Pendakian Gunung Pundak 1.547 mdpl via Puthuk Siwur

Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur. Gunung Pundak banyak dikenal sebagai salah satu tempat yang tepat untuk ngadem sejenak, tak heran jika tersedia camping ground di gunung mungil ini. Memiliki ketinggian 1.547 mdpl dengan trek pendakian ringan, ditambah pemandangan alam yang istimewa, gunung yang disebut-sebut sebagai pundak (bahu) Gunung Welirang ini cocok menjadi obat rindu para petualang yang enggan menghabiskan tenaga ektra untuk kegiatan mendaki gunung.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Puncak Puthuk Siwur
Gunung Pundak berada di Dusun Claket, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur dan masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Ada dua jalur pendakian Gunung Pundak yang bisa diakses, yaitu :
  1. Pendakian via Puthuk Siwur
  2. Pendakian via Tahura
Tidak susah mencari pos perijinan kedua jalur tersebut karena sudah terlacak di GPS, tapi jika bingung bisa mencoba GPS (Gunakan Penduduk Sekitar). Pendakian via Puthuk Siwur merupakan jalur pendakian resmi yang dikelola oleh perhutani. Untuk ke pos pendakian Puthuk Siwur, jalurnya searah dengan Wisata Pemandian Air Panas. Dari Surabaya Bisa menggunakan dua opsi rute mudah yaitu lewat Jl.Trawas-Mojosari atau Jl Pacet.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Area Pos Perijinan
Pos perijinan berada di sebelah warung yang menyediakan makanan, minuman hingga fasilitas karaoke, tempat parkir dan kamar mandi umum. So, sing before starting an adventure !

Pos Pendakian - Camp 1

Jalur pendakian gunung Pundak via Puthuk Siwur diawali dengan menyusuri jalan setapak di sebelah pos perijinan yang merupakan gerbang masuk hutan wisata pinus. Jalan setapak yang landai mengantar hingga memasuki hutan pinus. Awal yang baik untuk pendakian awal, trek yang teduh di tengah rimbunnya hutan pinus sangat berguna untuk menyimpan energi. Di tengah hutan pinus, ada area unik yang cukup menarik dimana bisa disiapkan atribut dan perlengkapan foto and welcome to selfie area !

Area selfie merupakan salah satu spot foto di tengah hutan pinus yang pertama ditemui di jalur pendakian gunung Pundak, berupa bebatuan besar dimana saat cerah bisa terlihat pemandangan alam di sekitar. Mendaki sambil bergaya? why not?. Trek dilanjutkan dengan tetap menyusuri jalan setapak menembus rimbunnya hutan pinus hingga sampai di Camp 1.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Camp 1
Camp 1 merupakan area camp yang ada di tengah hutan pinus dengan area yang tidak terlalu lebar, tapi cukup nyaman untuk camp ceria ataupun istirahat.

Camp 1 - Pos 2

Selepas dari Camp 1, tetap ikuti jalan setapak dan petunjuk arah yang terpampang jelas di pepohonan pinus yang tinggi menjulang. Ada beberapa area datar dan lapang di sepanjang hutan pinus ini yang dilengkapi dengan dudukan alami dari batang kayu. Alam memang sangat pengertian...

Setelah keluar dari hutan pinus, area mulai terbuka dan berubah menjadi vegetasi ilalang tinggi dan tumbuhan perdu. Inilah gerbang awal pendakian yang sebenarnya. Trek mulai menanjak menaiki punggungan bukit yang sedikit terjal. Di sepanjang trek ini pemandangan hijau hutan pinus dan lembah cukup menggoda untuk dinikmati sejenak. Mungkin tertarik untuk menciptakan spot selfie yang baru?
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Pos 2 - Gua Bebek
Pos 2 - Gua bebek, ada di ujung area terbuka, sebelum pintu masuk hutan. Di area ini tidak ada gua ataupun bebek, tapi hanya area datar terbuka yang ditandai dengan sebuah pohon sebagai peneduh, meski nyatanya masih kepanasan di siang hari.

Pos 2 - Puncak Puthuk Siwur

Selepas pos 2, trek kembali masuk ke dalam hutan. Dengan trek yang menanjak dan rimbun, jalur pendakian Gunung Pundak akan terasa melelahkan. Tidak berselang lama, hutan yang rapat kembali ke jalur area terbuka memutari bukit di area hutan pinus. Selepas jalan yang menanjak, jalur kembali landai di area hutan pinus hingga sampai di sebuah area datar dengan puncak di sebelah kanannya, Puncak Puthuk Siwur. 
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Puncak Puthuk Siwur
Puncak Puthuk Siwur memiliki ketinggian 1.429 mdpl, merupakan sebuah area terbuka yang cukup terjal dengan beberapa area datar untuk camp. Tepat di bawah Puncak Puthuk Siwur juga ada area lapang luas yang bisa digunakan untuk camp ataupun futsal kecil-kecilan. Dari area puncak Puthuk Siwur, terlihat jelas Gunung Penanggungan, kota Mojokerto dan secuil puncak Gunung Welirang di selatan di balik bukit.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Sunrise Puncak Puthuk Siwur

Puncak Puthuk Siwur - Puncak Gunung Pundak

Dari puncak Puthuk Siwur, trek dilanjutkan dengan turun ke area lapang kemudian menanjak melipir bukit. Trek berupa jalur setapak terbuka yang mulai tertutup oleh ilalang. Setelah di ujung tanjakan, jalur pendakian Gunung Pundak akan menurun sebelum kembali menanjak terjal. Jalur menanjak berupa tanah berbatu padat ini melipir ke bukit hingga di area terbuka yang dipenuhi ilalang tinggi. Di sepanjang area ini masih tampak Gunung Penanggungan yang masih menjadi pemandangan wajib. 

