5 Spot Keren Menikmati Sunset di Labuan Bajo Flores

Labuan Bajo Flores. Siapa yang  tidak tahu bahwa Flores menyimpan banyak tempat wisata menarik?. Selain Bali dan Lombok, pulau yang dijuluki sebagai 'surga yang jatuh ke bumi' ini menjadi tujuan banyak wisatawan dari berbagai penjuru khususnya wisatawan asing. Pulau-pulau indah di sekitarnya'pun menjadi destinasi favorit yang membuat siapapun tergiur. Tak heran jika Labuan Bajo menjadi pusat pariwisata ketika menginjakkan kaki di Flores, karena sebagian besar jalur wisata bahari dimulai dari pelabuhan cantik ini.
Labuan Bajo Flores
Labuan Bajo
Labuan Bajo berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sebelum menjadi kota Labuan Bajo, dulunya Labuan Bajo merupakan ibukota Kecamatan Komodo. Kota kecil di pinggir barat Pulau Flores ini memiliki banyak fungsi seperti pusat pemerintahan, pusat pendidikan, pusat perdagangan dan pusat pariwisata.

Tentang tempat wisata di Flores, hampir semuanya dimulai dari Labuan Bajo. Mulai dari Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Bidadari, Pulau Kanawa, dan sebagainya. Selain sebagai tempat singgah wisatawan dengan berbagai fasilitas yang menunjang pariwisata, Labuan Bajo juga menawarkan pesona pesisir pantainya yang luar biasa dan siapapun pasti tidak ingin singgah hanya sebentar saja. 

Lokasi Labuan Bajo yang strategis yaitu di ujung barat Pulau Flores, jangan heran jika disini juga memiliki view sunset yang istimewa. Bukan pusat pariwisata namanya jika sunset hanya bisa disaksikan di pinggir pelabuhan - meski pemandangan juga tak kalah indahnya. Tanpa menyeberang ke pulau lain, ada beberapa spot menarik di Labuan Bajo yang menawarkan keindahan sunset sempurna ala Pulau Flores. 

Berikut 3 spot paling populer untuk menikmati sunset di Labuan Bajo :


1. Dermaga Putih

Dermaga putih merupakan salah satu spot menarik yang tidak boleh dilewatkan ketika berada di Labuan Bajo Flores. Seperti namanya dermaga kayu ini berwarna putih dan menjorok ke tengah laut. Meski terbuat dari kayu dermaga putih sangat kokoh, dan tidak goyang hingga di ujung. Dermaga Putih cukup lebar dengan meja-kursi tersedia di sepanjang sisinya. Memang tepat jika dermaga putih memang disediakan untuk bersantai menikmati pesona pesisir Labuan Bajo.
Dermaga putih
Dermaga Putih
Saat senja menjelang lampu-lampu di sepanjang dermaga menyala redup seiring dengan sinar matahari yang mulai redup di ufuk barat menciptakan kesan romantis di sepanjang jembatan. Hm.... Dermaga Putih seakan memberi pesan bahwa siapapun pasti ingin kembali ke pulau cantik ini. 

2. Bukit Cinta

Bukit cinta akan membuat siapapun jatuh cinta. Ya... tak heran jika tempat ini banyak dimanfaatkan oleh pasangan muda-mudi untuk menikmati romantic sunset bersama. Membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari pelabuhan ke Bukit Cinta, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki ke puncak bukit.
bukit cinta
View Bukit Cinta
Menjelang senja, banyak wisatawan yang mengabadikan momen sunset di Bukit Cinta. Laut yang biru dengan kapal lalu lalang, perbukitan hijau serta pemandangan dari berbagai sisi bukit sangat memanjakan mata. Dinikmati sendirian atau sekedar kencan romantis, find your love on Love Hill. 

3. Bukit Sylvia

Tidak jauh besa dengan Bukit Cinta, Bukit Sylvia lebih dekat dengan pelabuhan sekitar 10 menit dengan kendaraan bermotor sampai kaki bukit. Kemudian dilanjutkan naik ke puncak bukit sekitar 10 menit. Dari puncak bukit, tampak pesisir pelabuhan, panorama lautan biru dan perbukitan hijau layaknya bukit teletubbies.
bukit sylvia
View Bukit Sylvia

Dari sekitar Bukit Sylvia, ada bukit lainnya yang bisa didaki dengan ketinggian yang berbeda. Cukup melelahkan memang, tapi semua akan terbayar ketika berada di puncak. Menikmati senja sambil duduk santai di atas bukit dengan panorama perbukitan pasti menjadi momen yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. 

4. Pantai Waecicu

Pantai Waecicu disebut-sebut sebagai titik terbaik untuk melihat sunset. Bentangan pasir putihnya yang landai cocok untuk berjalan-jalan sembari menunggu senja. Air laut yang jernih dengan bentangan pasir putih sekitar 1 kilometer, menikmati pantai dengan berenang tak kalah mengasyikkan. Merasakan gelombang pantai yang pelan menjadikan tempat ini cukup tenang, sehingga nuansa romantis akan tercipta saat senja menjelang.

pantai waecicu
Pantai Waecicu

5. Paradise Bar

Paradise Bar merupakan tempat sempurna yang pas untuk menikmati senja. Tempat yang berada di bibir tebing ini tepat menghadap ke laut, dengan view sunset di depan mata, alunan musik di pojok ruangan dengan segelas minuman dingin di meja.. Hm... perfect!. Berbagai obrolan dari berbagai bahasa, riuhnya para pengunjung yang bertepuk tangan maupun bernyanyi, menjadi bukti bahwa Labuan Bajo begitu International.
paradise bar
Paradise Bar
Menikmati suasana sunset yang berbeda, paradise bar namanya. Suasana elite, indah dan adanya berbagai wisatawan dari penjuru dunia kadang bisa membuat lupa bahwa kita masih di Indonesia. 

