De Karanganjar Koffieplantage - Tempat 'Ngopi' Unik Anti Mainstream

Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar. Bagi sebagian besar orang, kurang lengkap rasanya jika berbincang santai alias nongkrong dilakukan tanpa ngopi. Kopi memang masih berada di puncak klasemen dalam hal menjadi teman setia ngobrol, khususnya kalangan remaja maupun dewasa. Menikmati kopi anti mainstream tentu menjadi hal menarik. Bukan hanya dikhususkan untuk para pecinta kopi saja, namun bisa membuat siapapun jatuh cinta. Sebut saja De Karanganjar Koffieplantage, perkebunan yang disulap menjadi pusat kopi unik anti mainstream.
perkebunan kopi karanganyar
Perkebunan Kopi Karanganyar
Perkebunan Kopi Karanganyar berada di Dusun Karanganyar, Desa Modangan, Nglegok, Kabupaten Blitar. Rute arah menuju tempat wisata di Blitar ini tidak susah. Dari Kota Blitar ikuti arah ke Nglegok - searah dengan tempat wisata Candi Penataran. Sampainya di pertigaan penataran, ambil arah ke kanan dan ikuti arah hingga menemukan perempatan Kantor Desa Modangan, kemudian ambil arah kiri. Ikuti arah ke Kampung Melon dan lanjutkan mengikuti jalan hingga sampai ke area perkebunan.

Tempat wisata Perkebunan Kopi Karanganyar kini menjadi icon wisata baru di Blitar yang sangat diminati wisatawan dari berbagai kalangan. Bukan hanya para pecinta kopi, photografer maupun pecinta sejarah juga bisa menikmati kegemarannya disini. Spot-spot menarik, cafe klasik dan beberapa museum berdiri megah dan unik di area 300,0600 Ha. Seperti sulap, nama Perkebunan Kopi Karanganyar mulai meluap di kalangan wisatawan.
perkebunan kopi karanganyar
De Karanganjar Koffieplantage
Perkebunan Perkebunan Kopi Karanganyar dikelola oleh pihak swasta PT.Harta Mulia dengan luas sekitar 300,0600 Ha dengan komoditi utama cengkeh, durian, ketela dan kopi. Kini produk utama yang masih dilanjutkan adalah cengkeh dan kopi. Tempat wisata Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar ini masih terus pada tahap perkembangan. 

Ada beberapa lokasi menarik di tempat wisata Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar ini yang tidak boleh dilewatkan :

1. Rumah Loji

Rumah Loji merupakan tempat tinggal orang tua Bupati Blitar Herry Noegroho (masa jabatan 2006 - 2016) yang memiliki Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar ini. Siapapun yang masuk tidak akan keluar dengan kepala kosong karena guide akan menjelaskan sejarah dan perkembangan Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar. Tour Rumah Loji buka jam 10.00 - 12.00 dan 13.00 - 16.00.
rumah loji
Rumah Loji

2. Onze Grootouders Cafe

Ini pasti menjadi angin segar bagi para pecinta kopi yang biasanya merajalela ketika berada di suatu daerah yang mempunyai rasa kopi khas. Disini, berbagai sajian kopi khas nusantara disajikan di dalam ruangan klasik yang sangat menarik. Kopi bisa dinikmati di dalam maupun diluar. Suasana di luar cafe tidak kalah unik dengan suasana di luar. Jika di hari minggu, jangan lewatkan Live Keroncong Music.
perkebunan kopi karanganyar
Cafe dan Ruang Pengolahan Kopi
Dekorasi unik berbaur seni di area cafe menjadi spot tujuan fotografer. Mulai dari bangunan layaknya tembok istana, sepeda kuno hingga motor Harley Davidson terpajang di depan cafe. Tatanan seni seperti jendela-jendela berwarna-warni hingga rongsokan kursi yang disulap menjadi lokasi menarik untuk berfoto menjadi sajian yang sangat tidak membosankan.
perkebunan kopi karanganyar
Klasik
Ingin membawa kopi nusantara atau kopi khas? Beberapa kopi khas daerah-daerah di Indonesia dari Sabang hingga Merauke bisa dibeli di sisi kanan cafe, di ruang pengolahan kopi. Ruang pengolahan kopi ini merupakan sarana edukasi untuk mengenal proses pengolahan kopi dan klasifikasi jenis kopi. Jadi, jangan keluar dari tempat ini tanpa membawa bungkusan kopi. Tapi ingat, jangan beli tanpa membayar.