Ikuti jalan setapak menembus ilalang di jalur yang mulai landai. Di ujung jalan setapak, area kembali terbuka, kali ini menampakkan Gunung Welirang yang tinggi menjulang. Untuk ke puncak Gunung Pundak, tetap ikuti jalan setapak. Meski bercabang, jalan setapak akan mengantar hingga ke puncak Gunung Pundak. 
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Puncak Gunung Pundak
Puncak Gunung Pundak berada di ketinggian 1.547 mdpl, berupa area lapang, luas dan datar. Dari puncak Gunung Pundak tampak Gunung Welirang yang gagah dengan lekukan lereng  hijaunya yang sangat memanjakan mata, meski Gunung Penanggungan tidak tampak lagi. Perbukitan dengan padang ilalang yang hijau kekuningan juga menambah keindahan panorama alam yang mempesona di puncak Gunung Pundak.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Landscape Gunung Welirang
Area terbuka yang sangat luas di puncak Gunung Pundak bisa untuk camp. Selain itu ada area datar lain di sekitar puncak yang cocok untuk camp. Bisa dipilih, ingin camp di area terbuka atau area teduh.
Tips Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur :
  1. Ke pos perijinan melewati pos registrasi wisata air panas, akan dikenakan tarif registrasi 2x, yaitu tiket masuk wisata air panas dan pendakian gunung pundak. Lebih mudah bisa lewat Jl.Pacet atau bisa akses jalur via GPS.
  2. Tidak ada sumber air di sepanjang jalur pendakian, lengkapi logistik sebelum sampai di area pos perijinan. Di pos perijinan biasanya hanya buka hari Sabtu - Minggu dan hanya menyediakan makanan ringan dan minuman.
  3. Pada musim tertentu, di sepanjang jalur pendakian selepas hutan pinus camp 1 hingga pendakian ke arah puncak Gunung Pundak banyak ditemui ulat bulu. 
  4. Jika ingin mencari sunrise, sebaiknya camp di puncak Puthuk Siwur. Selain sunrise yang nampak jelas, ketika malam hari juga bisa memandang lampu-lampu kota Mojokerto.
  5. Pendakian dari puncak Puthuk Siwur hingga puncak Gunung Pundak sangat panas di siang hari, bawalah pelindung kepala dari sengatan sinar matahari.
  6. Pertimbangkan cuaca dan kondisi alam jika ingin camp di area terbuka seperti di puncak Gunung Pundak.
Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Cheers...

Itinerary Pendakian Gunung Pundak via Puthuk Siwur
Pos Perijinan - Camp 1 : 35 menit
Camp 1 - Pos 2 : 45 menit
Pos 2 - Puncak Puthuk Siwur :35 menit
Puncak Puthuk Siwur - Puncak Gunung Pundak : 30 menit

Menyibak Pesona Tersembunyi Air Terjun Coban Rais

Air Terjun Coban Rais. Kota Batu sudah lama dikenal memiliki banyak wisata alam yang sangat menarik. Berada di dataran tinggi, membuat Kota Batu menjadi tujuan wisata yang diminati masyarakat sekitar Kota Malang maupun luar kota yang lain. Wisata alam yang sangat populer di Kota Batu adalah air terjun. Bukan hanya Air Terjun Coban Rondo, ada banyak air terjun tersembunyi yang bisa dikunjungi di Kota Apel ini, salah satunya adalah Air Terjun Coban Rais. 
Air Terjun Coban Rais
Air Terjun Coban Rais
Air Terjun Coban Rais terletak di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur (7° 58' 1.55" S  112° 30' 1.23" E ). Berada sekitar 7 kilometer dari Kota Batu. Akses jalan yang dilalui ke tempat wisata di Batu ini sudah cukup baik seiring dengan bertambahnya spot wisata baru di Coban Rais. 

Coban Rais merupakan salah satu air terjun di Batu yang cukup populer, disamping Air Terjun Coban Rondo maupun Air Terjun Coban Talun. Coban Rais dulunya mempunyai nama Coban Sabrangan, terletak di tengah hutan lebat yang lumayan menantang untuk dicoba. Jadi jangan berharap akan langsung sampai di air terjun selepas parkir motor. So, welcome to adventure
Air Terjun Coban Rais
Gerbang Masuk Wisata Coban Rais
Kini Coban Rais merupakan area wisata keluarga yang sudah dikembangkan. Bukan hanya air terjun, tempat wisata di Batu ini menawarkan berbagai spot menarik sekaligus wahana bermain yang bertema alam dengan berlatar belakang pegunungan. Berbagai spot permainan menarik seperti Bukit Bulu, ayunan, Bukit Bunga, Rumah Pohon dan juga hammock. Ada tarif tertentu untuk masuk ke area wahana wisata jika ingin mencoba masing-masing sensasinya. Jika tidak, air terjun menanti di balik hutan.