Labuan Bajo menjadi destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara, menyusul pulau di sebelahnya - Bali dan Lombok. Panorama khas Pulau Flores berupa perbukitan hijau dan padang rumput, serta lokasi strategis yang berada paling di ujung barat Pulau Flores, menjadikan Labuan Bajo layaknya surganya matahari terbenam. So, ready for waiting sunset on there?.

Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo

Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo. Gunung Kelud sudah lama dikenal sebagai tempat wisata favorit di Blitar maupun Kediri. Setelah letusannya pada tahun 2014 yang telah merusak insfratuktur wisata, kejayaan Gunung Kelud sebagai wisata andalan pada masanya tidak habis begitu saja. Selain area wisata di area lereng Gunung Kelud mulai dikembangkan, jalur pendakian yang dulunya ada mulai tampak ramai. Puncak-puncak yang ada sekarang merupakan sisa erupsinya yang menarik minat para pecinta alam untuk kembali menyapa pesona alamnya.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Gunung Kelud
Gunung Kelud berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ada 2 jalur pendakian Gunung Kelud yang bisa dilalui yaitu :
  1. Jalur pendakian via Tulungrejo
  2. Jalur pendakian via Karangrejo
Kedua jalur pendakian di atas bisa diakses dari Blitar. Sedangkan jalur wisata bisa melalui Desa Sugihwaras, Kediri. Jalur Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo merupakan jalur pendek, mudah diakses dan umumnya menjadi favorit para pendaki. Sedangkan Jalur Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo berada di Desa Karangrejo, Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Pendakian via Karangrejo memiliki jalur yang lebih panjang, akses yang cukup sulit dan terkesan sepi. Namun, keduanya menyajikan pesona alam yang berbeda.

Jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo, dari Kota Blitar bisa ambil rute ke perempatan Garum ke utara untuk menuju ke Kantor Desa Karangrejo. Dari Kantor Desa Karangrejo lurus ke timur sekitar 300 meter hingga menemukan perempatan - ditandai dengan pos di kanan jalan, ambil arah kiri. Ikuti jalan hingga sampai di pertigaan besar - ditandai ada Sekolah Dasar di kanan jalan. Ambil arah kiri, memasuki ke area perkebunan. Jika bingung, pakailah GPS (Gunakan Penduduk Sekitar).  



Jalan di area perkebunan beragam, mulai aspal mulus, tanah padat, makadam hingga jalur berbatu dan berpasir. Jalur cukup sulit dan berliku jadi harap bersabar. Jika menemukan pertigaan, semuanya bisa dilalui karena tetap akan bertemu satu jalur di ujung. Setelah melewati kurang lebih tiga tanjakan curam, trek kembali datar hingga sampai Pos 1. 


Pos 1 - Pos 2

Pos 1 berupa tanah datar, cukup luas dengan sebuah shelter. Disini lokasi yang strategis untuk parkir kendaraan roda 2. Sebelum jalur di area pendakian rusak, motor bisa dibawa naik hingga pos 5 dengan trek terjal di jalan setapak.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 1
Jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo dimulai menyusuri jalan setapak datar dari Pos 1. Tak jauh dari Pos 1, akan melalui tanjakan berupa cor-cor'an yang tidak terlalu panjang. Jalur menuju ke Pos 2 didominasi trek tanah padat dan menanjak ringan.

Pos 2 - Pos 3

Pos 2 di jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo berupa area datar sempit di sisi kanan jalur pendakian. Pos 2 berupa rangka shelter kayu tanpa atap yang cocok untuk beristirahat sejenak setelah tanjakan ringan dari Pos 1.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 2

Pos 2 - Pos 3

Selepas pos 2, jalur cenderung datar melewati jalan setapak mulus, rimbun, melipir lereng bukit dengan sungai lahar tak jaun di sebelah kanan. Jalur dari pos 2 ke pos 3 merupakan jalur antar pos terpendek dengan trek yang ringan. Pos 3 berupa area datar yang lebih luas dengan dua shelter berhadapan. Jika memungkinkan dan untuk menghemat waktu pendakian, lokasi ini cocok untuk parkir motor sekaligus bermalam. 
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 3

Pos 3 - Pos 4

Dari pos 3, jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo berlanjut dengan trek yang tidak jauh beda dari sebelumnya, berupa tanah padat di jalan setapak mulus di tengah rimbunnya hutan. Jalur kembali menanjak ringan sampai si Pos 4. Pos 4 berupa area datar si sisi kanan jalur pendakian dengan sebuah shelter dan cocok untuk beristirahat sejenak.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 4

Pos 4 - Pos 5

Jalur pendakian dari pos 4 - pos 5 merupakan jalur antar pos yang lebih penjang dibanding pos sebelumnya. Trek tanah padat menanjak dan batang-batang pohon tumbang yang melintang akan menjadi tantangan kecil yang harus dilalui. Jalur yang rapat dan teduh akan mengantar hingga pos 5.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 5
Pos 5 berupa area datar sempit dengan sebuah shelter. Tak jauh di atas area pos 5 ada shelter yang cocok untuk beristirahat. Tapi untuk jalur pendakian, jangan mengikuti arah ke shelter selanjutnya, tetap ikuti jalur utama. Pos 5 merupakan pos bershelter terakhir di sepanjang jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo. 

