Pendakian - Kebutuhan atau Keinginan?

Antrian Pendakian Gn.Semeru
Aktifitas Pendakian di Indonesia menjadi berubah seiring release’nya sebuah film 5 cm, tentang perjalanan sekelompok remaja ke puncak tertinggi di tanah jawa, Mahameru. Mengambil latar di gunung Semeru, film ini menunjukkan keindahan alam pegunungan, ranu kumbolo dan susahnya medan yang dilalui ketika akan mencapai puncak. Hal itu termasuk salah satu faktor yang membuat kegiatan pendakian gunung semakin marak oleh para pendaki, disamping sajian program-program televisi yang menayangkan keindahan alam pegunungan Indonesia. Bahkan antrian mendaki gunung bisa ditandingkan dengan antrian pengambilan BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Beberapa tahun sebelum tahun ini, pendakian gunung mungkin hanya dilakukan oleh komunitas-komunitas pecinta alam tertentu. Pecinta Alam, yang pada dasarnya mempunyai beberapa etika pendakian disamping sebagai penikmat alam. Dulu masih bisa dinikmati bagaimana alam yang masih alami, udara yang masih segar, keadaan yang masih bersih dan sakral. Pecinta alam yang menjaga alam dan isinya namun juga menjaga diri sendiri.
Kejadian menyedihkan kerap  terjadi, tentang pendaki yang tewas terjatuh karena turun dengan berlari, pendaki yang hilang karena menjadi jalur asal-asalan, pendaki yang tewas kedinginan karena kurangnya persiapan sesuai dengan standart pendakian. Sebuah Koran lokal bahkan pernah memberitakan tentang ditemukan banyaknya alat kontrasepsi di sekitar lokasi camp. Tetap dengan sebuah pertanyaan “kenapa mendaki gunung?”

Jika ingin mendaki, pergilah. Bawa apa yang dibutuhkan untuk bersenang-senang menikmati alam hingga merasa nyaman. Nyaman dan damai untuk diri sendiri, bukan dengan alam ini dimana sampah-sampah  terbuang padanya, dimana alam menjadi korban vandalisme, menyimpan nama-nama perusak yang dengan sengaja tertulis di batu-batuannya dan bagaimana tangan-tangan kotor mencabut bagian dirinya. Dimana pengibaran bendera Negara akan menutupi keegoisan mental yang sudah terjadi. Semua itu sekedar untuk keINGINan pribadi saja bukan?.

“Menyanyikan, mengibarkan, mengakui dan mencari. Namun seperti tanpa siapapun benar-benar ada di dalamnya.”

Jika mendaki kebutuhan, pergilah, lakukah tugasmu. Bukankah pendaki mampu bekerja secara tim?, bekerja dengan alam?, saling menguntungkan?. Jika membutuhkannya, alam alam memberimu kedamaian, kesejukan dan jawaban.Alam akan membentuk pribadimu. Bukankah hal seperti itu yang kau inginkan?, dan itukah yang membuatmu ingin kembali mengunjunginya?. Bawa turun sampahmu, lalu jaga kesejukannya, jaga kedamaiannya, jaga kebersihannya dan jaga dirimu untuk bisa kembali lagi menjaganya.

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Pendakian - Kebutuhan atau Keinginan?"

Post a Comment

Welcome....!!!