Untuk ke Air Terjun Coban Rais, setelah melewati area wahana wisata tersebut ikuti jalan setapak hingga ke lereng bukit. Gunung Panderman akan tampak di lereng bukit, menunjukkan seberapa jauh perjalanan yang akan ditempuh ke Air Terjun Coban Rais di lereng Gunung Panderman. 
Air Terjun Coban Rais
Berlatar Gunung Panderman
Tetap ikuti jalan melipir lereng bukit di jalan setapak. Jalan setapak akan berdampingan dengan sungai jernih yang mengalir di sepanjang jalur awal. Tetap ikuti jalan hingga sampai di area terbuka di atas jembatan. Perjalanan akan dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang mulai berbatu dan sedikit menanjak, melewati rimbunnya tumbuhan perdu dan pepohonan hutan. Tak jarang perjalanan akan melipir dan menyeberangi sungai. 

Ketika mendekati lokasi, jalur akan lebih menanjak dan terjal. Setelah melwati sisi tebing di area yang terbuka, lokasi air terjun di Batu ini tidak jauh lagi dan suara deburannya mulai terdengar. Lokasi Air Terjun Coban Rais ditandai dengan area lapang yang tidak cukup luas dengan latar belakang air terjun yang menyembul dari tebing yang tinggi. 
Air Terjun Coban Rais
Area Air Terjun Coban Rais
Air Terjun Coban Rais berada di ketinggian 1.025 mdpl di lereng Gunung Panderman. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter. Dikelilingi tebing yang hijau membuat suasana di sekitar terkesan sejuk, serta sangat alami. Kesunyian yang ada hanya terpecah dari suara gemuruh aliran Air Terjun Coban Talun yang deras dan tinggi. Berada di air terjun, seolah-seolah ada di tengah hutan terpencil yang bisa dinikmati sesuka hati. 

Menyajikan pemandangan indah, suhu yang sejuk, hamparan tebing-tebing hijau yang luas dikelilingi semak yang segar, ditambah suara gemericik air terjun yang menjadi suguhan utama, membuat siapapun tergoda untuk merasakan kesegarannya. Selain bercengkerama dalam kesunyian natural, mencoba sensasi guyuran air terjun bisa menjadi cara refreshing yang menarik. Jika terik matahari cukup panas, atau lelah karena perjalanan panjang di tengah hutan, basah-basahan akan sangat menyegarkan.
Air Terjun Coban Rais
Cheers...

Tips Mengunjungi Air Terjun Coban Rais :
  1. Dari parkiran tersedia ojek hingga ke area wahana wisata. Jika ditempuh dengan jalan kaki membutuhkan waktu sekitar 25 menit.
  2. Bawalah makanan dan minuman sendiri karena perjalanan ke lokasi Air Terjun Coban Rais bisa memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan.
  3. Gunakan sandal gunung yang sesuai dengan medan yang terjal, menanjak dan sering menyeberangi sungai.
  4. Pada musim-musim tertentu, waspadai adanya ulat bulu di sepanjang jalur hutan ke arah Air Terjun Coban Rais.
  5. Jika bertemu persimpangan, keduanya adalah jalur yang sama ke arah air terjun, hanya beda sebutan yaitu jalur lama dan jalur baru.
  6. Berhati-hatilah ketika berada di bawah air terjun. Jika kapasitas air terlalu besar, hindari bermain-main di bawah air terjun. 
  7. Tidak ada faslitas apapun di area air terjun. Jadi jika ingin basah-basahan, kamar ganti hanya ada di dekat parkiran.
  8. Berada di tengah hutan yang masih alami, jangan merusak alam dengan melakukan vandalisme ataupun membuang sampah sembarangan. 

Bukit Kura-kura Ongakan - Memandang Lukisan Cantik Alam Gunung Kelud

Bukit Kura-kura Ongakan Kediri. Menikmati panorama alam yang luar biasa di tempat yang jauh dari keramaian perkotaan? Bukit Ongakan bisa menjadi solusi bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya yang berada di sekitar Kediri. Meski belum terlalu terkenal, namun tempat ini sangat populer di kalangan petualang. Erupsi besar Gunung Kelud pada tahun 2014 telah menampakkan sebuah bukit unik yang kini fenomenal disebut dengan Bukit Kura-kura. Menyajikan panorama alam luas perbukitan hijau Gunung Kelud, Bukit Kura-kura siap menyambut siapapun yang datang.
Bukit Kura-kura Ongakan
Bukit Kura-kura Ongakan terletak di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Berada di sisi timur laut Gunung Kelud. Lokasi Bukit Kura-kura berada sekitar 8 kilometer dari Kecamatan Kepung. Jika sudah masuk Dusun Besowo Timur berjarak sekitar 4 kilometer.

Rute menuju ke Bukit Kura-kura, dari Pare, Kediri, ambil arah Pasar Kepung ke timur hingga bertemu pertigaan yang ditandai dengan patung 'ibu dan anak'. Kemudian lanjut belok ke kanan, di jalan yang cukup menanjak. Di sisi jalan ada banner petunjuk arah ke Bukit Kura-kura. Ikuti arahnya ke kiri dan ikuti petunjuk arah rute ke Bukit Kura-kura tersebut. 

Sebelum memasuki hutan, jalan berupa aspal yang mulus. Setelah masuk hutan, akses jalan berupa jalan setapak yang cukup terjal. Jalur akan memasuki hutan rimbun, menanjak dan terjal hingga sampai di pos registrasi. Dari pos registrasi, melanjutkan perjalanan di jalan setapak yang mulai bercampur akar-akar pepohonan, melalui hutan pinus dan hutan yang sangat rimbun. Ikuti jalan hingga sampai di lokasi parkir. 