Pos 5 - Camp Area

Dari pos 5, ada area terbuka di sisi bukit dengan pemandangan perbukitan di sekeliling Gunung Kelud. Puncak Sumbing Gunung Kelud tampak jauh di belakang bukit-bukit hijau yang menutupinya. Pemandangan di area ini sangat indah, sehingga bisa digunakan untuk istirahat, makan siang, nongkrong ataupun merenung - ingin melanjutkan pendakian atau tidak. And now you're ready for hiking.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Area Terbuka Selepas Pos 5
Bisa dibilang area terbuka Pos 5 adalah permulaan dimana pendakian yang sesungguhnya dimulai. Selepas area datar, trek berlanjut dengan melipir bukit dengan jurang di sebelah kiri. Disini wajib berhati-hati agar tidak terpeleset maupun salah injak, karena jalur setapak sudah terhalang rerumputan. Jalur ini akan melewati dua lokasi bekas longsor, jadi pastikan kondisi di atas aman sebelum lewat. 
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Watch out !
Jalur dilanjutkan naik-turun menyusuri puncak bukit dengan vegetasi pepohonan perdu dan rumput. Perbukitan indah di kanan dan kiri bisa menjadi obat lelah yang lumayan efektif. Perjalanan naik-turun season pertama yang melelahkan diakhiri dengan sampainya di camp area.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Camp Area
Camp Area bukanlah tanah lapang untuk memuat banyak tenda seperti yang banyak dikenal. Camp Area berupa area lapang, cukup berpasir dengan kontur cenderung miring. Jadi camp area ini seperti lokasi terbaik untuk camp, dibandingkan lokasi-lokasi setelahnya. Tak jauh dari camp area juga ada area lapang dengan karakteristik yang sama. Jika beruntung, camp area menyajikan logistik gratis seperti jambu dan buah beri liar. Hm.... tak salah disebut camp area.


Camp Area - Batas Vegetasi


Selepas camp area, pendakian Gunung Kelud via Karangrejo dilanjutkan dengan jalur setapak memutari bukit. Di jalur pendakian akan melewati bukit tebing dengan batuan besar di atasnya - perlu diwaspadai jika terjadi longsor. Selanjutnya trek kembali masuk ke dalam vegetasi hutan rapat, rimbun dan lembab yang dihuni komplotan pacet. 

Selepas berjibaku dengan rapatnya hutan perbukitan Gunung Kelud, area kembali terbuka sekaligus menyiksa. Di sekeliling jalur yang terbuka akan nampak perbukitan hijau Gunung Kelud yang membentang gagah, tapi kabar buruknya, trek yang lebih kejam harus kembali dilalui. Jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo berlanjut dengan trek menanjak yang cukup curam. Hal ini yang menjadi faktor adanya tiga tangga besi dan tali di setiap tanjakan curam'nya.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Jalur Awal vs Jalur Ular Tangga
Layaknya bersenang-senang dulu, bersusah-susah kemudian, jalur ular tangga ini sangat menguras tenaga. Selepas bermain ular tangga, tantangan pendakian belum berakhir. Jalur menanjak yang didominasi tumbuhan perdu dan buah beri liar akan mengantar hingga tanah padat yang dilalui berubah menjadi berpasir. Itulah batas vegetasi.

Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Batas Vegetasi
Dari batas vegetasi, mungkin ingatan akan kembali ke Jalur Pendakian Gunung Semeru, bedanya trek berpasir Gunung Kelud via Karangrejo ini lebih pendek dan tidak begitu curam. 

Batas Vegetasi - Puncak Plontos

Meski tidak begitu panjang, trek berpasir menuju Puncak Plontos cukup melelahkan. Dengan latar belakang perbukitan yang berjajar indah, beristirahat di area berpasir memang mengasyikkan. Ujung area berpasir, yaitu Puncak Plontos, merupakan jalur pendakian menuju ke Puncak Kelud. Puncak ini berupa daerah yang luas, berpasir dengan sedikit tumbuhan perdu, sehingga masyarakat di area Karangrejo menyebutnya Puncak Plontos. Perjalanan belum berakhir sampai disini, ambil arah kenan ke arah jalur pendakian.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Jalur Pendakian dari Puncak Plontos
Dari Puncak Plontos, jalur pendakian selanjutnya tampak jelas di bawah dengan Puncak Kelud dan Puncak Sumbing sebagai batas akhir pendakian. Sedangkan kawah Gunung Kelud ada di balik kedua puncak tebing tersebut dan hanya bisa dilihat di Puncak Kelud. 

Puncak Plontos - Puncak Kelud

Perjalanan panjang ke Puncak Plontos, perjalanan dilanjutkan menuruni puncak. Jalur turun sudah dilengkapi dengan tali untuk memudahkan menuruni Puncak Plontos yang cukup curam - gunakan teknik rappeling

Sampai di bawah, jalur berupa pasir padat seperti Jalur Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo. Meski jalur pasir padat bercampur kerikil ini lebih panjang, treknya cenderung datar dan kembali menanjak ketika mendekati ujung jalur. Di ujung jalur, Puncak Sumbing berdiri gagah di antara tebing-tebing yang lain. Bebatuan besar tersebar di bawah tebing, mewarnai pendakian ke Puncak Kelud. 
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Trek Bebatuan

Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Kaki Puncak Kelud
Dari jauh, Puncak Kelud berupa lengkungan di tengah dua tebing - salah satunya adalah tebing Puncak Sumbing. Untuk ke Puncak Kelud, dari ujung jalur pasir, trek kembali turun menyusuri jalur terjal yang didominasi bebatun besar, kemudian dilanjutkan dengan memanjat tebing ke arah kanan. 

