempat ini bukanlah danau maupun kolam, tapi merupakan aliran sungai tenang di sekitar Waduk Wonorejo. Suasana yang tenang, teduh, serta berada di bawah hutan pinus akan membuat siapapun merasa betah berlama-lama bersantai sambil menikmati pemandangan cantik yang dikelilingi perbukitan hijau. How the beautiful landscape !

Jika Ranu Kumbolo ada di ketinggian 2.400 mdpl dengan cuaca yang bisa berubah extreme, Ranu Gumbolo berada di ketinggian 182 mdpl dengan cuaca panas yang terberai karena lebatnya pepohonan pinus. Sudah ada beberapa gasebo, tempat duduk, hingga tempat selfie yang disediakan di area wisata Ranu Gumbolo. So let's choose, ingin tiduran di atas hammock?, bersenda gurau di bawah gasebo?, naik ke rumah pohon untuk melihat landscape dari ketinggian? atau menanti sunset di depan tenda dome?. This is second Ranu Kumbolo !
ranu gumbolo
Hutan Pinus Ranu Gumbolo
Ranu Gumbolo bukan hanya menyediakan ruang untuk bersantai dengan adanya berbagai fasilitas bangunan. Ingin having fun?, cobalah melintasi area sungai dengan sepeda air. Air sungai kehijauan yang nyaris tidak tampak mengalir sangat aman digunakan untuk bermain sepeda air, bahkan tenangnya sungai ini menjadi tempat yang cocok bagi siapapun yang hobi memancing. Sebelum dibuka menjadi tempat wisata, di lokasi ini banyak dimanfaatkan untuk memancing karena ada banyak jenis ikan di lokasi Ranu Gumbolo, seperti ikan gurameh, ikan nila, ikan mujair, ikan lele, bahkan ikan louhan. Petualang dan hobi memancing? maka sekali lagi, tempat ini cocok untuk camping.

Sejak diresmikan pada Juli 2016, tempat wisata Ranu Gumbolo terus dikembangkan. Berbagai fasilitas umum seperti lokasi parkir, gasebo, penjual makanan-minuman dan toilet sudah tersedia di area wisata.
ranu gumbolo
Waiting for sunset
Penamaan Ranu Gumbolo tentu bukan karena tempat ini sebuah danau atau kolam - karena tempat ini adalah sungai, tapi cenderung ke pesona alamnya yang menyerupai Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. Sepintas, landscape di ujung Ranu Gumbolo memang mirip dengan dua bukit Ranu Kumbolo yang selalu mengapit sunrise. Sedangkan sunset juga tak kalah menawan ketika mulai lenyap di ujung aliran sungai Ranu Gumbolo. Hm... serupa namun tak sama.

Tips Mengunjungi Ranu Gumbolo Tulungagung :
  1. Gunakan sandal yang nyaman karena area wisata ini ada di daerah perbukitan.
  2. Pakailah pelindung kepala untuk melindungi dari panas yang menyengat di daerah lapang.
  3. Bawalah hammock untuk mengantisipasi habisnya tempat istirahat karena banyaknya pengunjung.
  4. Berhati-hatilah saat naik ke rumah pohon karena tidak ada pengaman. Jika selfie, kondisikan waktu selfie dengan pengunjung yang antri.
  5. Berhati-hatilah saat naik sepeda air, jangan mengayuh terlalu jauh dari lokasi start.
  6. Jagalah kebersihan di area wisata yang masih terjaga kebersihannya.

Mitos dan Situs Pemujaan Spiritual Gunung Arjuno

Misteri Gunung Arjuno. Gunung api Arjuno - Welirang merupakan gunung api istirahat yang berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. Dengan tinggi 3.339 mdpl, Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur. Nama Arjuno berasal dari salah satu tokoh pewayangan Mahabharata. Seperti gunung berapi lainnya di Jawa, Gunung Arjuno termasuk salah satu yang disakralkan. Adanya beberapa situs bersejarah menjadikan Gunung Arjuno juga menjadi tujuan para pelaku spiritual, sehingga menimbulkan kesan mistis di sepanjang jalur pendakiannya. 
misteri gunung arjuno
Pegunungan Arjuno - Welirang
Berada di perbatasan tiga wilayah, ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui. Namun hanya ada tiga jalur utama yang ngetrend di kalangan pendaki yaitu :
  1. Jalur pendaian via Tretes
  2. Jalur pendakian via Purwosari 
  3. Jalur pendakian via Lawang
Ketiga jalur tersebut mempunyai karakteristik dan suasana yang sangat berbeda, tapi mitos yang terdapat di dalamnya tetap sama dan selalu menjadi  cerita menarik para pendaki, sekaligus menjadi pantangan yang secara tidak langsung menjadi aturan. 
Gunung Arjuno - Welirang pernah meletus pada tahun 1950 dan 1952. Ini merupakan waktu istirahat terpendek Gunung Arjuno - Welirang yang tercatat dalam sejarah