Bukit Kura-kura

Bukit Kura-kura ada di dekat area lokasi parkir. Bukit Kura-kura merupakan gundukan bukit dengan bentuk menyerupai kura-kura. Awalnya keberadaan bukit di tempat tersembunyi ini tidak diketahui sebelum akhirnya nampak setelah terjadi letusan Gunung Kelud pada tahun 2014.
Bukit Kura-kura
Tumbuhnya kembali vegetasi Gunung Kelus pasca letusan, membuat semakin indah panorama  perbukitan di sekitarnya, termasuk Bukit Ongakan yang di kalangan wisatawan kini lebih dikenal dengan nama Bukit Kura-kura. Tak heran jika salah satu spot di Bukit Ongakan ini dikembangkan menjadi salah satu tempat wisata di Kediri yang sangat digemari.

Pohon Cinta

What's wrong with Love Tree?. Ya... bukan hanya Bukit Kura-kura yang menyajikan pesona alam menarik. Sebagai tempat wisata, tentu Bukit Ongakan memiliki panorama alam lain yang telah dikemas apik mendampingi Bukit Kura-kura. Sesuai namanya, Bukit Kura-kura saja sudah membuat siapapun penasaran, lalu bagaimana dengan Pohon Cinta?.

Pohon Cinta merupakan sebuah pohon yang ada di Puncak Bukit Ongakan. Untuk menuju Puncak Bukit Ongakan memang tidak cukup mudah, yaitu harus menaiki jalan setapak menanjak sekitar 120 menit dari spot Bukit Kura-kura. Tidak perlu kuatir lelah, di area bukit Ongakan yang luas bagaikan lapangan ini sudah ada beberapa warung dan tempat istirahat. So, ready for hiking?

Untuk ke Pohon Cinta, wajib melalui pos registrasi yang juga ditutup sampai jam 17.00. Hm.... cukup untuk sejenak menikmati senja. Di area Pohon Cinta ada dua spot menarik yang masing-masing menyajikan panorama yang luar biasa.
Pada area datar yang pertama, Bukit Ongakan menyajikan penorama perbukitan curam Gunung Kelud yang sangat menawan. Dikelilingi kabut di tiap celah bukitnya dan berselimutkan vegetasi hijau, siapapun pasti ingin terpaku selama beberapa waktu melihat panorama bak lukisan ini. 
First Amazing Spot
Naik lebih tinggi ke area yang kedua adalah puncak bukit Ongakan, sebuah area datar dengan sebuah pohon yang berdiri tegak di tengah bernama Pohon Cinta. Disini terpampang hamparan hijau hutan Ongakan dengan latar  Gunung Kawi - Gunung Butak yang tampak kecil di ujung. Disini bisa menyaksikan panorama senja yang sangat menawan. Love Tree will you falling in love.  So, are you ready for next adventure?
Try to yoga?

Tips Mengunjungi Bukit Kura-kura Ongakan :
  1. Jika tidak tau rute jalur, sebaiknya menggunakan GPS (Gunakan Orang Sekitar). Biasanya rute jalur menujur Bukit Kura-kura melalui GPS di HP (Global Positioning System) menunjukkan arah jalan untuk trekking, bukan jalan kendaraan. Bahasa lainnya 'nyasar'.
  2. Untuk mempermudah perjalanan, gunakan kendaraan roda 2.
  3. Pilih cuaca yang bagus untuk ke Bukit Kura-kura. Ketika musim hujan, jalan setapak cukup licin, sehingga bisa membahayakan jika tidak berhati-hati.
  4. Berhati-hatilah ketika melintasi jalan setapak di hutan yang bekelok-kelok dan cukup terjal.
  5. Tempat wisata Bukit Kura-kura tutup saat jam 5 sore, perhitungkan waktu ketika berwisata.
  6. Gunakan sanadl anti selip atau sandal gunung yang cocok untuk trekking.
  7. Jika cuaca buruk, segera turun dari puncak bukit. 
  8. Sudah ada warung penjaja makanan di area lokasi wisata, tapi tidak menyediakan saklar listrik untuk fasilitas charge HP.
  9. Area camp yang cocok bisa di area lapang dekat warung ataupun di puncak. Jika ingin camp, konfirmasilah dengan petugas area wisata. 
  10. Area wisata ini masih alami. Jangan merusak dengan melakukan vandalisme dan jangan membuang sampah sembarangan.

Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango

Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango. Gunung Gede - Pangrango merupakan salah satu dari 5 taman nasional yang pertama di Indonesia. Tak heran jika keaslian alam di kawasan Taman Nasional Gunung Gede - Pangrango (TNGGP) ini sangat dijaga dan dilindungi. Dulu kawasan TNGGP menjadi tujuan banyak peneliti yang tertarik dengan kekayaan dan keindahan alam Gunung Gede - Gunung Pangrango. Sekarang?, tentu saja menjadi tujuan banyak pendaki gunung.

Untuk tetap menjaga kekayaan alam kawasan Gunung Gede - Gunung Pangrango ditambah membeludaknya minat para pendaki untuk mengeksplore keindahan alamnya, pihak TNGGP'pun membatasi pendakian 600 orang perhari. Tidak jauh beda dengan Pendakian Gunung Semeru. Jadi, tidak peduli darimana asal pendaki mulai dari Sabang hingga Merauke, disarankan boking online lebih dahulu. 

Biasanya pada akhir pekan, boking pendakian H-30 sudah full kuota. Apalagi jika hari liburan panjang, boking H-2 bulan sudah full kuota untuk semua 3 jalur resmi. Lalu bagaimana melakukan boking online?

