20 Wisata Pantai Paling Populer dan Menawan di Malang Selatan

Wisata Pantai Paling Populer di Malang Selatan. Selama ini Kota Malang dikenal dengan kota pendidikan. Banyak mahasiswa - mahasiswi dari penjuru Nusantara yang mencari ilmu di kota berhawa sejuk ini. Adanya pendatang baru di setiap tahunnya, tak heran jika berbagai tempat wisata tersaji dengan apik dan menarik minat. Tidak jauh dari pesisir pantai selatan, Kota Malang memiliki berbagai wisata pantai yang sebagian besar sudah diresmikan menjadi tempat wisata. Sekedar untuk refreshing dari suasana padat kota pelajar, ada banyak pilihan untuk menghabiskan waktu libur dan berakhir pekan.

Pantai-pantai baru selalu menjadi buruan para traveler, tapi tidak semuanya telah resmi menjadi tempat wisata. Untuk itulah muncul beberapa statement tentang 'pantai tersembunyi' dan biasanya menyimpan panorama alam yang aduhai indahnya. Pantai tersembunyi ataupun tidak, keindahan pantai-pantai di Malang membuatnya semakin dikenal wisawatan yang ingin menikmati panorama menawan alamnya.

Berikut wisata pantai populer di Malang yang wajib dikunjungi :

1. Pantai Balekambang

Siapapun yang datang ke Malang, harusnya mengenal pantai yang sudah menjadi andalan Kota Malang sejak 1985 ini. Pantai Balekambang adalah salah satu wisata pantai di Malang yang selalu menjadi tujuan liburan keluarga. Selain pemandangan yang menarik, Pantai Balekambang memiliki pura di atas batu karang yang dihubungkan dengan jembatan. Keunikan inilah yang membuat Pantai Balekambang disebut sebagai Tanah Lot'nya Jawa Timur.
pantai balekambang
Pantai Balekambang
Pantai Balekambang berada di Dusun Sumber Jahe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akses jalan menuju Pantai Balekambang sudah baik dan nyaman. Sebagai tempat wisata di Malang yang populer, berbagai fasilitas juga terus dikembangkan untuk menunjang pariwisata.

2. Pantai Bajul Mati

Tidak akan ada Bajul Mati (Buaya Mati) di sekitar pantai ini kecuali didalam cerita turun-temurun bagaimana pantai ini ditemukan tahun 1890 silam. Pantai Bajul Mati memiliki teluk- teluk yang indah, ombak yang keras dan kontur yang curam, sehingga wisatawan tidak diperkenankan berenang. Untuk bermain air, ada muara sungai yang berada di sisi pantai. Pantai Bajul Mati terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada sekitar 58 kilometer dari Kota Malang dengan akses jalan yang baik.
pantai bajul mati
Pantai Bajul Mati

3. Pantai Sendang Biru  

Sendang biru merupakan surganya ikan segar, tak heran jika ada banyak perahu nelayan singgah di pesisir pantainya. Pantai Sendang Biru berada di Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Jawa Timur. Berada sekitar 67 kilometer dari Kota Malang dengan akses yang baik. Pantai Sendang Biru berhadapan dengan Pulau Sempu, sehingga di sekitar pantai cocok digunakan untuk berperahu maupun olah raga laut. Selain berburu ikan segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), adanya Pulau Sempu menjadi pesona tersendiri di Pantai Sendang Biru.
pantai sendang biru
Pantai Sendang Biru

4. Pantai Segara Anakan

Pantai Segara Anakan ada di lokasi cagar alam Pulau Sempu yang bisa ditempuh dari Pantai Sendang Biru menggunakan perahu. Bisa dibilang Segara Anakan merupakan tempat wisata di Malang paling populer karena keindahannya yang sudah menarik minat wisatawan mancanegara. Segara Anakan berada di Pulau Sempu, Segara Anakan merupakan sebuah laguna yang dihubungkan oleh muara ke laut lepas pantai. Wilayah ini merupakan cagar alam, sehingga siapapun dihimbau untuk menjaga kebersihan dan kelestarian di Pulau Sempu.
pantai segara anakan
Pantai Segara Anakan
 

5. Pantai Goa Cina

Pantai Goa Cina terletak di Dusun TUmpak Awu, Desa Sitiharjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rute jalannya sama dengan rute ke Pantai Sendang Biru dengan akses jalan yang cukup baik dan sedikit terjal.
pantai goa cina
Pantai Goa Cina
Pantai bernama asli Pantai Rowo indah ini populer dengan nama Goa Cina karena pernah ada peristiwa kematian seorang Cina di dalam Goa. Lokasi unik yang menjadi tujuan tentu adalah Goa Cina itu sendiri. Selain goa, panorama Pantai Goa Cina sangat memanjakan mata. Ombak khas pantai selatan yang berpadu dengan karang-karang akan membuat siapapun betah menyaksikannya dari bawah pohon kelapa yang teduh.

6. Pantai Tamban

Pantai Tamban berada di Dusun Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pantai Tamban bersebelahan dengan Pantai Sendang Biru, sehingga panorama'nya nyaris sama yaitu adanya Pulau Sempu yang berhadapan dengan pantai. Bedanya, dari Pantai Tamban bisa menyaksikan panorama laut lepas di balik Pulau Sempu.
pantai tamban
Pantai Tamban

Berbagai aktivitas bisa dilakukan di tempat wisata pantai di Malang ini, seperti memancing, jet sky, diving, snorkeling maupun surfing. Ingin mencoba permainan atau menyeberang ke Pulau Sempu?, perahu nelayan siap mengantar !