Tidak diperlukan tali untuk naik ke Puncak Kelud, tapi jika naik ke Puncak Sumbing, perlu Peralatan Panjat Tebing yang safety yang sebaiknya dilakukan oleh profesional. Mendekati Puncak Kelud, trek bebatuan mulai bercampur pasir yang cukup licin, sebelum akhirnya sampai di Puncak Kelud.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Puncak Kelud
Puncak Kelud merupakan bibir kawah tepat di sebelah kiri kaki Puncak Sumbing. Dari Puncak Kelud, tampak kawah Gunung Kelud tampak lebih dekat dibandingkan dilihat dari Jalur Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo. Area Puncak Gunung Kelud tidak begitu luas, sehingga menikmatinya'pun bisa lebih puas. 
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Kawah Gunung Kelud dari Puncak Kelud

Tips Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo :
  1. Jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo minim petunjuk arah. Jika bingung, tanyakan ke penduduk sekitar.
  2. Gunakan kendaraan roda dua sampai ke Pos 1. Kendaraan roda 4 tidak disarankan untuk ke pos 1 karena medan yang sulit, terjal dan sempit.
  3. Persiapkan logistik sebelum masuk ke area perkebunan karena di sepanjang jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo tidak ada sumber air.
  4. Jika memungkinan dan dalam kondisi bagus, motor bisa dibawa hingga ke pos 4, atau lebih amannya bisa diparkir di Pos 1. Motor tidak bisa dibawa ke Pos 5 karena ada pohon tumbang di jalur menuju Pos 5.
  5. Untuk keamanan, parkir motor dengan rapi dan kunci ganda. 
  6. Berhati-hatilah ketika melewati area longsor selepas Pos 5. Selain bekas longsor, jalur ada di tepi jurang dan tertutup rerumputan. 
  7. Lokasi camp yang aman bisa di lokasi shelter. Untuk mendapatkan view menawan bisa camp di Pos 5 (Area shelter atau area terbuka). Untuk menghemat waktu pendakian yang panjang bisa camp di Camp Area.
  8. Vegetasi hutan di sepanjang perjalanan sangat rapat, alat tebas mungkin bisa membantu untuk pendakian. 
  9. Meski tidak hujan, pakailah celana jas hujan selepas pos 5, agar celana tidak basah ketika menyusuri vegetasi lebat yang basah karena kabut pagi. Tetap kondisikan cuaca. 
  10. Waspadai gangguan hewan di area jalur pendakian seperti lebah, pacet dan ulat bulu.
  11. Bawalah pelindung kepala karena dari batas vegetasi, tidak ada lokasi teduh untuk berlindung dari panas kecuali mendung.
  12. Biasanya kabut turun sekitar jam 10 pagi. Jika dari batas vegetasi berkabut, tidak menutup kemungkinan cerah di area puncak. Tetap kondisikan cuaca, jika kabut teba dan jalur pendakian tidak terlihat, disarankan tidak melanjutkan perjalanan terlebih naik ke Puncak Kelud.
  13. Berhati-hatilah ketika naik ke Puncak Kelud agar tidak terpeleset, begitu juga sebaliknya ketika turun. 
  14. Jangan naik ke Puncak Sumbing tanpa Perlengkapan Panjat Tebing yang safety dan panjat tebing harus dilakukan oleh yang sudah profesional.
  15. Jagalah kebersihan dengan membawa sampah turun dan tidak melakukan vandalisme.
Cheers... "KK Team"

Itinerary Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo :
Pos 1 - Pos 2 : 12 menit
Pos 2 - Pos 3 : 10 menit
Pos 3 - Pos 4 : 12 menit
Pos 4 - Pos 5 : 20 menit
Pos 5 - Camp Area : 35 menit
Camp Area - Batas Vegetasi : 1 jam
Batas Vegetasi - Puncak Plontos : 20 menit
Puncak Plontos - Puncak Kelud : 25 menit

Legenda Dewi Anjani dan 10 Misteri Gunung Rinjani

Asal Usul Gunung Rinjani Lombok. Siapa yang tidak mengenal Gunung Rinjani?. Gunung di dalam deretan 7 Summit Indonesia ini mendapat predikat sebagai gunung terindah di Indonesia. Gunung Rinjani memiliki pemandangan alam yang sangat luar biasa. Savana, hutan, bukit, danau dan air panas membentuk perpaduan yang luar biasa di dalam Taman Nasional Gunung Rinjani. Kecantikan Gunung Rinjani tidak jauh berbeda dengan Dewi Anjani - dewi cantik penguasa gunung berapi berketinggian 3.726 mdpl ini. Asal-usul Gunung Rinjani'pun dikaitkan dengan kisah legenda Dewi Anjani.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gunung Rinjani
Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki luas sekitar 41.300 Ha (diusulkan penambahannya menjadi 76.000 Ha). Di sebelah barat puncaknya terdapat kaldera memanjang ke timur dengan luas sekitar 3.500 m x 4.800 m dan di kaldera ini terdapat Danau Segara Anak seluas 11 km persegi dengan kedalaman 230 m.

Gunung Rinjani dikenal karena alamnya yang memikat mata. Nama yang cantik memang sepadan dengan pemandangan alamnya yang mempesona. Kecantikan Gunung Rinjani tidak lepas dari Legenda Dewi Anjani yang dipercaya sebagai penguasa Gunung Rinjani. Siapakah Dewi Anjani dan apa hubungannya dengan Gunung Rinjani?

