Pendakian Gunung Prau 2.565 mdpl via Patak Banteng

Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. Ingin Mengawali pagi yang indah di Jawa Tengah dengan suasana pegunungan yang menawan?, Gunung Prau bisa menjadi salah satu solusinya. Gunung Prau menjadi salah satu tujuan favorit para penikmat alam ketika mengunjungi Dataran Tinggi Dieng. Gunung kecil yang tidak terlalu menjulang ini memiliki view pemandangan mempesona khususnya ketika sunrise. Waktu pendakian yang pendek merupakan waktu yang pas bagi pendaki pemula untuk menikmati secuil surga pagi di puncak tertinggi Dataran Tinggi Dieng yang akrab disapa The Golden Sunrise.
pendakian gunung prau
View Gunung Prau
Gunung Prau terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Merupakan batas antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo.
Untuk menuju ke kawasan Dataran Tinggi Dieng, dari Wonosobo bisa menggunakan bus berukuran sedang (engkel) tujuan Dieng. 

Ada tiga jalur pendakian Gunung Prau yang bisa didaki :
  1. Jalur Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang
  2. Jalur Patak Banteng, Wonosobo
  3. Jalur Kenjuran, Kendal
Jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng relatif lebih singkat dan paling sering dilewati oleh para pendaki. Pos pendakian Patak Banteng terletak di Jl. Dieng Km.24 Patakbanteng, Kejajar, Wonosobo. 

Di sepanjang jalur pendakian tidak terdapat mata air sehingga dihimbau untuk mempersiapkan perbekalan di basecamp dimana ada beberapa warung yang juga menyediakan kebutuhan logistik.

Basecamp - Pos 1 Sikut Dewo

Setelah melakukan registrasi pendakian di basecamp desa Patak Banteng, pendakian awal Gunung Prau dimulai dengan berjalan menyusuri perkampungan penduduk sekitar 500 meter sebelum melalui jalur bebatuan menanjak. Pos 1 berupa gubuk kecil yang menjadi batas antara jalur makadam dengan jalur tanah padat sebelum memasuki hutan.

Pos 1 - Pos 2 Canggal Walangan

Dari pos 1 berbelok ke kiri untuk menuju pos 2. Jalur pendakian Gunung Prau masih berupa tanah padat berdebu dan menanjak berbentuk tangga. Akan dijumpai beberapa gubuk / warung di sekitar jalur pendakian sebelum masuk ke kawasan hutan. Pos 2 berupa lahan lapang kecil yang didominasi cemara dan pinus.
Baca Juga : 
pendakian gunung prau via patak banteng
Pos 2 - Canggal Walangan

Pos 2 - Pos 3 Cacingan

Jalur pendakian Gunung Prau menuju pos 3 sedikit terjal dan lebih menanjak dibandingkan sebelumnya. jalur berupa tanah dengan bebatuan perbukitan. Pemandangan menuju pos 3 hanya berupa hutan dan bukit. Pos 3 tak jauh beda dengan pos 2, berupa lahan kecil di sebelah kanan yang muat untuk 2 tenda.
pendakian gunung prau via patak banteng
Pos 3 - Cacingan

Pos 3 - Bukit Teletubbies

Jalur pendakian menuju bukit teletubbies cukup terjal dan menanjak. Pendaki akan melewati tanjakan tanah berupa tangga berkelok-kelok yang cukup berdebu di musim kemarau. Bukit teletubbies ditandai dengan jalur setapak yang landai. Di jalan setapak ini banyak ditemukan bunga daisy yang menjadi icon Gunung Prau.
Bukit teletubbies berupa gundukan bukit yang merupakan camping ground favorit untuk menikmati golden sunrise di Gunung PrauMomen matahari terbit adalah saat yang ditunggu-tunggu di bukit teletubbies ketika sinar jingga matahari menyinari gunung-gunung di sekitarnya. Deretan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing tampak megah menjulang berdekatan, dihiasi Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan juga Gunung Lawu yang tampak kecil. Deretan gunung-gunung yang perlahan menampakkan diri bersamaan dengan proses terbitnya matahari menjadi salah satu momen idaman para pendaki selain menuju puncak Gunung Prau.
pendakian gunung prau via patak banteng
Sunrise Gunung Prau

Bukit Teletubbies - Puncak

Untuk menuju ke puncak Gunung Prau, jalur pendakian dilanjutkan dengan berjalan ke sebelah kiri. Puncak Gunung Prau tidak jauh dari bukit dan tidak membutuhkan waktu lama untuk ke puncaknya.

Tips Mendaki Gunung Prau via Patak Banteng :
  1. Carilah musim pendakian yang tepat. Keadaan cuaca akan sangat mempengaruhi keadaan di puncak Gunung Prau.
  2. Siapkan logistik yang cukup terutama air karena tidak ada sumber air di sepanjang jalur pendakian.
  3. Jika ingin mempersingkat waktu, bisa menggunakan jasa ojek yang akan mengantar hingga di Pos 1 - ujung jalur makadam.
  4. Untuk camp bisa di puncak atau area luas di bawah puncak untuk menghindari angin kencang.