7. Pantai Modangan

Pantai Modanganterletak di Dusun Kalitekuk, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada sekitar 65 kilometer di barat daya Kota Malang. Di pantai ini terdapat muara sungai yang menjadi batas antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Akses jalan yang dilalui cukup terjal dan susah, sebaiknya menggunakan kendaraan roda 2.
pantai modangan
Pantai Modangan
Pantai Modangan memiliki karakteristik ombak yang indah, pasir putih yang lembut dan bersih, serta bebatuan hitam di sebelah kanan pantai. Meski tergolong sepi seperti terisolasi dengan akses yang tidak mudah, pantai ini sangat dikenal di kalangan traveler. Mungkin itulah alasan kenapa pada tahun 1850'an ratusan pasukan Pasukan Diponegoro menyembunyikan diri di pantai ini.

8. Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep berada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada 62 kilometer di selatan Kota Malang dengan akses jalan yang baik. Pantai ini dikenal pada tahun 1980, sebelum Pantai Balekambang dan Sendang Biru dikenal
pantai ngliyep
Pantai Ngliyep
Wisata pantai di Malang ini memiliki area yang luas, hamparan pasir putih lembut dan pepohonan rindang. Pantai ini dikelilingi tebing-tebing curam dan hutan tropis yang melengkapi kenikmatan alami di Pantai Ngliyep. Bukan hanya panorama pantai sekitar, ada sebuah teluk yang bisa dinikmati di sisi bukit sebelah kiri. Selain itu ada petilasan di pulau kecil bernama Gunung Kombang yang bisa dikunjungi.

9. Pantai Sipelot

Pantai Sipelot terletak di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akses jalan mendekati lokasi pantai lumayan susah karena beberapa ruas jalan berlubang. Pantai bernama asli Spelot ini juga memiliki Air Terjun Coban Sipelot dan untuk mencapainya, perlu diantar nelayan menggunakan perahu menyeberangi teluk.
pantai sipelot
Pantai Sipelot
Pantai Sipelot menyajikan warna laut yang biru, hamparan pasir putih yang luas dengan garis pantai yang melingkar seperti danau. Pantai ini berada di sebuah teluk, sehingga ombak pantainya tergolong tenang. Di sebelah timur terdapat muara dan didekatnya ada tebing-tebing tiknggi dengan bebatuan besar di sisi pantai. Adanya beberapa fasilitas yang sudah dikembangkan tentu membuat semakin betah berlama-lama mengeksplore wisata pantai di Malang ini.

10. Pantai Tiga Warna

Pantai Tiga Warna (8°26'22"S-112°40'39"E) berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Merupakan area konservasi, peraturan tempat wisata di Malang ini cukup ketat, salah satunya memiliki kuota wisatawan.
pantai tiga warna
Pantai Tiga Warna
Sesuai namanya, Pantai Tiga Warna memiliki keunikan yaitu air yang nampak berbeda karena faktor kedalaman air. Aktivitas favorit yang bisa dilakukan di panta ini adalah snorkeling untuk menikmati keindahan terumbu karang bawah lautnya. Menjadi kawasan konservasi, pantai ini sangat dijaga kebersihannya, sehingga wisatawan wajib membawa sampah pulang.

11. Pantai Kondang Merak

Pantai Kondang Merak berada di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Burung Merak di pantai ini sudah punah tahun 1980. Pantai ini memiliki terumbu karang yang menawan, sehingga snorkeling menjadi daya tarik di Pantai Kondang Merak. Adanya batu karang yang berjajar tak jauh dari bibir pantai, membuat ombak di pantai ini sangat nyaman bagi para nelayan dan juga aman untuk wisatawan. Menikmati suasana pantai yang tenang dengan sajian kuliner ikan laut, tidak lengkap jika tidak camp semalam di pantai ini.
pantai kondang merak
Pantai Kondang Merak

12. Pantai Kondang Iwak

Pantai Kondang Iwak berada di Dusun Sumberpucung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada sekitar 70 kilometer ke selatan Kota Malang. Wisata pantai di Malang ini menawarkan hamparan pasir putih bersih layaknya panorama Pantai Kuta Bali. Di hamparan pasir putih yang bersih ada batu karang besar menjorok ke laut yang menambah keindahan Pantai Kondang Iwak. Di sebelah barat pantai terdapat muara air tawar (kondang), dimana yang suka memancing bisa menyalurkan hobinya.
pantai kondang iwak
Pantai Kondang Iwak

13. Pantai Lenggoksono

Pantai Lenggoksono terletak di Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akses jalan yang dilalui cukup susah meski beberapa bagian sudah dicor. Bagi penyuka kegiatan memancing, Pantai Lenggoksono bisa menjadi salah satu destinasi.
pantai lenggoksono
Pantai Lenggoksono
Memiliki pemandangan yang indah, pantai di Malang ini menjadi tempat konservasi lpbster mutiara, lobster pasir dan lobster batu. Di kawasan ini terdapat goa lobster sebagai tempat bertelur lobster. Itulah yang menjadikan tempat ini dijadikan sebagai wilayah ekowisata.