Berikut cara boking online pendakian Gunung Gede - Pangrango :

1. Masuk ke http://booking.gedepangrango.org

Akan muncul halaman depan web resmi TNGGP. Bacalah dengan seksama ketentuan umum pendakian yang cukup panjang.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  • Kotak sandi pada bagian atas bisa diisi untuk kode boking yang telah didapat setelah konfirmasi pendaftaran selesai. 
  • Untuk pendaftar yang umur <17 tahun bisa download form surat ijin orang tua pada point no.6 (dilingkar merah).
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  • Peta 3 jalur pendakian Gunung Gede - Gunung Pangrango via Cibodas, Gunung Putri dan Salabintana bisa di download di point B.2 (dilingkari merah). 
  • Setelah konfirmasi pendaftaran, pembayaran tiket masuk bisa di transfer pada nomer rekening yang tertera di poin A.9 (kotak merah)
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  •  Form isian barang bawaan bisa di download  di poin B.4 (lingkar merah).
  • Setelah selesai, centang untuk menyetujui lalu klik DAFTAR.

2. Pilih tanggal pendakian sesuai kuota

Akan muncul halaman 'Kuota Pendakian Gunung Gede- Pangrango'. Disini tertera waktu dan kuota lengkap seluruh pendakian di TNGGP, mulai dari kuota maksimal, sisa kuota, dan waktu penutupan pendakian.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
Pilih waktu pendakian yang masih tersedia (berwarna hijau). Waktu pendakian Gunung Gede - Gunung Pangrango bisa dipilih maksimal H-2 bulan.

3. Isi form pendaftaran

Setelah menentukan tanggal, isi form pendaftaran yang tertera pada halaman berikutnya.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  • Isi tujuan pendakian yaitu double mount Gunung Gede - Gunung Pangrango, Gunung Gede ataupun Gunung Pangrango.
  • Jika lintas, tentukan jalur keluar yang ingin dilalui dan rencanakan waktu pendakian dengan matang.
  • Wajib mengisi kolom 'Harus diisi' dengan data yang benar.
  • Kemudian klik 'simpan'.
Seperti ketentuan yang sudah disetujui di awal, minimal anggota pendakian adalah 3 orang dan maksimal 10 orang. Jadi jika tim kurang dari 3, boking online pendakian Gunung Gede - Pangrango tidak bisa dilakukan.
Jika melakukan lintas jalur tetapi ketika turun tidak sesuai dengan data, atau kembali ke jalur masuk, bisa langsung melapor ke pos pendaftaran setelah turun.

4. Konfirmasi draft pendaftaran

Setelah menyimpan data lengkap, akan muncul halaman Draft Pendakian Gunung Gede - Pangrango, dimana sudah terdapat sandi boking dan jumlah biaya pendakian yang ada di point 3 (kotak merah).
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
Simpan sandi yang sudah tertera untuk log in pada halaman pertama untuk melihat status pendaftaran. Kemudian konfirmasi draft pendaftaran jika data sudah benar dan tidak perlu ada yang diedit.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango

Isi semua data untuk konfirmasi pembayaran dan klik 'Ok'.

Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango

5. Lakukan pembayaran

Masuk kembali untuk melihat status pendaftaran dengan memasukkan sandi yang sudah diberikan. Lakukan pembayaran di nomor rekening yang sudah dijelaskan di dalam ketentuan pendakian Gunung Gede - Gunung Pangrango.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
Cek status validasi pembayaran sekitar 1-2 hari. Jika sudah divalidasi, akan mendapatkan Lembar Pendaftaran Pendakian Gunung Gede Pangrango yang bisa dicetak untuk dijadikan simaksi sementara.

6. Lengkapi Berkas

Untuk lancarnya proses pendaftaran di pos pendakian, lengkapi berkas seperti : surat keterangan sehat, surat ijin orang tua (umur <17 tahun), form barang bawaan, bukti transfer dan simaksi sementara.

7. Selesai

Welcome to Gede Pangrango National Park. Selamat mendaki Gunung Gede - Gunung Pangrango sesuai jadwal !  

Kampung Anggrek - Wisata Cantik di Lereng Gunung Kelud

Wisata Kampung Anggrek. Letusan besarnya pada tahun 2014 tidak membuat area wisata Gunung Kelud benar-benar redup. Justru hal tersebut membuat Gunung Kelud semakin dikenal, sehingga beberapa tempat wisata baru mulai dibuka untuk memuaskan hasrat para wisatawan. Selain alam kehijauan yang luar biasa, Gunung Kelud menyimpan sisi cantik yang akan membuat kaum hawa tak sabar untuk mengunjunginya. Hm... Kampung Anggrek namanya, secuil keindahan yang kini mewarnai lereng Gunung Kelud.
Wisata Kampung Anggrek
Kampung Anggrek
Tempat wisata Kampung Anggrek berada di Dusun Sumberpetung, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Berada sekitar 30 kilometer ke timur dari pusat kota Kediri dan sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Kelud. Tempat wisata ini ada di area perkebunan Sumber Sari Petung.

Rute ke Kampung Anggrek sama dengan rute ke tempat wisata Gunung Kelud. Setelah sampai di kawasan hutan di Desa Ngancar, ada persimpangan jika ke kiri ke Gunung Kelud, ke kanan ke Kampung Anggrek. Akses jalan juga sudah sangat baik dengan aspal mulus yang bisa dilalui kendaraan roda 4.