3. Museum Purna Bakti

Musium Purna Bakti berada di kanan Onze Grootouders Cafe. Musium ini merupakan replika kantor Bupati Herry Noegroho. Musium ini memang berupa ruang kerja, lengkap dengan meja dan kursi serta beberapa seritifikat, cinderamata, penghargaan dan foto dokumentasi Bapak Bupati Herry Noegroho. Kapan lagi berada di Kantor Bupati?, meski hanya replika.
museum purnah bhakti
Museum Purna Bhakti
  

4. Museum Pusaka

Museum Pusaka ada di belakang Musium Purna Bakti. Berisi pusaka-pusaka (khususnya keris) koleksi Bupati Herry Noegroho. Memasuki area Museum Pusaka seperti masuk ke area sakral, dan itu pasti. Keris pemberian Bapak Presiden Joko Widodo, Keris Panglima Sudirman, Keris Kamandanu - yang ditemukan di laut, beberapa tombak dan sapu jagat ada di museum ini. Keris-keris ini dimandikan ketika bulan Suro. Nah... sakral bukan?. Masing-masing keris yang dipajang dilengkapi dengan sejarah yang tentunya sangat bermanfaat untuk wisatawan. Karena 'siapapun tidak akan keluar dengan kepala kosong'.
museum pusaka
Museum Pusaka
museum pusaka
Koleksi Pusaka

5. Rumah Joglo

Rumah Joglo adalah bangunan khas Jawa yang ditemukan juga disini, letaknya tak jauh bersebrangan dengan  Museum Pusaka. Melihat dari jauh, rumah joglo ini sudah menunjukkan ciri khasnya yaitu tulisan jawa sebagai ungkapan perkenalan. Tidak kalah dengan Onze Grootouders Cafe, RUmah Joglo menyajikan Live Gamelan di hari Minggu.

6. Pabrik Kopi 

Lokasi ini adalah jantung dari Perkebunan Kopi Karanganyar, dulunya. Di area pabrik kopi bekas Belanda ini bisa melihat tempat penjemuran kopi dan cengkeh, lokasi penggorengan dan lokasi pemilihan biji kopi. Lokasi pabrik tua ini sudah tidak digunakan dan hanya digunakan untuk penjemuran dan pemilihan biji kopi. Tak heran ada mobil klasik tua tak terpakai terparkir di depan area pemilihan biji kopi.
pabrik kopi
Pabrik Kopi Tua
pabrik kopi
Area Pabrik Kopi Tua
Di area pabrik kopi tua ini bisa dilihat kolam renang tua yang sudah tidak digunakan dan beberapa area lain yang bisa dijadikan spot foto klasik menarik.

Tempat Wisata Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar buka mulai jam 08.00 - 17.00 dan terus melakukan proses pengembangan seiring meningkatnya wisatawan yang berkunjung. Tahap pengembangan meliputi Bukit Karanganyar untuk tempat outbond yang dilengkapi dengan rumah pohon. Wow !

Menggabungkan wisata sejarah dan edukasi, lokasi sejuk dihiasi dekorasi seni yang unik dan instagramable, ditambah sajian kopi Nusantara dari Sabang hingga Merauke, tentu bukan hanya pecinta kopi yang ingin bersantai di tempat wisata Blitar ini bukan?