14. Pantai Banyu Anjlok

Pantai Banyu Anjlok terletak di Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Berada sekitar 68 kilometer dari Kota Malang dengan akses jalan yang cukup susah ketika mendekati pantai. Rute yang mudah bisa menyewa perahu nelayan dari Pantai Lenggoksono. Keunikan wisata pantai di Malang ini adalah adanya air terjun mini yang menghadap ke bibir pantai, sehingga berwisata ke pantai ini tidak akan membosankan. Menikmati panorama pantai selepas sore juga tidak kalah menarik. Menanti sunset di atas bukit akan menambah kesan eksotis Pantai Banyu Anjlok.
pantai banyu anjlok
Pantai Banyu Anjlok

15. Pantai Clungup

Pantai Clungup berada di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kebupaten Malang, Jawa Timur. Menuju pantai ini tidak mudah karena harus berjalan kaki setelah menitipkan motor sekitar 200 meter dari Sendang Biru. Itulah kenapa pantai ini masih sepi dan bersih. 
pantai clungup
Pantai Clungup
Pantai Clungup memiliki hamparan pasir putih yang luas dan bersih. Gelombang ombak cukup tenang karena dilindungi beberapa pulau kecil di lepas pantai. Pemandangan pulau-pulau kecil dan karang-karang akan sangat memanjakan mata. Pantai ini aman digunakan untuk bermain air karena tidak terlalu dalam. Suasana yang sepi dan tenang sangat cocok untuk camping.

16. Pantai Gatra

Pantai Gatra berada di Dusun Sendangbiru, Desa Sitiharjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pantai ini masuk di kawasan hutan lindung, sehingga kebersihan dan kelestarian tempat wisata di Malang ini sangat dijaga dengan adanya peraturan yang ketat.
pantai gatra
Pantai Gatra
Setelah melewati Pantai Clungup, akan sampai di Pantai Gatra. Pantai ini disebut-sebut sebagai Raja Ampat'nya Malang Selatan. Pantai ini dikelilingi rimbunan pepohonan hijau. Gugusan pulau-pulau karang yang berpadu dengan deburan ombak dan gradasi warna laut menjadikan tempat wisata di Malang ini cocok untuk menenangkan diri.

17. Pantai Ngantep

Pantai Ngantep berada di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berbeda dengan wisata pantai di Malang lainnya, Pantai Ngantep memiliki karakter yang berbeda. Pantai ini cocok untuk selancar karena memiliki gulungan ombak yang sangat memikat. Selain menjadi salah satu spot surfing dan pasir putih yang lembut, Pantai Ngantep dikenal sebagai pantai religi karena adanya pendopo di puncak bukit bernama Gunung Batok. Meski jarang dikenal selain para peselancar, fasilitas di Pantai Gatra cukup lengkap seperti kamar mandi, mushola, camp area dan penginapan. 
pantai ngantep
Pantai Ngantep

18. Pantai Jembatan Panjang

Jika wisata pantai di Malang banyak dikenal karena keindahannya, Pantai Jembatan Panjang dikenal karena kisah mistisnya. Pantai Jembatan Panjang berada di Dusun Sumber Jamber, Desa Srigoco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Berada di sebelah barat Pantai Balekambang, sekitar 62 kilometer dari Kota Malang. 
pantai jembatan panjang
Pantai Jembatan Panjang
Pantai Jembatan Panjang menyajikan hamparan pasir putih yang membentang luas, hutan yang masih asri dan gelombang yang tenang akibat terhalang sebuah pulau. Keunikan wisata pantai di Malang ini adalah adanya jembatan putus sebagai penghubung ke pulau dan konon memiliki mitos tersendiri. Nilai artistik ini menjadikan di lokasi pantai sering dijadikan tempat pemotretan.

19. Pantai Batu Bengkung

Pantai Batu Bengkung kini mulai naik daun dan cukup populer di sosmed. Pantai Batu Bengkung terletak di Desa Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada paling barat dari pantai-pantai lain di Malang Selatan. Keunikan pantai ini adalah adanya kolam alami yang terbentuk dari deburan ombak yang terjebak di cekungan karang di pinggir pantai, tapi jika surut, air di kolam alami tidak ada. Ombak di pantai ini sangat besar, jadi tidak diperkenankan berenang. Namun, momen sunset yang indah bisa dinikmati sembari camping ceria.
pantai batu bengkung
Pantai Batu Bengkung

20. Pantai Sendiki

Pantai Sendiki terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada sekitar 68 kilometer dai Kota Malang. Pantai ini mulai naik daun seiring pengembangan fasilitas di dalamnya, sehingga kini mulai menjadi wisata pantai favorit di Malang.
pantai sendiki
Pantai Sendiki
Pantai Sendiki dikelilingi oleh hutan hijau, memiliki garis pantai yang cukup panjang melengkung. Banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan seperti voli pantai, berjemur, hingga menelusuri hutan di sebelah pantai. Selain menikmati suasana pantai dengan camping, ada penginapan dengan konsep rumah pohon yang semakin membuat wisata pantai di Malang ini semakin unik dan menarik.

