Pendakian Gunung Raung 3.344 mdpl via Kalibaru

Pendakian Gunung Raung via Kalibaru. Pendaki di Jawa Timur pasti tidak asing dengan nama Gunung Raung. Gunung dengan medan yang berat dan sulit ini merupakan gunung idola bagi para pendaki penyuka tantangan yang menguji adrenalin. Gunung Raung merupakan gunung berapi aktif yang berada dalam jajaran Pengunungan Ijen dan merupakan puncak tertinggi dari gugusan pegunungan tersebut. Gunung dengan tinggi 3.344 mdpl ini mempunyai kaldera di puncak berbentuk lingkaran yang merupakan kaldera kering terbesar di Pulau Jawa.
gunung raung
Gunung Raung
Gunung Raung terletak di dalam tiga kabupaten yaitu Besuki, Banyuwangi dan Bondowoso. Jalur Transportasi ke basecamp cukup mudah. Untuk via Kalibaru, dari Surabaya bisa naik kereta api tujuan Kalibaru, lalu dilanjutkan naik ojek yang ada di depan stasiun menuju ke basecamp pendakian.

Perijinan pendakian Gunung Raung cukup rumit karena pendaki harus mengisi beberapa form dan diwajibkan melampirkan KTP, surat kesehatan dan surat ijin kepada kecamatan, kepolisian dan perhutani.

Ada dua jalur yang bisa dilalui untuk pendakian Gunung Raung:
  1. Jalur pendakian via Kalibaru (puncak sejati)
  2. Jalur pendakian via Sumber Waringin (puncak bayangan)
Pada umumnya para pendaki memilih lewat jalur pendakian via Kalibaru karena jalur ini mengantar sampai ke puncak tertinggi, puncak sejati dan dan disebut-sebut sebagai jalur pendakian terekstrim di Pulau Jawa.

Jalur pendakian Gunung Raung via kalibaru, dari basecamp menuju ke pos 1 akan melewati perkebunan penduduk yang mayoritas adalah perkebunan kopi. Perjalanan membutuhkan waktu panjang sekitar 2,5 jam. Ada persewaan ojek yang akan mengantar ke pos 1 dengan tariff sekitar Rp.30.000 yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 30 menit saja. Pos 1 dengan ketinggian 980 mdpl ditandai dengan sebuah rumah di tengah kebun kopi. Di sebelah kiri ada jalur menuju sungai yang merupakan sumber air terakhir.

pos 1
Pos 1

Pos 1 – Pos 2

Dari pos 1 jalur pendakian Gunung Raung dimulai dengan jalur landai melewati kebun kopi sebelum melewati batas antara perkebunan dan hutan. Jalan belum terlalu menanjak. Hutan yang lebat dan lebar akan mengantar sampai di Pos 2 yang merupakan pos terluas selama jalur pendakian untuk tempat camp. Waktu pendakian ke pos 2 dengan tinggi 1.431 mdpl sekitar 3-4 jam.
pos 2
Pos 2

Pos 2 – Pos 3

Jalur mulai melewati punggungan dan mulai menanjak, masih dengan hutan yang rapat dimana sebelah kiri adalah jurang. Sekitar 1-2 jam akan sampai di Pos 3. Pos 3 ada di ketinggian 1.656 mdpl dan terletak di jalur pendakian dan cukup untuk membangun 3 tenda.
pos 3
Pos 3

Pos 3 – Pos 4

Jalanan awal akan landai dan melewati turunan sebelum berpindah punggungan dan kembali dengan jalan menanjak yang cukup panjang. Sekitar 2 jam akan sampai di Pos 4 yang berupa tanah lapang sempit untuk beristirahat dengan ketinggian 1.855 mdpl
pos 4
Pos 4

Pos 4 – Pos 5

Rute semakin menanjak dan rapat dimana banyak ditumbuhi tanaman berduri. Membutuhkan sekitar 45 menit untuk menuju ke pos 5. Pos 5 dengan ketinggian 2.115 mdpl tidak terlalu luas dan biasanya tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Pos 5 – Pos 6

Menuju ke Pos 6 membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan jalur yang semakin terjal dan menanjak. Diharapkan berhati-hati kare rute ini di kanan kiri jurang dengan jalur yang tipis. Pos 6 terletak pada ketinggian 2.285 mdpl dan terdapat area camp berundak-undak yang bisa digunakan untuk bermalam.