Legenda Dewi Anjani

Menurut cerita rakyat Lombok, Dewi Anjani adalah anak dari Resi Gotama dan Dewi Windradi. Dia mempunyai dua saudara yaitu Guwarsa (Subali) dan Guwa Resi (Sugriwa). Hubungan gelap dari Dewi Windradi dan Bhatara Surya membuat Bhatara Surya memberikan pusaka kedewataan Cupumanik Astagina pada Dewi Windradi dengan syarat tidak boleh ditunjukkan pada siapapun walaupun anaknya sendiri.

Karena rasa sayang yang begitu besar, Dewi Windradi memberikan pusaka Cupumanik kepada Dewi Anjani. Dewi Anjani terpergok kedua saudaranya ketika mencoba pusaka tersebut, hingga terjadi keributan. Akibat kesalahan kecil dari Dewi Anjani, hubungan Dewi Windradi'pun terbongkar. Resi Gotama yang marah mengutuk Dwi Windradi menjadi batu dan melempar pusaka sakti ke udara yang diperebutkan ketiga anaknya. Cupu itu terbelah menjadi dua dan menjadi telaga. Mereka bertiga yang menyentuh telaga itu langsung terkutuk menjadi kera. Resi Gotama'pun menyuruh mereka untuk bertapa untuk menebus dosa.

Suatu ketika Batara Guru melewati Telaga Madirda, Dieng - tempat Dewi Anjani bertapa. Melihatnya kurus kering, dilemparkannya dedaunan sinom di pangkuan Dewi Anjani. Dewi Anjani memakannya dan karena daun itu, dia langsung hamil. Bayi yang dilahirkan berwujud kera putih yang diberi nama Hanoman.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Dewi Anjani
Cerita rakyat Lombok tersebut tidak diketahui secara jelas bagaimana hubungan Dewi Anjani dengan Gunung Rinjani. Legenda Dewi Anjani justru lekat kaitannya dengan Telaga Madirda di Dataran Tinggi Dieng. Mungkin ada legenda Dewi Anjani yang lain? Who knows?.

Asal Usul Gunung Rinjani

Asal usul Gunung Rinjani yang paling populer adalah kisah Datu Tuan. Konon dahulu di dekat Pelabuhan Lembar terdapat Kerajaan Tuan yang dipimpin Raja bernama Datu Tuan bersama permaisurinya Dewi Mas. Meski kerajaannya makmur, raja sering bersedih karena usia semakin tua belum dikaruniai anak. Suatu hari raja memohon pada istrinya untuk menikah lagi agar mereka bisa memiliki anak pewaris kerajaan. Setelah permaisuri setuju, raja meminang seorang gadis bernama Sunggar Tutul.

Sejak itu perhatian raja terhadap Dewi Mas berkurang. Kesabaran Dewi Mas mendapatkan balasan dari Yang Maha Kuasa, dia akhirnya mengandung. Kabar ini mengejutkan Sunggar Tutul sehingga dia merencanakan hasutan untuk Dewi Mas dengan mengatakan bahwa anak yang dikandung hasil dari hubungan gelap dengan Lok Deos. Raja yang murka segera mengusir Dewi Mas dari istana.

Dewi Mas dan pengiringnya membangun pemukiman di sebuah gili. Pada suatu hari datanglah nahkoda yang berlabuh ke gili dan menemukan Dewi Mas. Setelah bercerita, Dewi Mas meminta nahkoda mengantarkannya ke Bali. Akhirnya Dewi Mas dan pengikutnya membangun pemukiman baru di Bali. Dewi Mas melahirkan dua anak kembar dengan keajaiban. Seorang bayi laki-laki lahir dengan sebilah keris, diberi nama Raden Nuna Putra Janjak. Sedangkan bayi perempuan lahir dengan anak panah, diberi nama Dewi Rinjani.

Beranjak dewasa, Dewi Mas menceritakan kisahnya kepada kedua anaknya. Mengetahui bahwa ayahnya telah mengusir ibunya, Raden Nuna Putra Janjak sangat marah dan bersama pengiringnya berlayar ke Lombok. Sampainya di istana, terjadi keributan antara Raden Nuna Putra Janjak dengan penjaga. Dengan keris di tangannya, Raden Nuna sangat sakti hingga Datu Tuan harus turun tangan. Ketika mereka bertarung, terdengar suara dari langit yang mengatakan bahwa Raden Nuna adalah anak kandungnya. Datu Tuan menangis dan menyesal, kemudian segera menjemput permaisuri ke Bali.

Akhirnya mereka kembali ke istana, tiada dendam dengan Sanggar Tutul dan hidup damai. Datu Tuan menyerahkan tahta kerajaan kepada Raden Nuna Putra Janjak. Kemudian, Datu Tuan menyepi di gunung diiringi Dewi Rinjani. Di puncak gunung itu mereka bersemedi dan Dewi Rinjani diangkat oleh para jin untuk dijadikan ratu. Sejak saat itulah gunung tertinggi di pulau Lombok tersebut dinamakan Gunung Rinjani.