Itu adalah 20 wisata pantai di malang yang populer dengan panorama alam yang mempesona, serta selalu menarik minat wisatawan. Masih banyak deretan wisata pantai di Malang yang bisa dikunjungi, namun belum populer. Cepat atau lambat, pantai-pantai tersembunyi lainnya akan menampakkan diri dan bersiaplah berpetualang !.

Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"

Sejarah Letusan Gunung Tambora. Gunung Tambora merupakan gunung berapi yang sejarahnya begitu dikenal di dunia yang dikenal pernah memiliki letusan paling mematikan. Gunung yang berada di timur Nusantara ini telah menciptakan teror hingga ke Eropa pada tahun 1816. Tak heran jika Gunung Tambora telah mengundang banyak peneliti dari berbagai penjuru dunia untuk menguak sejarah masa lalu yang telah terkubur ratusan tahun silam. Gunung ini'pun disebut sebagai Pompeii dari Timur.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Lukisan Letusan Tambora
Gunung Tambora berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Letusan Gunung Tambora tepat dua abad pada April 2015 lalu. Efek letusan hebat yang mengubur tiga kerajaan serta menewaskan hampir seluruh penduduknya dikenal dengan sebutan years without summer di Eropa hingga setahun setelahnya. Aerosol Sulfat yang dihembuskan Gunung Tambora menutupi langit Eropa, sehingga menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar Eropa di era modern.

Asal Mula Gunung Tambora

Menurut ceria turun temurun, asal mula Gunung Tambora ada dua versi, yaitu:
  1. Berasal dari kata lakambore (Bahasa Dompu/Bima) yang berarti 'mau kemana'.
  2. Berasal dari kata ta yang berariti mengajak dan mbora yang berarti menghilang.
Kedua versi itu muncul dari adanya cerita turun temurun tentang seorang petapa. Konon dahulu ada seseorang petapa sakti yang pertama kali ke gunung tersebut, namun tidak ditemukan lagi karena menghilang (moksa). Petapa sakti tersebut pernah menampakkan diri di sebuah pulau di sebelah barat laut Pulau Sumbawa yang juga terlihat dari puncak Gunung Tambora. Pulau tersebut dinamai Pulau Satonda yang berasal dari kata tonda - berarti jejak atau tanda kaki. 

Sejarah Singkat Gunung Tambora

Gunung Tambora merupakan gunung berapi tipe stratovolcano berbentuk kerucut dengan tinggi 4.200 mdpl, sehingga menjadikannya sebagai gunung berapi tertinggi di Indonesia saat itu. Kini, gunung berapi tertinggi di Indonesia adalah Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 mdpl.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Gunung Tambora
Di sekitar Gunung Tambora saat itu terdapat tiga kerajaan, yaitu Kerajaan Tambora, Kerajaan Pekat dan Kerajaan Sanggar. Daerah di sekitar Gunung Tambora begitu subur dan diperkirakan menghasilkan berbagai hasil bumi seperti padi, kopi, kapulaga, kemiri, madu, lada, kain tenun dan kuda. Hal ini menyebabkan adanya perdagangan dengan kerajaan di sekitarnya dan juga VOC

Letusan Gunung Tambora

Letusan dasyat pada tahun 1815 menyebabkan Gunung Tambora kehilangan hampir seluruh tinggi dan volumenya. Tinggi asli  Gunung Tambora 4.200 mdpl, ketinggian setelah letusan menjadi 2.730 mdpl, kaldera yang terbentuk memiliki diameter 8 kilometer dengan tinggi dasar kawah 1.300 mdpl. Ketika meletus, Gunung Tambora diperkirakan melontarkan sebanyak 163 kilometer kubik materi vulkanik dan menjadikannya sebagai letusan terhebat yang tercatat dalam sejarah peradaban manusia dengan skala 7 VEI (Volcanic Explosivity Index).
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Skala Letusan Gunung Berapi

Tiang abu letusan Gunung Tambora tahun 1815 diperkirakan setinggi 25 kilometer. Selain menutup sekitarnya dengan debu vulkanik dan aliran awan panas, letusan ini memuntahkan uap air (H2O) serta belerang dioksida (SO2) ek dalam atmosfer. Kombinasi kedua zat ini menciptakan tetesan asam sulfat (H2SO4). Selubung tetesan kecil ini disebut aerosol, menyebar ke seluruh dunia, memantulkan radiasi matahari sehingga menciptakan cuaca dingin yang tidak normal. 
Berikut adalah kronologi letusan Gunung Tambora :
  1. 1812 : Terjadi letusan-letusan kecil.
  2. 5 April 1815 : Suara erupsi terdengar sampai di Makasar, Jakarta dan Ternate.
  3. 10-11 April 1815 : Suara letusan terdengar hingga di Sumatra. Gempa terasa sampai ke Surabaya. Madura tertutup abu selama 3 hari. Aliran materi vulkanik mencapai 100 kilometer kubik. Kolom letusan mencapai tinggi 43 kilometer. Abu vulkanik mencapai Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan, menyebabkan gagal panen.
  4. Pertengahan 1815-1816 : Aerosol asam sulfat menyebabkan perubahan iklim dunia.
  5. 1816 : Tahun tanpa musim panas menyebabkan Benua Eropa dan Amerika gagal panen. Mengubah angin muson. Banjir musimkemarau melanda India, Pakistan dan Banglades. Penyakit kolera menyebar dari India hingga Rusia.
Material awan panas menerjang ke kawasan Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat. Lapisan abu berupa pasir halus kehitaman hasil letusan freatomagnetik menerjang Kerajaan Sanggar dan meluas hingga Pulau Moyo. Sementara disekeliling radius tersebut, ada endapan yang tersusun dari lapisan-lapisan batu apung.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Sebaran Abu Vulkanik