Pos 6 – Pos 7

Jalur pendakian akan semakin berat, terjal dan menanjak karena mendekati puncak gunung Wates. Jalur pendakian akan semakin terbuka dan dingin. Sekitar 1 jam perjalanan akan sampai di pos 7 di ketinggian 2.541 mdpl. Di pos 7 merupakan area yang cukup luas untuk 4-5 tenda dan merupakan area terbuka sehingga udara akan cukup dingin. Disini dapat menikmati pemandangan yang sangat indah yang berupa  punggungan dan lembah serta puncak Gunung Wates di depan.

Pos 7 – pos 8

Jalur pendakian akan semakin menanjak karena menuju ke puncak gunung Wates. Selanjutnya pendakian dilanjutkan dengan melipir punggungan yang tipis sehingga dibutuhkan konsentrasi. Sekitar 1-2 jam akan sampai di pos 8 di ketinggian 2.876 mdpl yang berupa tanah datar yang cukup untuk mendirikan 2 tenda. Jika bermalam di pos 7 lebih baik barang ditinggalkan untuk summit ke puncak Gunung Raung.
pos 8
Pos 8

Pos 8 – Pos 9

Menuju ke pos terakhir jalanan tetap menanjak berbelok-belok dengan pepohonan yang masih rimbun selama kurang lebih 1 jam. Pos 9 berupa dataran yang cukup untuk membuat 3 tenda di ketinggian 3.023 mdpl dan merupakan batas vegetasi.
pos 9
Pos 9 

Pos 9 – Puncak Bendera

Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di puncak Bendera atau disebut juga puncak Raung dengan ketinggian 3.154. Trek berupa bebatuan besar yang tidak cukup menanjak. Di Puncak Bendera terpampang kegarangan gunung Raung, di sisi yang lain tampak juga Gunung Argopuro

Disinilah pendaki mempersiapkan Peralatan Climbing sebelum melanjutkan perjalanan. Alat yang harus disiapkan yaitu tali carmentel 30-40 m, carabiner, webbing, harnest, Ascender, jumar dan figure of eight harus dalam keadaan baik.

Baca : Peralatan Climbing Beserta Fungsinya
puncak bendera
Puncak Bendera

Puncak Bendera – Puncak 17

Puncak Bendera adalah awal dari jalur pendakian ekstrim yang harus dilalui  untuk mencapai puncak sejati. Dari puncak Bendera harus berjalan turun melipir bibir jurang dan mengikuti jalan landai. Jalur ini paling rawan dan menegangkan karena akan melipir turun dengan jurang menganga di depan. Dibutuhkan konsentrasi dan waspada karena salah sedikit akan salah akibatnya, apalagi jalur pasir berbatunya sedikit licin.

Sampai di titik rawan 1 harus melipir tebing bebatuan dimana sebelah kanan adalah jurang. Disini memasang jalur pemanjatan kurang lebih 5 meter. Di jalur sudah terpasang 1 hanger, 1 bolt dan di titik anchor atasnya terdapat pasak besi yang tertanam dan bisa digunakan sebagai anchor utama.
Setelah melewati titik rawan 1 akan menuju ke puncak 17. Titik rawan 2 adalah di bawah puncak 17. Disini kembali memasang jalur pemanjatan dimana di puncak 17 memasang fix rope untuk dilalui orang selanjutnya. Jika tidak ke puncak 17 maka bisa melipir di samping puncak 17 dengan lebar jalur sekitar 20 cm dan jurang di sebelahnya, jadi dibutuhkan fokus dan konsentrasi ekstra. Jika naik ke puncak 17, saat kembali bisa melewati jalur melipir ini. Terdapat titik anchor tanam yang bisa digunakan.
puncak 17
Jalur Ke Puncak 17
titik rawan 1
Titik Rawan 1
puncak 17
Jalur Melipir Puncak 17 (perjalanan kembali)

Puncak 17 – Puncak Tusuk Gigi

Menuruni puncak 17 Gunung Raung perlu hati-hati karena cukup curam. Disini akan melewati jalur kecil dan tipis dengan jurang di sebelah kanan dan kiri. Setelah itu sampai di titik rawan terakhir dimana harus memasang jalur untuk menuruni tebing sekitar 20 meter. Untuk turun ke bawah digunakan teknik rappelling. Disini juga ada beberapa anchor tanam dari besi yang bisa digunakan. Tali karmantel bisa ditinggalkan disini untuk digunakan naik ketika kembali nanti.