Meski di launching pada Agustus 2015, diresmikan pada awal tahun 2016, tempat wisata Kampung Anggrek mulai hits sekitar Oktober 2016. Sesuai dengan namanya, Kampung Anggrek bukanlah area yang dipenuhi tanaman anggrek saja, tapi di lokasi ini juga memberikan edukasi bagi pengunjung dengan adanya green house yang dibuka untuk umum, baik pelajar, mahasiswa maupun wisatawan.
Wisata Kampung Anggrek
Tempat Wisata Kampung Anggrek
Memasuki kawasan wisata di kediri ini, taman yang luas di sisi cafetaria akan menyambut pengunjung. Bukan saja anggrek yang menjadi komoditas utama tempat wisata, tanaman buah nanas yang menjadi ciri khas Gunung Kelud juga menghiasi area taman Kampung Anggrek, seperti nanas queen, nanas var.md2, nanas bogor, nanas madu, nanas spanish dan nanas medusae.

Bukan hanya jalan-jalan melihat taman anggrek, tempat wisata di Kediri ini selain untuk wisata, memang dibuka untuk edukasi dan pengembangan tanaman anggrek untuk jangka panjang. Ada sekitar 70 jenis koleksi anggrek yang ada di Kampung Anggrek, dimana sebagian anggrek diimpor langsung dari Taiwan dan Thailand. 
Wisata Kampung Anggrek
Koleksi Kampung Anggrek

Berikut adalah tempat utama yang menarik di Kampung Anggrek :



1. Laboratorium Kultur Jaringan

Dari banyak jenis anggrek, 6 genus diantaranya dikembangkan, yaitu: anggrek bulan (phalaenopsis), dendrobium, vanda, cymbiddium, oncidium dan cattleya. Budidaya anggrek dilakukan dengan cara kloning di Laboratorium Kultur Jaringan.Induk anggrek jenis unggul akan diteliti dan dikloning dengan harapan bisa memunculkan varietas anggrek yang berkualitas. Bahkan kloning aggrek yang dilakukan di Kampung Anggrek ini baru pertama dilakukan di Indonesia dan pastinya tidak sembarang orang yang bisa masuk ke laboratorium kultur jaringan tersebut.
Wisata Kampung Anggrek
Beautifully Orchid

Penelitian kloning anggrek ini masih dilakukan dan akan diproduksi massal sekitar 3,5 tahun mendatang untuk meningkatkan produksi tanaman dari 300 ribu/ tahun menjadi 1 juta/tahun. Pilihan yang tepat untuk membidik pasar ekspor.

2. Green House

Ada 5 green house di Kampung Anggrek yang penuh dengan berbagai jenis anggrek unik dan langka. Salah satu diantaranya adalah anggrek bulan hybride (Phalaenopsis hybride). Di dalam green house ini, kegiatan yang dilakukan yaitu pengumpulan induk anggrek, persilangan, aklimatisasi kecambah dan pembuahan. Karena dibuka untuk umum, hal ini tentu menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat maupun pelajar.
Wisata Kampung Anggrek
Green House
Di dalam green house ini, kemolekan bentuk ratusan jenis anggrek warna warni akan menyambut siapapun yang datang dan kecantikan bunga nya terpampang di setiap sisi ruangan. Suasana yang teduh dan indah, pasti menjadi lokasi favorit bagi kaum hawa. Jika lelah, deretan gazebo tersedia di depan green house.

3. Taman Kelinci

Jangan heran jika ada taman kelinci di dalam Kampung Anggrek. Mendengar adanya taman kelinci, tentu tempat wisata di Kediri ini bisa dinikmati dari segala kalangan. Ada taman kelinci di area kampung anggrek yang bisa dikunjungi untuk menyaksikan kelinci-kelinci bermuka unyu-unyu.
Wisata Kampung Anggrek
Taman Kelinci

Taman kelinci merupakan kandang kelinci berukuran cukup luas dengan berbagai jenis kelinci di dalamnya. Jenis-jenis kelinci tersebut antara lain kelinci angora, kelinci LOP, kelinci belanda, kelinci english spot, kelinci himalaya, kelinci lion, kelinci satin, Netherland dawrf, kelinci new zealand, kelinci hotot, kelinci harlequin dan kelinci havana. Tapi jangan berfikir lebih jauh bahwa kelinci-kelinci ini suatu saat akan ikut dikloning. Hm... maybe.

Selain menjadikan anggrek sebagai icon utama tempat wisata, ada berbagai hiburan lain yang menarik di Kampung Anggrek yang membuat tempat wisata di kediri ini semakin membuat betah siapapun yang datang. Adanya green house, taman kelinci, patung raksasa gorila yang terbuat dari jagung dan tatanan taman yang dihiasi varietas nanas dan tanaman lain, membuat Kampung Anggrek tidak lepas dari acara selfie. Of course !

Sebagai tempat wisata populer di Kediri yang buka pada jam 07.30 - 16.30 siapapun pasti tergiur untuk berkunnjung. Lokasi wisata Kampung Anggrek tentu sudah membuat siapapun yang datang merasa nyaman dengan adanya berbagai fasilitas yang baik seperti gazebo yang tersebar di area wisata, musholla, kantin, toilet dan deretan tempat duduk. Ingin berlama-lama?, kenapa tidak?