Peneliti dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Igan Supriatman Sutawidjaja menyebutkan, distribusi awan panas diperkirakan mencapai area 820 kilometer persegi. Jumlah total gabungan awan panas dan batuan totalnya 874 kilometer persegi. Ketebalan awan panas rata-rata 7 kilometer, tapi ada yang mencapai 20 kilometer.

Aliran awan panas (piroklasik) merupakan batuan halus bersuhu mencapai 1.000 derajat Celcius dengan kecepatan tinggi 700 km/jam. Aliran ini yang memusnahkan hutan, pemukiman, sekaligus menghapus keberadaan Kerajaan Pekat dan Kerajaan Tambora. Wilayah Kerajaan Tambora dan Sanggar kemudian dikuasai Kerajaan Bima, sedangkan bekas Kerajaan Pekat dikuasai Kerajaan Dompu.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Aliran Awan Panas

Letusan Gunung Tambora memang dasyat, bahkan terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah manusia modern. Magnitudo letusan Gunung Tambora berdasarkan VEI (Volcanic Explosivity Index) berada pada skala 7 - 8, hanya kalah pada letusan Gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu yang ada pada skala 8. Jumlah korban tewas akibat letusan Gunung Tambora mencapai kisaran 71.000 jiwa, ada ahli yang menyatakan 91.000. Sekitar 10.000 orang tewas secara langsung akibat letusan dan sisanya karena bencana kelaparan dan penyakit. Jumlah ini belum termasuk kematian yang terjadi di negara-negara Benua Eropa dan Amerika yang mengalami tahun tanpa musim panas.

Legenda Letusan Gunung Tambora

Jaman dahulu, letusan gunung selalu dikaitkan dengan azab Tuhan karena ulah manusia durhaka. Tak berbeda dengan kisah gunung-gunung berapi yang lain, masyarakat Sumbawa yang selamat dari letusan Gunung Tambora juga menciptakan kisah-kisah serupa, yaitu 'Syair Kerajaan Bima' oleh Khatib Lukman dan kisah narasi yang didokumentasikan oleh PP Roorda van Eysinga.

Konon letusan Gunung Tambora terjadi karena Sultan yang durhaka. Dikisahkan seorang Arab bernama Said Idrus dari Bengkulu kala itu singgah di negeri Tambora. Suatu saat, dilihatnya seekor anjing di dalam masjid, maka dia menyebut Sultan Kafir, karena anjing diharamkan dalam agama islam. Sultan yang marah akhirnya berniat balas dendam. Kemudian dia mengundang Said Idrus dan menjamunya makan dengan lauk daging. Said Idrus memastikan bahwa daging yang akan dimakannya bukanlah daging anjing ataupun babi. Sultan'pun berbohong dan mengatakan itu bukanlah daging haram. Setelah Said Idrus memakannya, barulah Sultan mengatakan bahwa daging tersebut adalah daging anjing. Said Idrus murka, dia'pun mengutuk negeri Tambora.

Waktu itulah api menyala di gunung, mengejar para pembunuh di kota, hutan, darat dan laut, sampai lautan Tambora menyala. Api berkobar selama beberapa hari dan ribuan orang tewas hingga kemudian turun hujan abu. Seluruh pulau menderita kelaparan. Sekitar 10.000 lebih penduduk Sumbawa meninggal atau mengungsi, ternak dan ladang dibinasakan abu dan selama tiga tahun tidak bisa digarap. Beberapa waktu kemudian tiga ombak besar melanda negeri Tambora dari arah selatan yang menyebabkan tujuh kampung tenggelam.

Pompeii Dari Timur

Letusan dasyat Gunung Vesuvius tahun 79 kala itu mengubur dua kota Romawi, Pompeii dan Herculaneum sedalam 4-6 meter. Sebanyak 20.000 warga Pompeii tewas dalam letusan. Tahun 1748 Pompeii kembali terkuak setelah penemuan Herculaneum 10 tahun sebelumnya. Temuan ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Di Pompeii, pengunjung bisa belajar banyak hal mulai dari arkeologi hingga sejarah masa lalu. Penemuan yang digali berupa puing bangunan, jalanan batu, hotel, keramik, pasar, sejumlah lukisan, dan sebagainya.

Letusan Gunung Tambora yang berlipat kali lebih dasyat dibanding Gunung Vesuvius dan dampak letusannya yang mengglobal, mungkin suatu saat akan menjadi warisan dunia. Penggalian arkeologi yang terus dilakukan semakin banyak menyingkap jejak peradaban yang telah terkubur lebih dari dua abad silam. Layaknya Pompeii, peradaban Tambora yang bertahun-tahun terkubur'pun akan mulai terkuak.

