Sekilas Tentang Kemerdekaan - Persatuan Dulu dan Kini

Persatuan Dulu dan Kini
Seperti yang sudah diketahui dalam buku-buku sejarah, Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Kembali melihat ke belakang, ke jaman penjajahan yang memunculkan pejuang nasional. Pejuang yang mayoritas hanya rakyat kecil, tanpa pamrih, dengan jiwa dan raga mempertahankan Indonesia, mengorbankan diri untuk merebut kemerdekaan. Untuk siapakan kemerdekaan itu kalau pada akhirnya mereka mati di medan perang?. Yaitu untuk anak cucu dan generasi penerus bangsa ini, Indonesia.
Para pahlawan tidak pernah menyerah untuk mengobarkan semangat rakyat kecil, dimana mereka bukan pasukan tentara dan bukan orang berpendidikan tinggi kala itu tapi mereka menjadi pahlawan yang berani berkorban untuk masa depan bangsa.
Rakyat sipil yang dibantai di Rawa Pening, rakyat sipil yang dengan bambu runcing melawan meriam pasukan Inggris, rakyat yang lebih baik mati daripada tunduk di bawah penjajah. Dan akhirnya perjuangan yang menjadikan Indonesia merdeka.

Kemerdekaan yang Lapuk

Perkembangan jaman dan kehidupan sosial telah merubah arti Kemerdekaan Bangsa. Pada masa penjajahan, siapa musuh Indonesia? - penjajah. Pada masa sekarang ini, siapa musuh Indonesia? - Bangsa Indonesia sendiri.
Semboyan dan Pancasila kini hanya menjadi formalitas negara. Dasar negara sudah lapuk termakan perkembangan jaman. Pemahaman yang tidak tepat menjadikan bangsa ini mudah terprovokasi oleh pihak lain yang menginginkan ketidakharmonisan bangsa.
Dalam dasar negara ada semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Hal yang sangat mudah, bahkan sangatlah terlalu mudah sekali untuk memprovokasi dan menjadi akar ketidakharmonisan bangsa adalah tentang unsur SARA (Suku Agama Ras dan Budaya).

Melawan Penjajah dan Bangsa Sendiri

Apakah Indonesia sudah merdeka?
Dulu iya, sekarang meragukan.
Jika rakyat Indonesia mengenal pancasila sebagai dasar negara, jika rakyat indonesia bisa memahami sila ke-3 Persatuan Indonesia. Apakah sudah merdeka jika antar bangsa sendiri saling berperang?Tawuran pelajar yang menjadi jawaban atas pencarian jati diri pemuda yang dilakukan oleh generasi muda yang (harusnya) berpendidikan. Tawuran suporter yang mementingkan ego dari masing-masing daerah yang harusnya tidak perlu dilakukan dalam sebuah permainan olah raga. Pembakaran dan perusakan tempat ibadah dengan tujuan mengadu domba karena unsur agama adalah unsur sensitif yang mudah terprovokasi.
Bandingkan dengan perang para pejuang nasional melawan penjajah Belanda, Jepang dan Inggris, perjuangan pahlawan merebut Irian Barat, perjuangan merebut kemerdekaan untuk saat ini. Jika dahulu para rakyat sipil yang tidak bersekolah, mereka mengerti jika penjajah harus diusir. Namun sekarang orang-orang yang justru berpendidikan berperang melawan bangsa mereka sendiri karena egoisme.

"Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri" _Ir. soekarno

Persatuan yang Dibedakan

Semua agama adalah sesuatu yang baik, untuk itulah ada 5 agama yang sudah resmi di Indonesia. Jika agama mengajarkan kekerasan, adu domba, permusuhan, apakah itu agama?.Jika sesuatu yang baik itu berbeda dengan yang kita yakini, dimana yang salah?

“ Manusia tidak hidup sendirian di dunia ini.
Tapi di jalan setapaknya masing-masing.
Semua jalan setapak itu berbeda-beda.
Namun menuju ke arah yang sama.
Mencari suatu hal yang sama.
Dengan tujuan yang sama.
Yaitu : TUHAN” _by.FilmTandaTanya

kekerasan yang pernah dilakukan atas etnis Cina beberapa tahun yang lalu sungguh miris. Tak jarang etnis Cina-pun menjadi bahan sindiran.
Orang dibenci karena etnis berbeda, agama yang berbeda, suku yang berbeda bahkan karena suporter yang berbeda. Semua itu akhirnya menjadi aksi anarkis yang berawal dari provokasi dari diri masing-masing. Masihkah ragu untuk bilang "aku bukan golongan ini, aku bukan golongan itu, aku Indonesia"?. Permusuhan itu hanya formalitas dalam suatu golongan untuk saling menunjukkan golongannya. 

"Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu." _KH.Abdulrahman Wahid

Bagaimana Kemerdekaan?

Rakyat yang kontra dengan pemerintahan ramai-ramai demokrasi, menjatuhkan dan menjelekkan pemimpin negara yang sedang berjuang dengan caranya mencoba membangun sebuah negara, bukan membangun sebuah kampung yang tentunya merupakan tugas berat bagi seorang pemimpin. Kejelekan memang mudah dicari, namun apakah ada yang mencari dan menganalisa kebaikannya?. 

 "Jangan tanya apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan pada negara"_John F Kennedy

Kemerdekaan bukan sekedar mengibarkan bendera di lapangan, dalam laut, dia atas gunung. Kemerdekaan bukan sebuah formalitas untuk mengibarkan bendera merah putih jika arti merdeka yang sebenarnya tidak ada dalam prakteknya. Jika bertemu sesama orang Indonesia yang berbeda saja memunculkan permusuhan?, apa itu namanya Kemerdekaan Indonesia?
Kemerdekaan bangsa adalah ketika memendam ego masing-masing untuk membangun Bangsa, menghargai setiap perbedaan dan hidup berdampingan dengan damai, bekerja sama memajukan Negara, bersatu tanpa bermusuhan dengan bangsa sendiri. Bukahkah itu lebih baik daripada mencemooh setiap kesalahan tanpa mencoba memperbaiki?.
Indonesia bukanlah Islam, bukan Katholik, bukan Kristen, Hindu dan Budha. Indonesia bukan suporter dari kota A, kota B dan kota lainnya.
Indonesia adalah Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Semboyan. Selama Persatuan Indonesia menjadi perbedaan dan selama perbedaan berusaha untuk disamakan dengan cara anarkis, Indonesia tidak akan pernah merdeka. Dan jika Indonesia dijajah lagi, apakah perbedaan itu masih penting?.

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Sekilas Tentang Kemerdekaan - Persatuan Dulu dan Kini"

Post a Comment

Welcome....!!!