Tips Wisata di Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar :
  1. Jasa guide dibuka jam 09.00 - 17.00, berbeda dengan jam buka tempat wisata. 
  2. Untuk mengunjungi Rumah Loji wajib menggunakan guide dan bisa bergabung dengan kelompok wisatawan yang lain.
  3. Taati beberapa aturan ketika tour Rumah Loji karena pada beberapa area tidak diperbolehkan untuk mengambil foto. 
  4. Merupakan area yang dibuka untuk umum, jangan merusak atau mengotori barang-barang di dalam museum.
  5. Jangan melakukan vandalisme pada dinding-dinding pabrik kopi yang sudah tidak terpakai.
  6. Jagalah kebersihan di area wisata. 

Pendakian Gunung Lawu 3.265 mdpl via Candi Cetho

Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho. Mendengar nama Gunung Lawu, pasti sedikit terbesit kegiatan spiritual yang sering diadakan di Gunung Lawu, mengingat di gunung ini terdapat petilasan Prabu Brawijaya. Candi Cetho adalah candi Hindu yang ada di kaki Gunung Lawu. Kegiatan spiritual yang masih melekat, pesona alam luar biasa di jalur pendakiannya, ditambah jejak-jejak sejarah yang masih tersisa, menjadikan jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho sebagai salah satu jalur favorit para pendaki gunung maupun pecinta alam.
pendakian gunung lawu via candi cetho
Gunung Lawu
Gunung Lawu berada di perbatasan provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sedangkan  Candi Cetho berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi,Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. 

Ada beberapa pendakian Gunung Lawu yang bisa dilalui yaitu :
  1. Pendakian via Cemoro Sewu.
  2. Pendakian via Cemoro Kandang.
  3. Pendakian via Candi Cetho.
  4. Pendakian via Jogorogo
  5. Pendakian via Srambang yang hanya diketahui warga Ngawi pada umumnya.
Jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho merupakan jalur panjang yang terkenal dengan keindahan savana di jalur pendakian. Hm.... tentunya ini favorit bagi pemburu spot foto. Jika ingin melakukan pendakian Gunung Lawu dengan pemandangan yang indah, via Candi Cetho bisa menjadi solusinya.
candi cetho
Candi Utama Candi Cetho

Untuk menuju ke Candi Cetho, bisa menggunakan beberapa alternatif, yaitu :
  1. Dari Solo menggunakan bus jurusan Terminal Tawangmangu - turun di Terminal Karang Pandan. Dari Terminal Karang Pandang, dilanjutkan naik angkot ke Terminal Kemuning. Dari pasar atau Terminal Kemuning, dilanjutkan naik ojek menuju Candi Cetho.
  2. Dari Tawangmangu, menggunakan bus jurusan Solo - turun di Terminal Karang Pandan, dilanjutkan ke Terminal Kemuning dan dilanjutkan ojek ke Candi Cetho.
  3. Yang lebih mudah, bisa menggunakan jasa travel.
Basecamp pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho berada di ketinggian 1.500 mdpl, tepat di sisi area tempat wisata Candi Cetho. Disini pendaki diwajibkan mengurus registrasi pendakian. Basecamp yang berada di area wisata merupakan nilai plus karena fasilitas cukup memadai mulai dari kamar mandi, warung dan tempat istirahat. Jangan heran jika ada beberapa anjing di area wisata Candi Cetho. Namun tenang, anjing-anjing di area Candi Cetho sudah jinak dan kalau mau bisa sekalian diajak mendaki gunung.


Basecamp - Pos 1

Jalur awal pendakian berupa jalan yang sama dengan wisatawan yang berwisata ke Candi Cetho, berupa cor-cor'an batu, sedikit pemanasan di awal pendakian. Trek masih datar melewati area wisata sebelum menuju ke lereng hutan. Sekitar 500 meter, akan tiba di area Candi Kethek yang cukup luas sebelum masuk ke hutan.

Jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho menuju ke Pos 1 berupa jalan setapak dengan vegetasi yang sedikit terbuka. Jalur pendakian menanjak konstan, tapi pada beberapa bagian mulai menyempit dan lebih menanjak. Di sepanjang jalur akan ditemui pipa-pipa air yang digunakan masyarakat sekitar.