Sejarah Gunung Rinjani

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, termasuk pecinta alam dan pendaki gunung, ada tiga versi kenapa gunung tertinggi di Nusa Tenggara tersebut dinamakan Rinjani, yaitu :
  1. Rinjani berasal dari bahasa jawa kuno 'Rinjan' yang berarti 'Tuhan'. 
  2. Rinjani diambil dari nama Dewi Rinjani yang mengantar Datu Tuan bertapa di atas gunung.
  3. Rinjani dilatarbelakangi kisah Putri Anjani yang menjadi hubungan dengan pria miskin namun tidak disetujui ayahnya, hingga akhirnya dia kabur menghabiskan sisa hidup di atas gunung. Para jin mengangkatnya menjadi ratu kerajaan mereka dan dinamailah gunung tersebut Rinjani. Namun, tidak jelas asal usul maupun legenda tentang Putri Anjani ini. 

Misteri dan Mitos Gunung Rinjani

Gunung Rinjani merupakan simbol sakral bagi suku Sasak dan suku Bali. Gunung cantik ini dikenal sebagai tempat Dewi Rinjani yang menurut legenda telah menjadi ratu jin, ada berbagai misteri yang ikut mewarnai keindahan Gunung Rinjani. Legenda, mitos dan larangan'pun sudah berkembang menjadi kepercayaan turun-temurun.

1. Dewi Anjani
Gunung Rinjani erat kaitannya dengan sosok Dewi Anjani. Masyarakat meyakini bahwa Dewi Anjani berparas cantik, terlahir dari perkawinan manusia Sasak dengan Jin dan masih keturunan Raja Selaparang. Masyarakat sering mengadakan upacara ritual dengan melarung emas berbentuk ikan ke Danau Segara Anak untuk menghormati keberadaan Dewi Anjani agar lingkungan sekitar Gunung Rinjani aman tentram.

2. Segara Muncar
Dari puncak Gunung Rinjani ke arah tenggara ada kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Konon pada saat tertentu terlihat istana ratu jin. Pengikutnya diyakini golongan jin yang baik. Segara Muncar menjadi salah satu nama tari kontemporer di Lombok yang menceritakan kisah malam pengantin Dewi Anjani.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Segara Muncar
Masyarakat Sasak percaya bahwa puncak Gunung Rinjani di jalur pendakian gunung adalah puncak semu, sedangkan puncak sejatinya dilindungi agar tidak tersentuh makhluk lain. 

3. Gunung Barujari
Gunung Barujari adalah anak Gunung Rinjani di Segara Anak. Menurut kepercayaan masyarakat, Gunung Barujari merupakan pusar Gunung Rinjani. Sebagian juga percaya bahwa meletusnya Gunung Barujari karena bangsa jin yang ada disana sedang membangun sesuatu. Hal ini nampak dari bebatuan yang tersusun rapi di sekitar kaki Gunung Barujari.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gunung Barujari

4. Danau Segara Anak
Setiap tahun sebanyak dua kali, masyarakat Hindu Bali melakukan upacara di Segara Anak, sedangkan masyarakat Sasak bisa melakukannya berkali-kali. Danau Segara Anak dipercaya memberi suatu peringatan. Masyarakat percaya jika melihat danau terlihat luas, maka umur akan panjang, begitupula sebaliknya. Mitosnya, siapapun yang mandi atau berenang di danau harus tau diri dan tidak berniat jahat untuk menghindari gangguan dari penunggu danau.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Segara Anak

5. Air Panas Aiq Kalak
Sumber air panas di lereng Gunung Rinjani ini konon memiliki kesaktian. Selain biasa digunakan para pendaki untuk melepas lelah, orang-orang sakti biasanya mengetes kekuatan keris dan senjata di sumber air panas. Mitosnya, jika pusaka tidak memiliki kekuatan, maka akan langsung rusak atau bengkok. Demikian juga minyak obat bertuah dari minyak kelapa. Jika minyak yang disebut Siu Satus Tunggal direndam dan berubah semakin jernih, maka minyak tersebut memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Air Panas Aiq Kalak
Bagi masyarakat Gumi Sasak, tempat pemandian ini dipercaya sebagai tempat pemandian Adipati Surabaya Raden Mas Jayanegara yang merupakan salah satu tokoh pewayangan di Lombok.

6. Tempat Para Wali
Masyarakat Sasak Lombok percaya bahwa di sekitar Danau Segara Anak ada sebuah masjid besar yang dibangun para gaib. Selain sebagai tempat ibadah, masjik tersebut konon dipercaya sebagai tempat diadakannya pertemuan para wali baik yang sudah tinggal disana maupun para wali yang masih hidup, namun memiliki kesaktian menembus alam gaib. Para wali inilah yang selalu menjaga Gunung Rinjani agar tidak meletus dan menyengsarakan penduduk Lombok.

7. Tempat Sakral
Ada beberapa tempat yang disucikan sebagai tempat bertapa dan juga tempat sakral untuk menyempurnakan ilmu. Menurut masyarakat setempat, penganut paham tarekat menunaikan ibadah haji ke Gunung Rinjani, mungkin maksudnya sebagai salah satu perenungan kebesaran Tuhan.  
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Upacara Mulang Pekelem
Selain itu ada daerah tertentu di lereng Gunung Rinjani yang tidak boleh dimasuki (terlarang) karena diyakini daerah angker, dimana yang memasukinya akan hidup dan tinggal di daerah jin (hilang).