Wisata Kampung Anggrek
Taman Kampung Anggrek

Tidak hanya memamerkan varietas unggulan, berbagai jenis bunga anggrek juga dijual dengan harga ekonomis. Untuk bibit bunga dijual sekitar Rp 25.000, untuk yang sudah berbunga dijual di kisaran Rp.30.000 - Rp100.000. Sedangkan bunga yang besar dan langka dijual di kisaran Rp.200.000. Orchid lovers, you must come in !.
Wisata Kampung Anggrek
With the Big Guy

Tips Mengunjungi Tempat Wisata Kampung Anggrek :
  1. Patuhi aturan yang ada di lokasi wisata seperti dilarang merokok di area green house, dilarang memetik tanaman, dan sebagainya.
  2. Laboratorium Kultur Jaringan hanya boleh dimasuki oleh petugas, jadi jangan sembarangan masuk.
  3. Jangan merusak tanaman yang ada di taman maupun wahana wisata lain.
  4. Jangan memberi makanan sembarangan pada kelinci di taman kelinci.
  5. Jagalah kebersihan di area wisata.

Pendakian Gunung Lemongan 1.676 mdpl via Klakah

Pendakian Gunung Lemongan via Klakah. Bukan orang Jepang saja yang memiliki Gunung Fuji (Fujiyama). Sebutan Gunung Fuji yang terkenal dengan bentuk kerucutnya itu dikenal sebagai nama lain dari Gunung Lemongan. Selain Gunung Argopuro yang penuh misteri di deretan Pegunungan Iyang, ada Gunung Lemongan yang ternyata penuh cerita sejarah. Selain dikelilingi tiga danau yang menawan, Gunung Fuji'nya Jawa Timur ini menyajikan pesona alam luar biasa yang pasti menarik minat para petualang.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Gunung Lemongan
Gunung Lemongan terletak di Desa Papringan, Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Berada di dua kabupaten yaitu Probolinggo dan Lumajang, dengan koordinat (7,9755°LS 113,3465°BT). Untuk menuju ke Gunung Lemongan, setelah sampai di Lumajang cari pasar Klakah dan ikuti arah ke Danau Ranu Klakah. Ketika mendekati danau, sudah ada petunjuk arah yang jelas ke Gunung Lemongan atau Gunung Fuji. Tapi tak ada salahnya menikmati secuil keindahan Ranu Klakah yang pasti membuat malas beranjak. Hm... Focus to hiking.

Setelah melewati jalanan di tengah hutan terpencil dan perkebunan penduduk, akan tidak di rumah terakhir dan lebih dikenal dengan Pesangrahan Mbah Citro. Pondok ini sudah terkenal di sekitar desa, atau mungkin di Lumajang, bahkan bagi para pelaku spiritual. Jadi, kendaraan bisa dititipkan di pondok ini, sekalian mengenal berbagai cerita sejarah dari keluarga Mbah Citro (alm) yang dikenal dengan juru kunci Gunung Lemongan. 

Pesanggrahan - Pos 1

Dari Pesanggrahan, jalur pendakian Gunung Lemongan dimulai dengan melewati sisi belakang pondok dan menyusuri perkebunan penduduk dengan jalan setapak yang tidak lebar. Tak jauh dari pondok akan melewati makam Mbah Citro dan istrinya, sebelum melanjutkan pendakian dengan trek yang sama. Arah jalur pendakian Gunung Lemongan sudah sangat jelas dengan adanya petunjuk arah sederhana. 
Ketika menemukan pertigaan pertama, jalan bisa lurus ataupun ke kiri. Jika lurus, akan melewati pondok pendaki yang merupakan bangunan paling akhir dalam pendakian. Jika ke kiri, jalur cukup rumit dan banyak percabangan meski sudah ada petunjuk arah. Tapi ujung dari kedua jalur tersebut akan kembali bertemu hingga di tengah padang perbukitan.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Padang Perbukitan
Setelah keluar perkebunan, jalur akan terbuka dan menampilkan perbukitan dengan ilalangnya yang tinggi, sekaligus menampakkan gagahnya Gunung Lemongan yang benar-benar mirip Gunung Fuji yang menjulang tinggi. Hm.... terasa berada di puncak bayangan Gunung Penanggungan.

Trek pendakian Gunung Lemongan berlanjut dengan menyusuri padang perbukitan dengan trek jalan sepadan yang sedikti berbatu. Sebelum kembali memasuki hutan, akan melewati Watu Telek atau Watu Keset - area yang benuh bebatuan hitam yang tersebar. Kemudian trek akan memasuki hutan and let's hiking this Fujiyama !.

Trek menanjak akan langsung menyambut ketika memasuki area hutan Gunung Lemongan. Dengan vegetasi yang teduh dan kadang terbuka, dengan trek menanjak konstan lumayan mengurangi tenaga, terlebih jika siang hari. Dengan vegetasi pepohonan yang tidak terlalu besar, sebaiknya gunakan tempat teduh untuk benar-benar istirahat.

Pos 1 - Watu Gede berupa area lapang di tempat terbuka dengan sebuah batu besar sebagai tanda. Di area ini bisa mendirikan 5-7 tenda ukuran 2/3. Ada beberapa area yang benar-benar datar dan ada juga yang cukup miring dan berbatu namun masih dalam batas wajar. Tidak ada sumber air di Watu Gede, bahkan di sepanjang jalur pendakian Gunung Lemongan.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Pos 1 - Watu Gede

Pos 1 - Pos 2

Pendakian yang sebenarnya dimulai dari Watu Gede. Gunung Lemongan yang gagah menjulang selalu tampak menantang dan bersiaplah mendaki di lereng dengan kemiringan 45 derajat. Trek awal masih akan menjadi jalan pembuka dengan tanjakan yang masih wajar. Trek yang awalnya berupa bebatuan kecil dengan tanah padat akan berubah menjadi bebatuan bercampur pasir dengan trek yang lebih menanjak.
Pos 2 - Gerbang merupakan sebuah persimpangan jalur. Kecilnya area datar bisa dimanfaatkan untuk istirahat setelah menyusuri trek pendakian Gunung Lemongan dari Watu Gede yang tiada datarnya. Kedua persimpangan jalur ini bisa dilalui dan akan bertemu tak jauh di atas dengan trek yang tidak jauh beda.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Pos 2 - Gerbang