Kelahiran Doro Api Toi

Setelah letusan dasyat pada tahun 1815, Gunung Tambora tidak pernah kembali bergejolak. Kaldera raksasa yang tercipta dipagari tebing curam yang menghunjam dalam hingga 1.200 meter ke perut bumi dan tampak mengerikan dilihat dari puncak Gunung Tambora - Puncak Kabut. Sebelum 1815, lubang kaldera itu adalah bebatuan yang menjulang dengan ketinggian 4.200 mdpl sebelum lenyap hampir separuhnya karena letusan dahsyat. Doro Api Toi perlahan tumbuh di dasar kaldera dengan asap tipis mengepul dari sana, menandakan bahwa Tambora tidak benar-benar mati.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Doro Api Toi
Pada tahun 1967, Tambora meletus kecil di bawah skala 1 VEI. Awal Agustus 2011, asap putih tebal membumbung hingga 20 kilometer dari Doro Api Toi. Meski tidak ada aktivitas seismik yang berarti sejak tahun 1815, Pusat Volkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi masih terus memantau Gunung Tambora. Mungkinkah anak Gunung Tambora akan meletus dasyat seperti ibunya?
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Bibir Kawah Gunung Tambora

Kini Gunung Tambora yang disebut sebagai si Pompeii dari Timur ini layaknya sebuah warisan dunia yang terus menjadi tujuan para arkeolog untuk mengungkap kisah masa lalu. Penggalian arkeologi yang terus dilakukan semakin banyak menyingkap temuan jejak peradaban yang terkubur oleh letusan selama lebih dari dua abad silam. Jejak peradaban yang terkubur'pun harus menunggu kesempatan untuk berbicara.

Pendakian Gunung Pundak 1.547 mdpl via Puthuk Siwur

Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur. Gunung Pundak banyak dikenal sebagai salah satu tempat yang tepat untuk ngadem sejenak, tak heran jika tersedia camping ground di gunung mungil ini. Memiliki ketinggian 1.547 mdpl dengan trek pendakian ringan, ditambah pemandangan alam yang istimewa, gunung yang disebut-sebut sebagai pundak (bahu) Gunung Welirang ini cocok menjadi obat rindu para petualang yang enggan menghabiskan tenaga ektra untuk kegiatan mendaki gunung.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Puncak Puthuk Siwur
Gunung Pundak berada di Dusun Claket, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur dan masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Ada dua jalur pendakian Gunung Pundak yang bisa diakses, yaitu :
  1. Pendakian via Puthuk Siwur
  2. Pendakian via Tahura
Tidak susah mencari pos perijinan kedua jalur tersebut karena sudah terlacak di GPS, tapi jika bingung bisa mencoba GPS (Gunakan Penduduk Sekitar). Pendakian via Puthuk Siwur merupakan jalur pendakian resmi yang dikelola oleh perhutani. Untuk ke pos pendakian Puthuk Siwur, jalurnya searah dengan Wisata Pemandian Air Panas. Dari Surabaya Bisa menggunakan dua opsi rute mudah yaitu lewat Jl.Trawas-Mojosari atau Jl Pacet.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Area Pos Perijinan
Pos perijinan berada di sebelah warung yang menyediakan makanan, minuman hingga fasilitas karaoke, tempat parkir dan kamar mandi umum. So, sing before starting an adventure !

Pos Pendakian - Camp 1

Jalur pendakian gunung Pundak via Puthuk Siwur diawali dengan menyusuri jalan setapak di sebelah pos perijinan yang merupakan gerbang masuk hutan wisata pinus. Jalan setapak yang landai mengantar hingga memasuki hutan pinus. Awal yang baik untuk pendakian awal, trek yang teduh di tengah rimbunnya hutan pinus sangat berguna untuk menyimpan energi. Di tengah hutan pinus, ada area unik yang cukup menarik dimana bisa disiapkan atribut dan perlengkapan foto and welcome to selfie area !

Area selfie merupakan salah satu spot foto di tengah hutan pinus yang pertama ditemui di jalur pendakian gunung Pundak, berupa bebatuan besar dimana saat cerah bisa terlihat pemandangan alam di sekitar. Mendaki sambil bergaya? why not?. Trek dilanjutkan dengan tetap menyusuri jalan setapak menembus rimbunnya hutan pinus hingga sampai di Camp 1.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Camp 1
Camp 1 merupakan area camp yang ada di tengah hutan pinus dengan area yang tidak terlalu lebar, tapi cukup nyaman untuk camp ceria ataupun istirahat.

Camp 1 - Pos 2

Selepas dari Camp 1, tetap ikuti jalan setapak dan petunjuk arah yang terpampang jelas di pepohonan pinus yang tinggi menjulang. Ada beberapa area datar dan lapang di sepanjang hutan pinus ini yang dilengkapi dengan dudukan alami dari batang kayu. Alam memang sangat pengertian...

Setelah keluar dari hutan pinus, area mulai terbuka dan berubah menjadi vegetasi ilalang tinggi dan tumbuhan perdu. Inilah gerbang awal pendakian yang sebenarnya. Trek mulai menanjak menaiki punggungan bukit yang sedikit terjal. Di sepanjang trek ini pemandangan hijau hutan pinus dan lembah cukup menggoda untuk dinikmati sejenak. Mungkin tertarik untuk menciptakan spot selfie yang baru?
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Pos 2 - Gua Bebek
Pos 2 - Gua bebek, ada di ujung area terbuka, sebelum pintu masuk hutan. Di area ini tidak ada gua ataupun bebek, tapi hanya area datar terbuka yang ditandai dengan sebuah pohon sebagai peneduh, meski nyatanya masih kepanasan di siang hari.