8. Gua Susu
Gua Susu berada sekitar 1 kilometer dari Segara Anak mengikuti jalur pendakian via Torean. Di dalam Gua Susu terdapat air panas dan dari stalagtitnya ada tetesan air yang konon berasa seperti susu, kadang berbeda-beda. Tempat ini sering digunakan peribadatan suatu golongan dan meditasi mencari kekuatan gaib. Mitosnya, mulut gua susu dipercaya akan lebih lebar jika yang masuk orang baik dan menjadi sempit jika yang masuk orang berniat jahat. 
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gua Susu

9. Bunga Sandar Nyawa (Edelweiss)
Semua pendaki gunung pasti tau bunga abadi bernama latin Anaphalis Javanica ini. Menurut kepercayaan masyarakat di sekitar Gunung Rinjani, tanaman ini adalah tanaman di dalam Taman Sari dari kerajaan Jin di alam gaib. Untuk memperoleh bunga ini, masyarakat jaman dahulu harus berani mempertaruhkan nyawa, itu sebabnya bunga ini juga disebut bunga Sandar Nyawa. Mitosnya, bunga ini tidak pernah layu dan mempunyai usia yang sama dengan makluk gaib. 
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Bunga Sandar Nyawa (Edelweiss Rinjani)

10. Larangan Keluh Kesah
Keluh kesah seperti sudah mendarah daging di dalam diri pendaki ketika mendaki gunung yang seharusnya tidak dilakukan di gunung manapun. Namun, jangan berkeluh kesah di Gunung Rinjani. Kepercayaan yang berkembang terkait dengan Gunung Rinjani adalah soal kekawatiran. Mitosnya, bila mengkawatirkan sesuatu ketika pergi ke Gunung Rinjani, konon kekawatiranya bisa menjadi kenyataan. 

Asal usul Gunung Rinjani termasuk penamaannya, tidak bisa dibuktikan secara pasti dengan adanya berbagai versi legenda yang beredar. Berbagai misteri maupun mitos juga tidak sepenuhnya wajib dipercayai, tetapi menghormati dan menghargai kepercayaan masyarakat setempat mengenai Gunung Rinjani perlu dilakukan untuk menjaga keasrian alam Gunung Rinjani yang kini mulai tercemar akibat ulah manusia nakal yang tidak menghargai alam maupun budaya dan kepercayaan masyarakat setempat.

Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit

Candi Simping Blitar. Blitar dikenal sebagai kota proklamator dengan berbagai wisata menarik di dalamnya. Blitar menyimpan banyak cerita sejarah, mulai dari kerajaan Hindu-Budha hingga masa kemerdekaan. Hal ini tampak dari adanya beberapa peninggalan berupa candi-candi dan tempat bersejarah yang tersebar di Blitar. Selain Makam Bung Karno yang menjadi tujuan wisata populer, ada makam proklamator Kerajaan Majapahit yaitu Raden Wijaya. Seperti diketahui dalam sejarah, Raden Wijaya merupakan pendiri Kerajaan Majapahit. Pada kepercayaan masa itu, bukan jasad Raden Wijaya yang dimakamkan tetapi berupa tempat perabuan yang dikenal dengan nama Candi Simping.
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Candi Simping
Candi Simping terletak di Dusun Krajan, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Rute dari Blitar ke arah Kademangan mengikuti arah ke Pantai Tambakrejo. Setelah pom bensin di kiri jalan, ikuti petunjuk ke arah Candi Simping di jalan masuk sebelah kanan. Ikuti petunjuk arah, Candi Simping ada di sebelah kiri jalan.

Candi Simping dikenal sebagai tempat perabuan Raden Wijaya (Sri Kertarajasa Jayawardana) yang wafat pada tahun 1309. Kitab Negarakertagama juga menyebutkan bahwa Raden Wijaya diperabukan di Candi Brau Trowulan. Pada jaman kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, tempat perabuan raja yang meninggal akan dicandikan dan diwujudkan sebagai dewa yang mereka puja semasa hidup, karena raja dianggap perwujudan dewa. Candi di Blitar ini berbeda dengan candi-candi lain yang berdiri megah. Candi Simping ini hanya tersisa sebagian dan bangunan utama candi hanya tinggal pondasinya. Namun, sisa peradaban Kerajaan Majapahit tetap bisa dirasakan di tempat wisata sejarah ini.

Raden Wijaya dan Majapahit

Menurut prasasti Kudadu (1216 saka), Singasari ketika pemerintahan Raja Kertanegara mendapat serangan dari tentara Kediri dibawah Jayakatwang. Keadaan yang memporak porandakan Singasari ini menyisakah seorang satria bernama Raden Wijaya. Putra mahkota ini sempat menyelamatkan diri dan meminta perlindungan sahabatnya, Bupati Arya Wiraraja di Madura. Meski sebelumnya Arya Wiraraja pernah diam-diam membantu Jayakatwang, kini dia memihak Raden Wijaya dengan memohon raja Kediri untuk menerima Raden Wijaya sebagai pengatur hutan di Tarik, tempat prabu Daha berburu.

Disitulah kemudian Raden Wijaya membabat dan menata hutan di Tarik dibantu Arya Wiraraja. Lambat laun hutan tersebut berubah fungsi sebagai desa yang tertata baik layaknya sebuah negara. Karena terdapat buah Maja yang rasanya pahit, dukuh Tarik pun dirubah namanya menjadi Majapahit.

Berikutnya tentara Tartar dari Mongol berniat menggempur Singasari yang sudah runtuh. Hal ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk bergabung dengan tentara Tartar dan menggempur kerajaan Kediri yang dianggap penerus Singasari. Gabungan pasukan tersebut berhasil membumi hanguskan kerajaan Kediri. Runtuhnya Kediri menjadi kelahiran Kerajaan Majapahit dibawah pemerintahan Raden Wijaya.