Pos 1 - Mbah Branti, berada di ketinggian 1.600 mdpl, berupa tanah lapang yang terdapat shelter kecil untuk beristirahat.
pos 1
Pos 1 - Mbah Branti
 

Pos 1 - Pos 2

Selepas dari Pos 1, jalur pendakian relatif sama, berupa tanah padat yang masih menanjak konstan. Ada sebuah shelter tak jauh dari Pos 1 yang bisa digunakan untuk beristirahat. Vegetasi di sepanjang jalur juga masih terbuka hingga mendekati Pos 2.
pos 2
Pos 2 - Brakseng
Pos 2 - Brakseng,  berada di ketinggian 2.250 mdpl, berupa area tanah lapang yang lebih luas dari Pos 1 dan terdapat sebuah shelter. Vegetasi di pos 2 cukup rapat sehingga nampak lebih gelap. Bisa dibilang, Pos 2 merupakan pintu hutan yang sesungguhnya.

Pos 2 - Pos 3

Trek mulai menanjak dari Pos 2 ke Pos 3. Jalur Pos 2 ke Pos 3 adalah jalur terpanjang di sepanjang pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho. Trek masih sama berupa tanah padat menanjak. Mendekati Pos 3, pepohonan mirip lamtoro mulai mendominasi. Ada sebuah area datar yang bisa digunakan untuk beristirahat, berjarak sekitar 15 menit sebelum Pos 3.
pos 3
Pos 3 - Cemoro Dowo

Pos 3 - Cemoro Dowo, berada di ketinggian 2.250 mdpl, berupa tanah datar sempit di sisi jalur pendakian. Terdapat 2 shelter di Pos 3, di atas dan dibawah, tinggal pilih ingin melepas lelah dimana.

Pos 3 - Pos 4

Jika jalur pendakian dari Pos 2 ke Pos 3 merupakan jalur yang terpanjang, maka Pos 3 ke Pos 4 merupakan jalur yang paling menanjak diantara semua pos.Trek menanjak berupa tanah pada masih mendominasi di sepanjang jalur pendakian menuju Pos 4. Jalur bercampur akar pohon akan melebar di tengah perjalanan. Ini merupakan angin segar, mengingat dari Pos 2 hanya berupa jalan setapak di bawah hutan lebat. Jalur akan kembali rapat dan sempit mendekati Pos 4.
pos 4
Pos 4 - Penggik / Ondorante
Pos 4 - Penggik / Ondorante, berada di ketinggian 2.500 mdpl dan mirip dengan Pos 3. Letaknya berada di sisi jalur pendakian dengan 2 shelter di atas dan di bawah yang bisa dipilih untuk beristirahat.

Pos 4 - Pos 5

Jalur pendakian masih sama dengan jalan setapak di bawah hutan lebat menanjak. Trek mulai terbuka ketika melewati sisi punggungan bukit. Vegetasi pinus dan rerumputan tinggi mulai mengkombinasi. Setelah melewati punggungan bukit, trek sudah datar dan padang rumput mendominasi area. Area padang rumput luas dan datar yang dihiasi sebuah pohon tumbang bisa digunakan untuk sekedar beristirahat maupun camp. Sekitar 200 meter, terdapat pos 5 dengan kondisi area padang rumput yang tak jauh beda.
bulak peperangan
Area Bulak Peperangan
Pos 5 - Bulak Peperangan, berada di ketinggian 2.850 mdpl. Pos 5 berupa padang rumput di lembah perbukitan hutan pinus. Di Pos 5 tidak terdapat shelter. Tapi karena areanya yang terbuka luas, menjadi salah satu tempat favorit untuk camp. Di area Pos 5 ini juga merupakan pertemuan dengan jalur pendakian Gunung Lawu via Jogorogo.