Pos 2 - Puncak Puthuk Siwur

Selepas pos 2, trek kembali masuk ke dalam hutan. Dengan trek yang menanjak dan rimbun, jalur pendakian Gunung Pundak akan terasa melelahkan. Tidak berselang lama, hutan yang rapat kembali ke jalur area terbuka memutari bukit di area hutan pinus. Selepas jalan yang menanjak, jalur kembali landai di area hutan pinus hingga sampai di sebuah area datar dengan puncak di sebelah kanannya, Puncak Puthuk Siwur. 
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Puncak Puthuk Siwur
Puncak Puthuk Siwur memiliki ketinggian 1.429 mdpl, merupakan sebuah area terbuka yang cukup terjal dengan beberapa area datar untuk camp. Tepat di bawah Puncak Puthuk Siwur juga ada area lapang luas yang bisa digunakan untuk camp ataupun futsal kecil-kecilan. Dari area puncak Puthuk Siwur, terlihat jelas Gunung Penanggungan, kota Mojokerto dan secuil puncak Gunung Welirang di selatan di balik bukit.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Sunrise Puncak Puthuk Siwur

Puncak Puthuk Siwur - Puncak Gunung Pundak

Dari puncak Puthuk Siwur, trek dilanjutkan dengan turun ke area lapang kemudian menanjak melipir bukit. Trek berupa jalur setapak terbuka yang mulai tertutup oleh ilalang. Setelah di ujung tanjakan, jalur pendakian Gunung Pundak akan menurun sebelum kembali menanjak terjal. Jalur menanjak berupa tanah berbatu padat ini melipir ke bukit hingga di area terbuka yang dipenuhi ilalang tinggi. Di sepanjang area ini masih tampak Gunung Penanggungan yang masih menjadi pemandangan wajib. 

Ikuti jalan setapak menembus ilalang di jalur yang mulai landai. Di ujung jalan setapak, area kembali terbuka, kali ini menampakkan Gunung Welirang yang tinggi menjulang. Untuk ke puncak Gunung Pundak, tetap ikuti jalan setapak. Meski bercabang, jalan setapak akan mengantar hingga ke puncak Gunung Pundak. 
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Puncak Gunung Pundak
Puncak Gunung Pundak berada di ketinggian 1.547 mdpl, berupa area lapang, luas dan datar. Dari puncak Gunung Pundak tampak Gunung Welirang yang gagah dengan lekukan lereng  hijaunya yang sangat memanjakan mata, meski Gunung Penanggungan tidak tampak lagi. Perbukitan dengan padang ilalang yang hijau kekuningan juga menambah keindahan panorama alam yang mempesona di puncak Gunung Pundak.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Landscape Gunung Welirang
Area terbuka yang sangat luas di puncak Gunung Pundak bisa untuk camp. Selain itu ada area datar lain di sekitar puncak yang cocok untuk camp. Bisa dipilih, ingin camp di area terbuka atau area teduh.
Tips Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur :
  1. Ke pos perijinan melewati pos registrasi wisata air panas, akan dikenakan tarif registrasi 2x, yaitu tiket masuk wisata air panas dan pendakian gunung pundak. Lebih mudah bisa lewat Jl.Pacet atau bisa akses jalur via GPS.
  2. Tidak ada sumber air di sepanjang jalur pendakian, lengkapi logistik sebelum sampai di area pos perijinan. Di pos perijinan biasanya hanya buka hari Sabtu - Minggu dan hanya menyediakan makanan ringan dan minuman.
  3. Pada musim tertentu, di sepanjang jalur pendakian selepas hutan pinus camp 1 hingga pendakian ke arah puncak Gunung Pundak banyak ditemui ulat bulu. 
  4. Jika ingin mencari sunrise, sebaiknya camp di puncak Puthuk Siwur. Selain sunrise yang nampak jelas, ketika malam hari juga bisa memandang lampu-lampu kota Mojokerto.
  5. Pendakian dari puncak Puthuk Siwur hingga puncak Gunung Pundak sangat panas di siang hari, bawalah pelindung kepala dari sengatan sinar matahari.
  6. Pertimbangkan cuaca dan kondisi alam jika ingin camp di area terbuka seperti di puncak Gunung Pundak.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Cheers...

Itinerary Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Pos Perijinan - Camp 1 : 35 menit
Camp 1 - Pos 2 : 45 menit
Pos 2 - Puncak Puthuk Siwur :35 menit
Puncak Puthuk Siwur - Puncak Gunung Pundak : 30 menit

Menyibak Pesona Tersembunyi Air Terjun Coban Rais

Air Terjun Coban Rais. Kota Batu sudah lama dikenal memiliki banyak wisata alam yang sangat menarik. Berada di dataran tinggi, membuat Kota Batu menjadi tujuan wisata yang diminati masyarakat sekitar Kota Malang maupun luar kota yang lain. Wisata alam yang sangat populer di Kota Batu adalah air terjun. Bukan hanya Air Terjun Coban Rondo, ada banyak air terjun tersembunyi yang bisa dikunjungi di Kota Apel ini, salah satunya adalah Air Terjun Coban Rais. 
Air Terjun Coban Rais
Air Terjun Coban Rais
Air Terjun Coban Rais terletak di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur (7° 58' 1.55" S  112° 30' 1.23" E ). Berada sekitar 7 kilometer dari Kota Batu. Akses jalan yang dilalui ke tempat wisata di Batu ini sudah cukup baik seiring dengan bertambahnya spot wisata baru di Coban Rais. 