Pos 2 - Pos 3

Tanjakan Putus asa akan menyambut selepas Pos 2, so keep your spirit here!. Jalur pendakian Gunung Lemongan masih sama, menanjak di trek tanah padat berbatu. Disini akan melewati jalur berpasir, berbatu  yang cukup panjang, terjal dan tinggi, anggap saja sedang menuju puncak Gunung Semeru. Jangan putus asa di tanjakan putus asa!. Trek cukup terbuka karena dikelilingi pepohonan hutan yang belum terlalu tinggi. Menjelang Pos 4, vegetasi kembali rapat.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Trek Jalur Pendakian
Pos 4 - Sumber Tetes, berupa area datar sempit di tengah rimbunnya hutan dengan bonus yang paling berharga bagi pendaki, air. Sumber tetes di jalur pendakian Gunung Lemongan ini sering juga disebut Pos Guci, karena ada sebuah guci di bawah batu berlumut yang memang disediakan untuk menampung air dari akar pohon di atasnya. Jika beruntung atau jika darurat, kumpulan air tersebut bisa diminum.

Pos 4 - Puncak 

Meski tidak banyak ditumbuhi pepohonan besar, vegetasi di Gunung Lemongan tergolong rapat. Setelah Pos Guci, vegetasi akan kembali rapat, namun tetap ada area terbuka yang menyuguhkan pemandangan hamparan hijan yang dihiasi Ranu Klakah dan Ranu Pakis yang lebar hingga Gunung Semeru yang letusannya tiap 20 menit sayup-sayup terdengar jelas. Trek terus menanjak dengan kemiringan curam yang sangat menguras tenaga.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Horizon...
Setelah melewati vegetasi rapat di jalan setapak yang sempit, sebuah batu besar - Watu Kembar, menandakan bahwa puncak tidak lama lagi. Setelah melewati batu yang hampir mirip dengan Watu Gede, tampak kawah kering Gunung Lemongan yang sudah lama beristirahat dan bibir kawah inilah puncak Gunung Lemongan.

Dari puncak Gunung Lemongan tampak Gunung Semeru, Ranu Klakah, Ranu Pakis, Ranu Bedali, Gunung Argopuro dan juga kawah Gunung Lemongan yang lebar menghijau dan cukup dalam menyerupai kawah Gunung Bromo. Area puncak yang merupakan bibir kawah ini bisa memuat sekitar 4 tenda isi 2/3 dan 3 tenda isi 3/4. Banyak spot menarik yang bisa dinikmati di puncak Gunung Lemongan yang membuat siapapun enggan turun terlalu cepat.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Area Puncak Gunung Lemongan
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Sisi Lain Bibir Kawah (Jalur ke Puncak Sejati)
Puncak sejati Gunung Lemongan ada tepat di seberang kawah. Dengan menyusuri jalur pendakian di sebelah kiri dari puncak Gunung Lemongan. Dari Puncak Sejati bisa lanjut turun menyusuri lembah plasma kemudian ke Puncak Candi. Setelah Puncak Candi, menyusuri jembatan gondo mayit hingga sampai ke Puncak Tarub.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Kawah Gunung Lemongan di Depan Puncak Sejati

Tips Pendakian Gunung Lemongan via Klakah :
  1. Usahakan tidak berkendara menuju ke Pesanggrahan Mbah Citro saat pagi atau siang, karena merupakan daerah rawan saat hari gelap.
  2. Hormati peraturan dan mitos yang ada sebelum memulai pendakian. 
  3. Siapkan perbekalan yang baik khususnya air, karena tidak ada sumber air melimpah di jalur pendakian. Air di Pos Guci tergantung keberuntungan.
  4. Bawalah pelindung kepala seperti topi atau payung. Melewati ilalang perbukitan sangat panas jika mendaki di siang hari.
  5. Jangan sungkan bertanya kepada penduduk sekitar jika bingung menentukan arah. Jalur pendakian Gunung Lemongan di area perkebunan penduduk cukup membingungkan.
  6. Berhati-hatilah di area padang perbukitan hingga Watu Telek karena banyak jalur yang berlubang.
  7. Tempat camp ada di Watu Gede dan puncak. Camp yang ideal ada di Watu Gede. Jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan lebih baik camp di Watu Gede karena sepanjang jalur mulai Watu Gede sampai puncak, tidak ada lokasi datar yang ideal untuk membangun tenda.
  8. Berhati-hatilah jika camp di puncak yang merupakan area terbuka. Waspadai angin dan bahaya petir di musim hujan.
  9. Dari puncak Gunung Lemongan ke Puncak Tarub membutuhkan waktu sekitar 1 hari dan bisa melanjutkan camp di lembah plasma. 
  10. Berhati-hatilan saat berada di trek berpasir yang bercampur kerikil agar tidak terpeleset.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Cheers... The Blues Team


Itinerary Pendakian Gunung Lemongan via Klakah :
Pesanggrahan - Pos 1 : 1 jam
Pos 1 - Pos 2 : 1 jam
Pos 2 - Pos 3 : 50 menit
Pos 3 - Pos 4 : 1 jam
Pos 4 - Puncak : 1 jam
Puncak Lemongan - Puncak Sejati : 30 menit