Pos 5 - Gupak Menjangan

Melewati savana Pos 5, jalan setapak kembali menanjak ke atas bukit dan masih melewati padang savana untuk sampai di Gupak Menjangan. Pepohonan pinus akan kembali menyambut sesampainya di Gupak Menjangan.
Gupak Menjangan merupakan sebuah area yang 'bila beruntung' terdapat sumber air di tengah savana. Area yang teduh, luas, lapang, tidak begitu rimbun, matahari tidak begitu terik, dekat dengan sumber air, ditambah pemandangan savana luas yang luar biasa indahnya menjadikan tempat ini sangat strategis untuk camp.
gupak menjangan
Gupak Menjangan
Sumber air di tengah savana yang berada di sisi jalur pendakian berasal dari air hujan dan tidak terpaut jauh dari lokasi camp. Kumpulan air hujan membentuk semacam danau indah layaknya Ranu Kumbolo mini di Gunung Semeru. Dihiasi savana luas di tengah perbukitan, siapapun pasti ingin berlama-lama menikmati semesta di lokasi ini.
savana gupak menjangan
Savana Gupak Menjangan
sumber air gupak menjangan
Sumber Air Gupak Menjangan

Gupak Menjangan - Puncak Hargo Dalem

Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho dilanjutkan dengan turun menyusuri padang savana luas membentang, melewati area sumber air yang selalu tampak menyegarkan di tengah dahaga, menuju ke balik bukit. Setelah menelusuri savana, trek kembali menanjak ke sisi bukit bukit, kemudian jalur melipir ke sisi bukit yang lain. Area kembali terbuka, pepohonan pinus mulai digantikan oleh pohon cantigi, menandakan mendekati Pasar Dieng.
savana
Menyusuri Savana ke Pasar Dieng
Pasar Dieng merupakan sebuah area yang masih terdapat sisa-sisa sejarah. Bebatuan besar berukuran nyaris sama tersebar di area bekas-bekas pondasinya.  Dari Pasar Dieng, ada pertigaan jalur yang sama-sama mengarah ke Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu. 
pasar dieng
Pasar Dieng
Petilasan Prabu Brawijaya adalah tempat menarik pertama yang dijumpai di Hargo Dalem. Tak jauh di sisinya, berdiri warung fenomenal sepanjang masa "Warung Mbok Yem" yang didaulat sebagai warung tertinggi di Indonesia. Disinilah, satu-satunya tempat yang cocok untuk mengisi perut. Kapan lagi menikmati nasi pecel di ketinggian ?

Puncak Hargo Dalem - Puncak Hargo Dumilah

Dari Hargo Dalem, menuju Puncak Lawu Hargo Dumilah tidak membutuhkan waktu lama, tapi hanya membutuhkan energi ekstra selama beberapa menit. Area menanjak dan berbatu akan menjadi tantangan sekaligus tanjakan terakhir sebelum tiba di Puncak Hargo Dumilah.

Puncak Lawu Hargo Dumilah berada di ketinggian 3.265 mdpl, ditandai dengan tugu yang kokoh berdiri di tengah. Tak jauh di sisi Puncak Hargo Dumilah, jangan lewatkan puncak Hargo Dumiling. Di sepanjang area puncak Hargo Dumiling merupakan tempat yang strategis untuk menikmati pemandangan sekitar. Pemandangan dari Puncak Gunung Lawu menampakkan savana membentang, perbukitan serta jajaran Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang tampak di kejauhan.
puncak gunung lawu hargo dumilah
Puncak Gunung Lawu Hargo Dumilah
Jika cuaca bagus ketika sunrise, lautan awan yang eksotis menggerombol menghiasi area puncak dan sangat indah dinikmati dari Hargo Dalem - di depan warung fenomenal, maupun di Hargo Dumiling. Sedangkan dari Hargo Dumilah, biasanya pemandangan sedikit tertutup pepohonan. Dari Puncak Hargo Dalem, bisa memilih jalur turun kembali ke jalur via Cetho atau jalur Pendakian Gunung Lawu via jalur Cemoro Sewu.