Coban Rais merupakan salah satu air terjun di Batu yang cukup populer, disamping Air Terjun Coban Rondo maupun Air Terjun Coban Talun. Coban Rais dulunya mempunyai nama Coban Sabrangan, terletak di tengah hutan lebat yang lumayan menantang untuk dicoba. Jadi jangan berharap akan langsung sampai di air terjun selepas parkir motor. So, welcome to adventure
Air Terjun Coban Rais
Gerbang Masuk Wisata Coban Rais
Kini Coban Rais merupakan area wisata keluarga yang sudah dikembangkan. Bukan hanya air terjun, tempat wisata di Batu ini menawarkan berbagai spot menarik sekaligus wahana bermain yang bertema alam dengan berlatar belakang pegunungan. Berbagai spot permainan menarik seperti Bukit Bulu, ayunan, Bukit Bunga, Rumah Pohon dan juga hammock. Ada tarif tertentu untuk masuk ke area wahana wisata jika ingin mencoba masing-masing sensasinya. Jika tidak, air terjun menanti di balik hutan.

Untuk ke Air Terjun Coban Rais, setelah melewati area wahana wisata tersebut ikuti jalan setapak hingga ke lereng bukit. Gunung Panderman akan tampak di lereng bukit, menunjukkan seberapa jauh perjalanan yang akan ditempuh ke Air Terjun Coban Rais di lereng Gunung Panderman. 
Air Terjun Coban Rais
Berlatar Gunung Panderman
Tetap ikuti jalan melipir lereng bukit di jalan setapak. Jalan setapak akan berdampingan dengan sungai jernih yang mengalir di sepanjang jalur awal. Tetap ikuti jalan hingga sampai di area terbuka di atas jembatan. Perjalanan akan dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang mulai berbatu dan sedikit menanjak, melewati rimbunnya tumbuhan perdu dan pepohonan hutan. Tak jarang perjalanan akan melipir dan menyeberangi sungai. 

Ketika mendekati lokasi, jalur akan lebih menanjak dan terjal. Setelah melwati sisi tebing di area yang terbuka, lokasi air terjun di Batu ini tidak jauh lagi dan suara deburannya mulai terdengar. Lokasi Air Terjun Coban Rais ditandai dengan area lapang yang tidak cukup luas dengan latar belakang air terjun yang menyembul dari tebing yang tinggi. 
Air Terjun Coban Rais
Area Air Terjun Coban Rais
Air Terjun Coban Rais berada di ketinggian 1.025 mdpl di lereng Gunung Panderman. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter. Dikelilingi tebing yang hijau membuat suasana di sekitar terkesan sejuk, serta sangat alami. Kesunyian yang ada hanya terpecah dari suara gemuruh aliran Air Terjun Coban Talun yang deras dan tinggi. Berada di air terjun, seolah-seolah ada di tengah hutan terpencil yang bisa dinikmati sesuka hati. 

Menyajikan pemandangan indah, suhu yang sejuk, hamparan tebing-tebing hijau yang luas dikelilingi semak yang segar, ditambah suara gemericik air terjun yang menjadi suguhan utama, membuat siapapun tergoda untuk merasakan kesegarannya. Selain bercengkerama dalam kesunyian natural, mencoba sensasi guyuran air terjun bisa menjadi cara refreshing yang menarik. Jika terik matahari cukup panas, atau lelah karena perjalanan panjang di tengah hutan, basah-basahan akan sangat menyegarkan.
Air Terjun Coban Rais
Cheers...

Tips Mengunjungi Air Terjun Coban Rais :
  1. Dari parkiran tersedia ojek hingga ke area wahana wisata. Jika ditempuh dengan jalan kaki membutuhkan waktu sekitar 25 menit.
  2. Bawalah makanan dan minuman sendiri karena perjalanan ke lokasi Air Terjun Coban Rais bisa memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan.
  3. Gunakan sandal gunung yang sesuai dengan medan yang terjal, menanjak dan sering menyeberangi sungai.
  4. Pada musim-musim tertentu, waspadai adanya ulat bulu di sepanjang jalur hutan ke arah Air Terjun Coban Rais.
  5. Jika bertemu persimpangan, keduanya adalah jalur yang sama ke arah air terjun, hanya beda sebutan yaitu jalur lama dan jalur baru.
  6. Berhati-hatilah ketika berada di bawah air terjun. Jika kapasitas air terlalu besar, hindari bermain-main di bawah air terjun. 
  7. Tidak ada fasilitas apapun di area air terjun. Jadi jika ingin basah-basahan, kamar ganti hanya ada di dekat parkiran.
  8. Berada di tengah hutan yang masih alami, jangan merusak alam dengan melakukan vandalisme ataupun membuang sampah sembarangan.