Pendakian dilanjutkan dengan jalur turun ke bawah berupa pasir berbatu sampai bertemunya jalur punggungan ke puncak tusuk gigi. Di jalur ini akan disuguhi hamparan bebatuan besar yang harus didaki. Untuk langsung ke puncak sejati Gunung Raung bisa langsung melipir ke kanan karena disini tidak ada jalur utama menuju ke puncak jadi bisa ke puncak tusuk gigi lebih dulu atau ke puncak sejati.
puncak 17
Trek ke Titik Rawan 3
jalur pendakian gunung raung
Waspada dengan Jurang di Depan
jalur pendakian gunung raung
Rappeling
jalur pendakian gunung raung
Trek ke Puncak Tusuk Gigi

Puncak Tusuk Gigi – Puncak Sejati

Dari puncak tusuk gigi akan berjalan menanjak sekitar 100 meter dan akan tiba di tujuan akhir yaitu Puncak Sejati 3.344 mdpl. Kaldera besar yang masih aktif kadang meletup sekitar 20 menit sekali mengeluarkan asap dengan bunyi menggelegar yang terdengar hingga pos 7 dan di puncak ini raungan Gunung Raung akan lebih menggelegar.
kaldera gunung raung
Puncak Sejati dan Kaldera Gunung Raung

Tips Pendakian Gunung Raung via Kalibaru :
  1. Tidak disarankan untuk pendaki pemula dan yang memiliki penyakit takut ketinggian.
  2. Persiapkan kebutuhan dan logistik untuk minimal 4 hari pendakian.
  3. Bawalah air minimal 6 liter per orang untuk hitungan 3-4 hari, kondisikan untuk perkiraan lama waktu pendakian.
  4. Karena medan yang berat, tinggalkan sedikit perbekalan air di pos 3, 4 atau ditempat yang diinginkan (bisa ditanam atau disembunyikan) untuk perbekalan saat turun.
  5. Gunakan celana panjang dan baju lengan panjang karena medan hutan rapat banyak ditumbungi tanaman berduri.
  6. Bawalah persiapan alat pendakian yang lengkap dan dalam kondisi baik.
  7. Usahakan sampai di puncak bendera sangat pagi karena pendakian sampai puncak sejati membutuhkan waktu lama jika tim beranggotakan banyak orang.
  8. Dalam tim harus ada yang menguasai skill teknik anchoring, ascending, belaying, descending rappeling, moving together untuk menjadi leader
  9. Karena dibutuhkan konsentrasi tinggi dan fokus yang ekstra, siapkan mental sebelum melakukan pendakian terutama dari Puncak Bendera menuju ke Puncak Sejati. Jika ragu maka jangan dilanjutkan.
  10. Kerjasama tim harus kompak dan saling menjaga.
puncak gunung raung
Tim Hore "123 Budal"

Itinerary pendakian Gunung Raung:
Basecamp - Pos 1 : 30 menit (ojek)
Pos 1 - Pos 2 : 2 jam
Pos 2 - Pos 3 : 3 jam
Pos 3 - Pos 4 : 2 jam
Pos 4 - Pos 5 : 45 menit
Pos 5 - Pos 6 : 30 menit
Pos 6 - Pos 7 : 1 jam
Pos 7 - Pos 8 : 1 jam
Pos 8 - Pos 9 : 1 jam 15 menit
Pos 9 - Puncak Bendera : 10 menit
Puncak Bendera - Puncak 17 : dikondisikan
Puncak 17 - Puncak Tusuk Gigi : dikondisikan

Share :

Facebook Twitter Google+

6 Responses to "Pendakian Gunung Raung 3.344 mdpl via Kalibaru"

  1. ajak2 dong mba kalo ke sejati Raung lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah boleh tuh, sudah rindu Raung juga nih, hehee

      Delete
  2. Katanya Gunung Raung punya jalur ekstrem yah gan. bener ga sih? ngeri-nger sedap jadinya. heuheu

    ReplyDelete
  3. Boleh dapatkan contact guide Mt Raung mas?

    ReplyDelete

Welcome....!!!