Tips Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho :
  1. Jangan merusak atau melubangi pipa-pipa air yang ada di awal jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho, karena air tersebut digunakan oleh masyarakat sekitar.
  2. Jalur pendakian cukup licin ketika musim hujan.
  3. Lokasi camp yang strategis ada di Gupak Menjangan.
  4. Karena berasal dari tampungan air hujan, sumber air di Gupak Menjangan tidak selalu ada. Bisa melimpah, bahkan kering. Tetap pertimbangkan logistik air.
  5. Gunakan sumber air di Gupak Menjangan dengan sewajarnya, tanpa mencemari.
  6. Jika musim hujan, jalur dari savana Pos 5 ke Gupak Menjangan merupakan jalur air. Siapkan sandal jika tidak ingin sepatu basah total.
  7. Saat musim hujan, bawalah tali untuk menjemur pakaian dan perlengkapan yang (mungkin) basah. Pepohonan pinus di Gupak Menjangan bisa menjadi alternatif untuk membuat jemuran.
  8. Dari Pasar Dieng ada pertigaan yang sama-sama mengarah ke Puncak Hargo Dumilah. Jika ragu, sebaiknya tetap ikuti jalan setapak lurus yang akan mengantar sampai Hargo Dalem.
  9. Merupakan tempat yang identik dengan spiritual dan sejarah, jagalah sikap selama pendakian, terutama di Candi Cetho, Candi Kethek, Pasar Dieng dan Petilasan Prabu Brawijaya.
  10. Jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho masih asri dan alami, jadi tetap wajib membawa turun sampah.
donat team on basecamp
Cheers... from 'Donat Team'

Itinerary Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho :
Basecamp - Pos 1 : 1 jam
Pos 1 - Pos 2 : 50 menit
Pos 2 - Pos 3 : 1 jam 45 menit
Pos 3 - Pos 4 : 1 jam
Pos 4 - Pos 5 : 40 menit
Pos 5 - Gupak Menjangan : 20 menit
Gupak Menjangan - Puncak Hargo Dalem : 45 menit
Puncak Hargo Dalem - Puncak Hargo Dumilah : 20 menit

Menyibak Pesona Pantai Cemara Sewu dan Fenomena Danau Cinta

Pantai Cemara Sewu Tulungagung. Wisata alam pantai merupakan idaman bagi banyak orang. Satu persatu tempat wisata pantai dihadirkan untuk memuaskan para wisatawan yang selalu mencari suasana baru. Cemara Sewu atau Cemoro Sewu, adalah nama salah satu pantai yang memberikan nuansa berbeda dari pantai-pantai lain di Tulungagung. Sesuai namanya, Pantai Cemara Sewu berada di samping hutan cemara rimbun. Nuansa yang teduh dan sunyi membuat tempat wisata Pantai Cemara Sewu ini cocok untuk menyepi, bersantai maupun bercengkerama, apalagi dengan adanya Danau Cinta yang akan membuat para wisatawan semakin jatuh cinta.
pantai cemara sewu
Pantai Cemara Sewu
Tempat wisata Pantai Cemara Sewu berada di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Berada sekitar 35 kilometer ke selatan dari Kota Tulungagung. Letaknya yang berada tepat di sebelah Pantai Sine, rute jalur ke lokasi wisata tidak susah, tetap menuju ke lokasi wisata Pantai Sine. Tiba di Pantai Sine, ada petunjuk ke arah tempat wisata Pantai Cemara Sewu.  
Pepohonan cemara akan menyambut siapapun yang memasuki 'wilayah' Pantai Cemara Sewu. Suasana yang teduh merupakan nilai plus dari tempat wisata Pantai Cemara Sewu ini. Ingin bercengkerama dimana?, tinggal pilih lokasi yang tepat untuk menikmati tarian ombak pantai selatan Tulungagung. 

