Tentang Perjalanan Alam

Apa tujuanmu mendaki gunung?
Menikmati alam?, Refreshing?, Mengenal Dunia?, Menaklukkannya?, Mengejar puncaknya agar tampak keren? atau.....

Ada sebuah motto HIMAKPA ITN MALANG “Tuhan dan Alam hanya satu, yang satu itu kucinta”. Memang sebuah “satu” itu yang harusnya bisa dicinta atau (mungkin) dimanfaatkan untuk sekedar kecintaan belaka. Dan “satu” itu memang adalah yang kucinta.

Mungkin Alam adalah satu-satunya tempat, benda atau sesuatu yang bisa diajak bicara ketika tak ada yang mendengar. Kau akan lebih dekat dengan langit. Jika puncak tidak bisa menjawabmu, kau hanya perlu menengadah dan lihatlah langit. Berteriaklah, bicaralah kepada langit dan Tuhan, bicara dalam ketenangan, dalam kedamaian jiwa dan lihat semua dalam gelap.
Puncak, surga pelepasan pikiran.
Daratanmu bisa terinjak kecuali daratanku yang hanya bisa dirasakan dalam diam dan dipijak dari keheningan saat pejamkan mata.

Jika ketenangan dan damai bisa ditemukan disana, kenapa langkah masih terhitung dari semua manusia?. Pencarian sebuah jawaban bukan hanya tentang bagaiamana berjalan atau berlari, bukan tentang dimana dan kemana, bukan tentang bisa atau tidak bisa. Jawaban itu ada namun hanya tidak nampak.

“Jika di bawah kau tak menemukan sebuah jawaban, naiklah ke atas untuk melihatnya”

Masihkan dengan sebuah pertanyaan, “apa yang kau cari?”

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Tentang Perjalanan Alam"

Post a Comment