Itinerary Pendakian Gunung Prau :
Basecamp - Pos 1 : 30 menit
Pos 2 - Pos 3  : 40 menit
Pos 3 - Bukit Teletubbies : 45 menit
Bukit Teletubbies - Puncak : 10 menit

Percandian Arjuna - Kemegahan Candi Hindu di Dataran Tinggi Dieng

Percandian Arjuna Dataran Tinggi Dieng. Dataran Tinggi Dieng, merupakan salah satu tempat wisata yang menarik. Selain Gunung Prau yang menawarkan keindahan sunrise, Dieng juga menawarkan wisata sejarah, berupa area candi Hindu beraliran Syiwa yang dikenal dengan Kompleks Percandian Arjuna. Di Kompleks berketinggian 2.000 mdpl ini terdapat Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Sedangkan di depan Candi Arjuna terdapat Candi Semar. Bukan semata-mata tentang nilai sejarah, lokasi percandian ini dikelilingi hamparan pemandangan perbukitan yang sangat menawan.
candi arjuna
Kompleks Percandian Arjuna
Kompleks Percandian Arjuna terletak di Desa Dieng Kulon, Dataran Tinggi Dieng,Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Indonesia. Untuk menuju ke tempat wisata percandian Arjuna hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dari pintu masuk Dataran Tinggi Dieng. Wisatawan akan dikenakan tiket masuk ke Candi Arjuna dan Kawah Sikidang, jadi lebih baik mengunjungi Candi Arjuna beserta Kawah Sikidang yang sudah satu paket.

Jalan paving yang sudah tertata rapi memanjang hingga ke lokasi kompleks candi dengan luas sekitar 1,8 x 0,8 km2.
Tempat wisata Percandian Arjuna Dieng dibangun sekitar abad 7-8 masehi. Candi Arjuna, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra merupakan candi yang dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Sedangkan Candi Srikandi dibangun untuk menyembah tiga trimurti (Syiwa, Brahma dan Wisnu). 

Kompleks Candi Arjuna pertama ditemukan oleh Theodorf Van Elf pada abad 18 dengan kondisi tergenang air. Penyelamatan kompleks candi dilakukan oleh HC Corneulius-berkebangsaan Inggris, 40 tahun sesudah candi ini ditemukan dan kemudian dilanjutkan oleh J Van Kirnbergens yang berkebangsaan Belanda.

Candi di kawasan Dieng terbagi dalam 3 kelompok:

1. Kelompok Arjuna

Kelompok Arjuna terletak di tengah kawasan yang terdiri atas 4 candi yang berderet menghadap ke barat kecuali candi Semar yang menghadap ke arah Candi Arjuna. Candi Arjuna berada di ujung selatan, kemudian di sebelah utaranya Candi Srikandi, Candi Sembadra dan Candi Puntadewa. Di depan Candi Arjuna terdapat Candi Semar.
candi arjuna
Kelompok Arjuna

2. Kelompok Gatutkaca

Kelompok Gatutkaca terdiri dari 5 Candi yaitu Candi Gatutkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Petruk dan Candi Gareng. Candi Gatutkaca masih nampak utuh dibanding ke empat candi lainnya yang berupa reruntuhan. 
candi gatutkaca
Candi Gatutkaca

3. Kelompok Dwarawati

Kelompok Dwarawati terdiri atas 4 candi yaitu Candi Dwarawati, Candi Abiyasa, Candi Pandu dan Candi Margasari. Candi Dwarawati adalah candi yang masih utuh meski puncak atap tidak tersisa. Bentuk Candi Dwarawati mirip dengan Candi Gatutkaca.
candi dwarawati
Candi Dwarawati

4. Candi Bima

Candi Bima terletak di atas bukit dan merupakan candi terbesar di antara kumpulan Candi Dieng. Candi Bima adalah satu-satunya candi yang mempunyai kudu berjumlah 24. Kudu adalah lengkung seperti tapal kuda yang diisi wajah dewa sebagai lambang face of glory, karenanya kudu ditempatkan di atap candi. Di India, kudu tidak hanya diisi wajah dewa tetapi wajah raksasa yang disebut kirtimukha sebagai penolak bala.
candi bima
Candi Bima
Arsitektur candi-candi di Dieng mengalami perkembangan dari pengaruh India ke arah ciri lokal. Candi Arjuna dan Bima memiliki gaya India yang kental. Candi-candi lain secara bertahap menunjukkan ciri lokalnya, ditandai dengan perkembangan relung dan menara atap. Gaya lokal Dieng ditemukan di Candi Gatutkaca yang menara atapnya disatukan dengan struktur bangunannya.

Berbeda dengan candi yang lain, anda tidak akan menemukan arca yang biasanya menghiasi bangunan candi. Arca-arca di kompleks ini disimpan di Museum Kaliasa sementara yang lainnya sudah hilang. 
Kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng biasa digunakan untuk pelaksanaan Galungan dan kadang digunakan juga untuk pelaksanaan ruwatan anak gimbal. Selain menyimpan cerita sejarah yang menarik, tempat wisata Percandian Arjuna juga sangat nyaman untuk bersantai.