Dulu, area yang kini dikenal dengan wisata Pantai Cemara Sewu merupakan hutan cemara Pantai Sine. Semakin berkembangnya pariwisata di Tulungagung serta adanya potensi pariwisata, area inipun dibuka untuk umum sebagai tempat wisata Pantai Cemara Sewu.
pantai cemara sewu
Cemara Sewu

Tak berbeda dengan Pantai Sine, kegiatan nelayan melaut bisa disaksikan dari Pantai Cemara Sewu meski dari kejauhan. Deretan perahu-perahu nelayan tampak kecil di sebelah bukit hijau Pantai Sine, terombang-ambing di 'lahan parkir' para nelayan. Berteduh di bawah rimbunnya pohon cemara merupakan angin segar saat siang hari. Panas terik matahari yang menyilaukan pasir putih pantai'pun lenyap di bawah ratusan pohon cemara yang berdiri kokoh. Menikmati angin semillir sambil bergantung santai di atas hammock tentu menarik untuk dicoba.
pantai cemara sewu
Sine dari Cemara Sewu
Selain tempat teduh dan tenang, ada salah satu pesona lain di Pantai Cemara Sewu yang sudah terkenal di kalangan muda-mudi di sekitar kawasan wisata, yaitu Danau Cinta. Mendengar namanya, siapapun akan penasaran dengan pesona baru ini. Ya... Pantai Cemara Sewu tidak lepas dari Danau Cinta dan Danau Cinta akan membuat wisatawan jatuh cinta dengan tempat wisata Pantai Cemara Sewu.

Antara Danau Cinta dan Song Bajul, mana yang menarik untuk lebih dulu dikunjungi?. Hm... Song Bajul adalah sebutan warga Sine untuk area yang kini ngetren dengan nama Danau Cinta. Perubahan nama dilakukan untuk menarik minat pengunjung dan mungkin, Song Bajul telah membuat sebagian besar wisatawan jatuh cinta. Menurut warga sekitar, konon bagi para single yang mandi di Danau Cinta bisa mendekatkan jodoh.
" Danau lagi surut, jadi masih single..."

Song Bajul atau Danau Cinta merupakan sebuah area yang cukup luas menyerupai danau. Air di Danau Cinta berasal dari aliran sungai yang bermuara menuju laut. Ketika debit air sungai tidak begitu besar, air sungai tidak bisa mengalir ke laut, sehingga membentuk sebuah danau di tepi Pantai Cemoro Sewu. Jika teduhnya ratusan pohon cemara tetap tidak bisa mengusir hawa panas dari terik matahari, jangan segan untuk menceburkan diri dan berenang di Danau Cinta.

Tempat wisata Pantai Cemara Sewu Tulungagung sudah dikelola dengan cukup baik dengan adanya beberapa warung di sekitar lokasi sekaligus petugas parkir. Sedangkan fasilitas masih minim, seperti belum adanya toilet umum yang lahan parkir resmi.

Tips Mengunjungi Pantai Cemara Sewu Tulungagung :
  1. Selain hari libur, lokasi wisata lumayan sepi, parkirlah kendaraan tidak jauh dari pandangan anda.
  2. Selain hari libur, bawalah makanan dan minuman sendiri.
  3. Jika menggunakan kendaraan roda 4, bisa diparkir sebelum masuk wisata Pantai Cemara Sewu. Jalur sempir di antara pohon cemara tidak cukup untuk kendaraan roda 4.
  4. Tempat teduh hanya di area pepohonan cemara. Jika ingin berjalan-jalan sampai ke ujung pantai, gunakan pelindung kepala dari terik matahari.
  5. Bawalah baju ganti jika ingin berenang di Danau Cinta.
  6. Song Bajul atau Danau Cinta terbentuk tergantung dari debit sungai. Masih ada kemungkinan Danau Cinta surut dan tidak bisa dinikmati dengan sempurna apalagi dibuat berenang. 
  7. Tergolong pantai selatan, berenang di kawasan pantai tidak direkomendasikan.
  8. Minimnya fasilitas kamar mandi, jangan segan untuk menumpang di penduduk sekitar.
  9. Jangan membuang sampah sembarangan karena area wiasta masih minim tempat sampah.  
 

