Benteng Vredeburg Jogjakarta - Museum Unik dengan Cafe Klasik

loading...
Benteng Vredeburg Jogjakarta. Jalan-jalan ke Jogja tentu tidak lepas dari Marlboro yang sangat populer. Sedangkan di ujung jalan Marlboro tak lepas juga dari sebuah musium bernama Benteng Vredeburg. Musium yang ada di ujung jalan Marlboro ini sebagian halamannya memang menjadi tempat parkir untuk wisatawan ketika di Marlboro, namun taukah kalau musium ini adalah salah satu tempat wisata di Jogja yang menyimpan hal unik dan sayang untuk tidak dikunjungi? apalagi dengan adanya cafe klasik bernama Indische Koffie.
benteng vredeburg
Museum Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta tepatnya di Jalan Jend. A Yani no.6 Jogjakarta. 
Tempat wisata di Jogja ini dibuka pada hari Selasa – Jum’at jam 08.00-16.00, hari Sabtu – Minggu jam 08.00 – 17.00, dan hari Senin tutup. Tiket masuk untuk wisatawan domestik Rp.2.000/ orang.
benteng vredeburg
Halaman Utama Museum
Vredeburg dulunya adalah benteng yang dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan Belanda kala itu yang berganti nama menjadi fort Rustenburg sebelum berganti lagi menjadi Vredeburg.

Maksud dan tujuan dibangun Benteng Vredeburg ini adalah untuk menjaga keamanan keraton Jogyakarta dan daerah sekitarnya. Dibalik itu, penjajah Belanda memiliki maksud untuk mempermudah pengontrolan aktifitas perkembangan yang terjadi di dalam Keraton Jogja. Keseluruhan bangunan ini  dibangun dengan bentuk bujur sangkar dimana keempat sudutnya seperti tempat penjagaan.
Baca : Taman Sari - Istana Air Peninggalan Keraton Yogyakarta

Ruang Museum Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg merupakan museum perjuangan khusus sejarah nasional Indonesia. Lokasi ini menjadi tempat wisata di Jogja sebagai tujuan wisata edukasi yang memuat tentang seni, budaya dan pengetahuan sejarah. Sampai di lokasi, anda akan menemukan bangunan-bangunan tua bergaya arsitektur jaman Belanda yang memiliki tiang penyangga besar. Kebersihan dan keasrian bagian dalam sangat terjaga tanpa mengurangi keaslian dari bentuk pada saat pertama kali dibuat.

Terdapat empat ruangan diorama di Benteng Vredeburg yang bisa dikunjungi. Diorama dibagi menjadi empat ruangan yang tiap-tiap ruangannya menggambarkan era perjuangan kemerdekaan Indonesia mulai saat dibangunnya benteng  sampai era kemerdekaan. 


Masing-masing diorama menampilkan peristiwa sejarah yang berbeda, yaitu :
  1. Diorama pertama menampilkan peristiwa sejarah sejak Perang Diponegoro (1825-1830) sampai masa penjajahan Jepang (1942-1945). 
  2. Diorama dua menampilkan peristiwa sejarah sejak Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945 sampai Agresi Militer Belanda I tahun 1947. 
  3. Diorama ketiga menampilkan peristiwa sejarah perjanjian Renville sampai pengakuan kedaulatan RIS (1949). 
  4. Diorama keempat menampilkan peristiwa sejarah terbentuknya NKRI tahun 1950-1974.

musium benteng vredeburg
Salah Satu Ruang Diorama
Selain diorama yang memang dibuat sedramatis mungkin, di setiap ruangan museum Benteng Vredeburg juga disuguhkan barang-barang peninggalan zaman dimana diorama tersebut dilukiskan. 
Selain dilengkapi dengan pendingin udara untuk kenyamanan wisatawan, ruang diorama juga dilengkapi media berupa layar sentuh yang dapat digunakan untuk mengetahui sejarah lebih luas. Ada beberapa permainan di layar sentuh yang bisa digunakan untuk menghibur diri dan melepas kebosanan sejenak. Disamping itu anda juga dapat menuangkan ekspresi sambil berfoto dengan patung-patung di area Benteng Vredeburg.


Indische Koffie

Lelah berkeliling museum, wajib singgah di Indische Koffie!.
Selain tempat edukasi, tempat wisata di Jogja ini juga menjadi tempat nongkrong bagi kaum muda terutama di bagian depannya. Sebuah cafe yang menarik telah dibuat menggunakan salah satu ruangan benteng dengan konsep fine dining. Interior yang klasik dan elegan terdiri dari unsur kayu dan keramik, berpadu dengan bangunan benteng yang masih menyisakan sejarah masa lalu.
indische koffie
Interior Indische Koffie
Ada dua area di cafe ini yaitu indoor dan outdoor. Kedua area ini memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung. Di pintu masuk disediakan cemilan gratis di meja. Pengunjung yang masuk ke cafe ini tidak akan merasa di dalam benteng. Dengan musik era 1980'an yang mengalun memanjakan telinga, di dalam bangunan kuno beraksitektur eropa, akan membuat pengunjung terbawa ke masa lalu. 

Area outdoor yang juga sebagai smoking area dibagi menjadi area parasol dan teras, memberikan nuansa pemandangan kebun nan asri.
indische koffie
Indische Koffie
Menu makanan di cafe klasik ini berupa makanan tradisional Indonesia dan western. Suasana klasik yang nyaman akan membuat betah pengunjung di Benteng Vredeburg. Jadi, siapa bilang ke museum itu membosankan?.
loading...

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Benteng Vredeburg Jogjakarta - Museum Unik dengan Cafe Klasik"

Post a Comment