Legenda Gunung Arjuno

Arjuno menjadi nama gunung ini tidak lain karena sebuah legenda turun temurun tentang asal mula Gunung Arjuno. Konon, Arjuna bertapa di sebuah puncak gunung dengan sangat tekun hingga tubuhnya memiliki sinar dengan kekuatan yang luar biasa dan berdampak besar. Bumi bergoncang, kawah condrodimuko menyemburkan lahar, banjir, penyakit dimana-mana, bahkan gunung tempatnya bertapa terangkat ke langit.
legenda gunung arjuno
Legenda Gunung Arjuno
Hal ini membuat para dewa kuatir, sehinga membuat Batara Guru mengutus Batara Narada untuk menyelesaikan masalah, yaitu membangunkan Arjuna dari pertapaannya. Batara Narada gagal membangunkan Arjuna dengan segala cara. Akhirnya diutuslah Batara Ismaya bersama dengan Togog untuk membangunkan tapa Arjuna. Karena kesaktiannya, mereka berdua berubah menjadi besar melampaui puncak gunung dan mengeruk bagian bawah gunung tempat Arjuna bertapa, memotongnya dan melemparkan potongan gunung itu ke tempat lain.

Seketika Arjuna terbangun dan memperoleh nasehat dari Batara Ismaya. Nah, gunung tempat Arjuna bertapa itupun bernama Gunung Arjuno, sedangkan potongannya bernama Gunung Wukir. 

Situs dan Tempat Pemujaan Gunung Arjuno

Bersebelahan dengan Gunung Penanggungan yang dikenal dengan ratusan situs purbakala, tak membuat keadaan yang berbeda dengan Gunung Arjuno. Ada beberapa situs yang dijadikan tempat ziarah para pelaku spiritual, menimbulkan suasana yang mistis di area Gunung Arjuno. Kebanyakan situs tersebut bisa ditemui di jalur Pendakian Gunung Arjuno via Purwosari.

Berikut adalah beberapa situs sekaligus tempat pemujaan yang ada di sepanjang lereng Gunung Arjuno :
  1. Onto Boego : Tempat ziarah dan bersemedi untuk kalangan tertentu. Menurut juru kunci, goa ini dijaga oleh seekor ular naga.
  2. Candi Madrim : Berbentuk punden berundak dengan 3 ukuran teras berbeda. Di teras atas ada beberapa batu andesit yang dibungkus kain putih dan 1 lumpang batu sebagai objek pemujaan.
  3. Situs Eyang Abiyoso : Situs punden berundak yang telah dipugar. Ada 1 batu andesit besar seperting lesung, 1 umpak batu andesit segi empat dan 1 arca dwarapala.
  4. Situs Eyang Sekutrem : Bangunan tempat menyimpan arca dan sebagai tempat ziarah, diduga bekas bangunan punden berundak.
  5. Sendang Dewi Kunti : Tempat pemujaan dan sumber air.
  6. Hyang Sakri : Tempat pemujaan.
  7. Pondok Rahayu : Sebuah gubuk yang nampak seperti 'gubuk hantu' di tengah hutan yang masih akrab dengan 'aksara jawa'.
  8. Situs Eyang Semar : Area tempat pemujaan dengan sebuah patung semar. Mitosnya, Eyang Semar adalah penasehat kepercayaan Arjuna dan di tempat tersebut melakukan moksa.
  9. Mangkutoromo : Situs arkeologi berupa punden berundak yang paling besar di sepanjang jalur pendakian.
  10. Candi Sepilar : Situs arkeologi yang berada tak jauh di atas Mangkutoromo. Merupakan bagian yoni, sedangkan bagian lingga ada di arah sebelah kanan.
Situs Pemujaan Gunung Arjuno
Tempat-tempat tersebut diyakini sebagai tempat pemujaan dengan adanya dupa dan bunga. Jadi jangan heran jika tercium bau dupa dan merasakan sensasi spiritual ketika mendaki Gunung Arjuno via Purwosari.