Mengenal Rusa Endemik di Penangkaran Rusa Maliran

Penangkaran Rusa Maliran. Ada bermacam rusa asli Indonesia seperti rusa bawean, rusa sambar, rusa menjangan dan rusa timor. Rusa timor atau rusa jawa adalah rusa endemik di Jawa, Bali, Timor dengan berbagai sub spesies yang tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia. Untuk melihat rusa-rusa endemik yang jumlahnya semakin berkurang karena perburuan ini tidak mudah bagi penggiat alam yang terbiasa berkelana ke hutan, tapi sangat mudah untuk masyarakat di perkotaan lainnya. Populasi rusa endemik yang semakin berkurang'pun sedikit diatasi dengan adanya penangkaran rusa, salah satunya Penangkaran Rusa Maliran.
rusa jawa
Penangkaran Rusa Maliran
Kebun binatang dan taman safari mungkin lebih mengasyikkan karena bisa melihat berbagai jenis satwa Indonesia yang sengaja 'dikurung' untuk dipertontonkan maupun sebagai edukasi. Beberapa satwa mungkin tampak baik-baik saja dan bahagia meski ada beberapa kasus kematian hewan karena kurangnya perawatan sekaligus karena tidak bisa adaptasi dengan lingkungan yang ada. Hal ini bisa menjadi faktor yang menghambat perkembangbiakan hewan. Berbeda dengan penangkaran, yang bertujuan untuk mengembangbiakkan satwa di habitat aslinya. Wah... tentu disini para hewan lebih "bahagia".
 
Penangkaran Rusa Maliran berada di Kawasan Hutan Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Rutenya sangat mudah jika diakses dari Kota Blitar maupun Kediri. Dari Blitar ikuti rute ke Srengat dan ke arah Kediri. Setelah di area Kacamatan Ponggok, gerbang lokasi tempat wisata Penangkaran Rusa Maliran ada tepat di samping kanan jalan. Ikuti jalan hingga sampai ke lokasi penangkaran.

Lokasi yang berada di kawasan hutan Maliran, mungkin membuat lokasi penangkaran ini tidak mendapat cukup perhatian dari pemerintah setempat. Lokasi wisata penangkaran wisata tampak seperti menyisakan masa kejayaan dengan tidak terawatnya beberapa fasilitas yang ada di sana. 
rusa jawa
Area Penangkaran Rusa
Kawasan yang dulunya berupa hutan pangkas dan persemaian, kini dihuni sekitar 200 ekor rusa jawa yang dibatasi pagar kawat dengan area yang luas dan teduh. Pohon mahoni yang dulu ada di lokasi penangkaran sudah ditebang karena banyaknya rusa mati karena memakan daun-daun gugur pohon mahoni. Sehingga, sehari dibutuhkan sekitar 3 gerobak makanan hijau berupa rumput kering dan makanan tambahan berupa kangkung kering dan kulit dalam kedelai.
rusa jawa
Rusa Endemik Jawa

Dalam area yang luas, ada area yang lapang sebagai pintu masuk kawasan, dimana bisa dilihat rusa-rusa berkumpul. Dilain sisi, ada tempat berteduh untuk rusa-rusa sekaligus area semak-semak yang rapat. Semak-semak memang dibiarkan hidup sebagai cara agar rusa bisa beradaptasi. Selain itu, dengan adanya semak-semak, perkembangbiakan rusa juga semakin meningkat sekitar 40%. Maing-masing rusa diberi nomor pada telinganya sebagai tanda. Hal ini untuk memudahkan perhitungan populasi rusa setiap tahun yang pada tahun 2015 meningkat dari 99 ekor menjadi 137 ekor.

Meski lokasi yang belum kembali menarik, mengunjungi rusa-rusa ini bisa menjadi kesenangan tersendiri bagi pengunjung lokasi penangkaran. Sensasi memberi makan rusa sampai mendengar bagaimana rusa-rusa berinteraksi, cukup menarik dan menyenangkan. menikmati area yang teduh sambil menyaksikan rusa-rusa endemik yang berjumlah ratusan berkeliaran di habitatnya, tentu sangat menarik daripada menyaksikannya di kebun binatang.