Raden Wijaya sangat dimuliakan rakyatnya berkat kemakmurah dan keadilan yang diberikan. Dia rendah hati dan tidak pernah melupakan leluhurnya. Raden Wijaya memperhatikan beberapa candi yang difungsikan pendharmaan leluhurnya di daerah. Pada masa tuanya, banyak teriadi pemberontakan yang dilakukan oleh teman-teman dekatnya. Pemberontakan Ranggalawe dan pembalasan Lembu Sora bisa dipadamkan pada tahun 1300 M. Pada tahun 1231 atau tahun 1309 M, Raden Wijaya mangkat dan pendharmaan abunya di Anthahpura dalam peripih tersimpan di Candi Simping.
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Pendharmaan Abu Raden Wijaya


Sekilas Tentang Candi Simping

Berikut penjabaran dan penegasan tentang Candi Simping (Candi Sumberjati) yang terhimpun di dalam kitab Negarakertagama :
  1. Pupuh XLVII/3 : tahun Saka surya mengitari bulan (1231 Saka atau 1309 M), Sang Prabu (Raden Wijaya) wafat, disemayamkan di dalam pura Antahpura, begitu nama makam dia, dan di makam Simping ditegakkan arca Siwa...
  2. Pupuh LXI/4 (perjalanan Raja Hayam Wuruk 1) : Baginda Raja meninggalkan Lodoyo menuju desa Simping, dengan rela seraya memperbaiki candi tempat memuja leluhur. (Sah sangke lodhaya sira manganti simping, sweccha nambya mahajenga ri sang hyang dharma,)
  3. Pupuh LXII/1 (perjalanan Raja Hayam Wuruk 2) : Pada tahun saka Anilastanah-1285 (1363 Masehi) Baginda Raja dikisahkan, Baginda Raja pergi ke Simping konon akan memindahkan candi. (Irikanganilastanah saka nrepeswara Warnnana, mahasahasi simping sang hyang dharma rakwa siralihen,)
Raden Wijaya diwujudkan sebagai Arca Harihara karena peranannya yang besar dalam sejarah Singasari - Majapahit. Dia dianggap sebagai Wisnu yang berhasil  menyelamatkan Singasari dari serangan Jayakatwang dan dianggap Syiwa karena penganut Syiwa yang taat. Harihara berasalah dari kata "hari" sebagai nama lain Dewa Wisnu dan "hara" nama lain Dewa Syiwa.
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Sketsa Candi dan Arca Harihara
Tertulis bahwa pada jaman Raja Hayam Wuruk, Candi Simping pernah dipugar. Namun kini, kondisi Candi Simping hanya berupa lantai pondasi, sedangkan bangunannya sudah runtuh. Reruntuhan bangunan candi ditata dengan rapi di area sekitar candi sehingga sisa-sisa kemegahan Candi Simping pada masanya masih bisa dirasakan.

Karakteristik Candi Simping

Berbeda dengan candi-candi di Trowulan, Candi Simping dibangun dengan bahan dasar batu andesit. Candi Simping menghadap ke barat dengan panjang 10,5 meter dan lebar 8,5 meter. Di sisi barat ada tangga sebagai jalan masuk ke ruang candi. Dinas Kepurbakalaan memperkirakan bentuk candi ini ramping seperti candi Jawa Timur'an dengan tinggi sekitar 18 meter.

Pada batur candi atau dasar dari struktur candi, terpahat berbagai relief macam binatang seperti singa, angsa, merak, burung garuda, babi hutan dan kera. Sedangkan di halaman candi ada hiasan-hiasan bermotif suluran bunga. Di tengah batur candi ada batu berbentuk kubus sebagai tempat sesajian yang dulunya tempat abu Raden Wijaya. Di atas pintu utama dipahat kepala Kala sebagai penjaga pintu mengelilingi 4 sisi candi. Di Candi Simping sebenarnya ada arca Harihara setinggi 2 meter dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. 
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Pahatan Kepala Kala
Reruntuhan Candi Simping sebagian diletakkan rapi di sebelah barat, sementara di sebelah utara terdapat 4 buah makara berupa Kepala Raksasa. Di sebelah timur terdapat reruntuhan badan dan atap candi. Sedangkan di bagian selatan terdapat sebuah Lingga-Yoni yang bagian bawah bersudut empat dan bagian atas bersudut delapan.
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Reruntuhan Barat Candi Simping
Kondisi Candi Simping yang nyaris rata dengan tanah dengan sisa reruntuhan tidak memungkinkan untuk dipugar karena banyak bagian candi yang hilang. Sisa reruntuhan candi yang tertata rapi'pun dirawat dengan baik oleh penjaga candi, Bapak Susilo. Melihat kondisi Candi Simping ini tentu sedih. Bagaimanapun, disinilah seorang pendiri Kerajaan Majapahit diperabukan dan kini situs Candi Simping'pun dipandang sebelah mata. Meski begitu, Candi Simping masih layak dikunjungi untuk pengkajian ilmu maupun rekreasi. 

Tips Mengunjungi Candi Simping Blitar :

  1. Merupakan bangunan yang bersejarah dan tempat yang disucikan pada masanya, jagalah sikap dan hormati kepercayaan setempat.
  2. Jangan merusak atau melakukan vandalisme di area wisata sejarah Candi Simping.
  3. Ikuti aturan berlaku yang sudah tertera. Ada beberapa bagian reruntuhan yang dilarang untuk disentuh, diinjak ataupun dinaiki.
  4. Untuk masuk ke dalam candi yang tinggal reruntuhan, ikutilah aturan dengan melepas alas kaki untuk menghormati Raden Wijaya sebagai leluhur yang dalam kepercayaan Hindu diwujudkan sebagai dewa.
  5. Jagalan kebersihan di area tempat wisata.