Mitos Gunung Arjuno

Banyaknya situs sejarah dan tempat pemujaan di sekitar lereng Gunung Arjuno, membuat siapapun tidak bisa main-main seenaknya di gunung ini. Berbagai mitos'pun tumbuh dengan sendirinya dari mulut ke mulut. Berikut adalah berbagai mitos Gunung Arjuno :

1. Petilasan Petapa
Banyaknya petilasan peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singasari. Masyarakat masih percaya bahwa orang yang melakukan moksa masih menjaga tempat-tempat tersebut. Selain itu, beredar mitos bahwa anak Arjuna dengan Bathari Dresnala yang bernama Bambang Wisanggeni juga menjaga petilasan-petilasan tersebut.
petilasan eyang semar
Petilasan Eyang Semar

2. Alas Lali Jiwo
Para pendaki Gunung Arjuno dan Gunung Welirang tentu tidak asing dengan nama Alas Lali Jiwo (Hutan Lupa Diri) yang kemistisannya sangat populer. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, orang yang mempunyai niat jahat, akan tersesat dan lupa diri di tempat tersebut. Menurut ahli spiritual, daerah alas lali jiwo banyak dihuni oleh para jin.

3. Pasar Setan
Pasar Setan atau disebut juga pasar dieng ada di jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuno via Tretes, tepatnya di area cukup luas yang terdapat banyak makam. Saat siang hari, lokasi tersebut hanyalah tanah lapang, namun saat malam hari, konon di tempat ini terdengar suara ramai seperti di pasar.
pasar setan
Area Pasar Setan
4. Acara Ngunduh Mantu
Selain suara gaib dari pasar setan, ada juga suara gamelan yang terdengar di sekitar Alas Lali Jiwo. Suara gamelan yang tiba-tiba ada dan tiba-tiba menghilang dipercaya sebagai acara ngunduh mantu bangsa jin. Mitosnya, jika mendengar bunyi gamelan, sebaiknya segera turun agar tidak dibawa bangsa jin alias tersesat dan hilang.

5. Pantangan 
Ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar para pendaki Gunung Arjuno. Beberapa diantaranya adalah tidak boleh naik dalam jumlah ganjil, tidak boleh menggunakan baju merah, untuk wanita haid dilarang melanjutkan naik ke puncak dan dilarang merusak situs-situs petilasan. Jika jumlah ganjil, hendaknya membawa sebuah tongkat untuk menggenapi. Pantangan-pantangan ini biasanya dikatakan juru kunci Mangkutoromo sebelum pendaki melanjutkan Pendakian Gunung Arjuno.

Banyaknya cerita-cerita mistis seperti pendaki hilang, pendaki tersesat, pendaki berpindah jalur pendakian hingga pendaki kerasukan setan karena melanggar pantangan, selalu menjadi bumbu cerita utama mitos Gunung Arjuno. Cerita lain? ask your friends who've come here.

Seperti penganut kepercayaan tertentu yang melakukan kegiatan spiritualnya di lereng Gunung Arjuno, pantangan dan mitos tersebut tidak sepenuhnya harus dipercaya. Meski mitos ada untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan terjadi, kadang mitos juga dibuat untuk melindungi adat, budaya dan kepercayaan setempat, maupun melindungi situs arkeologi dari ulah para pendaki nakal. So, hold on to your faith !

Menyibak Kesunyian Air Terjun Grenjeng yang Tersembunyi

Air Terjun Grenjeng Blitar. Sekilas memang asing mendengar nama Air Terjun Grenjeng. Jangankan wisatawan luar kota, masyarakat asli kota Blitar'pun juga tidak semua tahu tentang Air Terjun Grenjeng. Namun popularitas sebuah tempat wisata di Blitar tidak hanya dilihat dari banyaknya orang yang tahu, justru karena tidak banyak orang yang tahu, Air Terjun Grenjeng digemari oleh traveler dan penggiat alam untuk menikmati secuil kesejukan di dalam kesunyian hutan. Hm... let's check it out !
air terjun Grenjeng
Air Terjun Grenjeng
Air Terjun Grenjeng berada di Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Rute ke Air Terjun Grenjeng, dari kota Blitar ambil arah ke Kecamatan Panggungrejo, ke arah Pantai Serang Blitar. Sebelum pertigaan petunjuk arah ke tempat wisata Pantai Serang dan Pantai Pasir Putih Peh Pulo yang ditandai dengan pertigaan pohon besar, ambil arah kiri ke jalan kecil yang berjarak sekitar 20 meter sebelum pertigaan. Belum ada petunjuk arah ke Air Terjun Grenjeng di sekitar jalan, sehingga bisa menggunakan Google Maps (8°15’28.29″S 112°17’8.85″E) atau GPS (Gunakan Penduduk Sekitar). 

Kendaraan pribadi bisa dititipkan di rumah penduduk terakhir sebelum memulai trecking sekitar 700 meter, melewati perkebunan dan sawah penduduk. Setelah melewati sungai, ambil arah ke kiri. Kemudian berjalan mengikuti pematang ke arah kanan, jangan mengikuti arah sungai. Air Terjun Grenjeng akan nampak setelah melewati pohon perdu yang rapat. Layaknya membuka tabir kehidupan, this is time to enjoying.

Air Terjun Grenjeng merupakan salah satu destinasi tempat wisata di Blitar yang belum resmi dibuka untuk umum, sehingga tak heran jika lokasi tidak mudah dicapai dengan kendaraan umum maupun roda empat. Air Terjun Grenjeng diapit oleh tebing hitam yang mengelilingi area air terjun. Ada kedung di bawah air terjun berketinggian sekitar 20 meter ini. Ingin berenang, bermain air dengan bebas, bercengkerama maupun camp sangat cocok dilakukan dan patut dicoba. Terlebih jika siang hari panas menyengat, mendinginkan diri di bawah air terjun akan sangat menggoda. Jika waktu yang tepat memberi kesempatan, sensasi private waterfall bisa didapat. 
air terjun grenjeng
Kedung Air Terjun Grenjeng
Debit Air Terjun Grejeng tergantung musim. Jika musim kemarau, debit air tidak terlalu besar dan bisa saja kering kerontang. Sedangkan saat musim hujan, debit air yang besar akan mengundang wisatawan untuk berkunjung.

Meski samar-samar belum ada yang mengenal Air Terjun Grenjeng, para traveler tentu tidak asing dengan nama air terjun ini. Apalagi suasana yang masih sepi, sejuk, alami dan tersembunyi adalah suasana kebanggaan para traveler. Walaupun tergolong sepi pengunjung - kecuali masyarakat sekitar, tidak menutup kemungkinan adanya beberapa pengunjung yang datang untuk mampir selepas berwisata ke Pantai Peh Pulo maupun Pantai Serang, terutama ketika hari libur. Atau malah belum mengetahui bahwa ada wisata air terjun di dekat kedua pantai tersebut. Yay, try an come in.
Cheers...

Tips Berwisata ke Air Terjun Grenjeng Blitar :
  1. Pipilih waktu yang tepat untuk wisata yang menyenangkan, tentu bukan saat musim kemarau.
  2. Gunakan kendaraan pribadi roda dua untuk mempermudah perjalanan maupun parkis karena mendekati lokasi air terjun, jalan berbatu makadam dan tidak ada angkutan umum yang menjangkau ke lokasi.
  3. Titipkan kendaraan pribadi di rumah penduduk yang berada di dekat lokasi. (rumah terakhir).  
  4. Jika tidak paham lokasi, bisa bertanya ke penduduk sekitar.
  5. Gunakan sandal anti selip untuk trecking dan menyeberangi sungai.
  6. Berhati-hatilah ketika berenang di bawah air terjun karena cukup dalam.
  7. Waspadai ketika musim hujan, debit air bisa sangat deras dan bisa saja terjadi banjir atau tanah longsor.
  8. Bawalah bekal makanan dan minuman karena tidak ada fasilitas warung makan. 
  9. Untuk kamar mandi bisa menumpang di penduduk sekitar karena belum ada fasilitas.
  10. Bawalah sampah kembali dan jangan mengotori area Air Terjun Grenjeng yang masih alami.